
Hiruk pikuk Ibu Kota begitu padat meski waktu masih terlalu dini untuk beraktifitas. Sesosok pria kini sedang tersenyum simpul sambil merapikan dasi yang hendak di kenakannya di depan cermin. Ada guratan bahagia dari ekspresinya, pria yang kini menjabat sebagai Direktur Pemasaran perusahaan tekhnologi ternama itu berbahagia kala melihat berita bisnis yang menampilkan Bram bergandengan dengan seorang pewaris tahta V.A.S Group. Kabar baik baginya jika memang Bram sudah tak bersama Bella.
" Cari tau kebenaran berita yang viral pagi ini tentang presdir Bram dengan pewaris V.A.S group itu .. "
" Baik pak ! " Jawab seseorang di balik suara
Panggilan suara terputus.
" Bella, aku akan membawamu kembali padaku seperti janjiku saat itu. Jika dia menyakitimu, aku akan merebutmu. " Ucap pria itu penuh ambisi
Pria yang berambisi dengan netra tajam menatap cermin itu tak lain adalah Akbar. Sudah setahun semenjak dirinya memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan Bram dan beralih ke perusahaan lain, karena ambisi dan citra baiknya dengan cepat Akbar kini menempati salah satu jabatan penting di perusahaannya yang baru. Ambisi itu juga terlahir karena rasa cemburu dan tekad untuk menyaingi Bram.
Meski kini Akbar berada di kota yang sama dengan Bella namun tak pernah sekalipun mereka bertemu, Akbar pun tak pernah mencari Bella. Semua mengalir sampai saat kabar tantang Bram beredar di sosial media dan menjadi tranding topic di kalangan pebisnis. Pertanyaan besar muncul dalam benak Akbar.
Dimana Bella ? Dan apa yang terjadi di antara mereka ?
Mungkinkah mereka sudah berpisah ?
Kemungkinan-kemungkinan itu membuat pagi Akbar hari ini terasa begitu cerah dan menggairahkan. Betapa hebatnya Akbar selama tiga tahun masih menyimpan rasa cinta pada Bella.
Akbar kini sudah berada di dalam mobil SUV hitam miliknya, memecah keramaian lalu lintas lalu masuk ke sebuah parkiran gedung kantor nan mewah. Dengan langkah percaya diri Akbar memasuki kantor yang langsung mendapat sambutan dan senyuman dari para staf. Akbar termasuk idola disana karena selain tampan, Akbar pun masih single di usianya yang sudah matang.
Tokk .. Tokk
" Masuk " Titah Akbar
" Pagi pak, saya ingin memberi kabar perihal informasi yang tadi Bapak tanyakan. " Alya, asisten sekaligus salah satu orang kepercayaan Akbar yang dapat diandalkan dalam banyak hal.
" Duduklah .. "
" Saya secara langsung mendatangi kediaman Presdir Bram, saya berpura-pura sebagai sahabat istri nya. Namun para pengawal memberitahu saya bahwa Bella sedang pergi ke kampus. "
" Ah jadi sekarang dia kuliah. Dimana ? "
__ADS_1
" Di kampus swasta tempat suaminya menjadi sponsor utama. Bella masuk fakultas kedokteran sejak beberapa bulan yang lalu. "
" Lantas kamu dapat info apalagi ? "
" Saya dengar dari tetangga sekitar, Bella meninggalkan rumah dan kedua anaknya setelah muncul pemberitaan itu. "
" Eureka ! Inilah yang aku tunggu-tunggu. " Akbar menggebu-gebu
" Rahasiakan ini, dan terimakasih. Ada sedikit bonus untukumu. " Akbar menyodorkan amplop berwarna cokelat pada Alya
" Dengan senang hati Pak .. "
Setelah mendapatkan kabar yang di harapkan itu, Akbar segera menghubungi Bella namun nomornya tidak terhubung. Tak habis akal, Akbar menghubungi seluruh sosmednya termasuk email yang di gunakan Bella.
...----------------...
Ttriingg
Hari ini jadwal kuliah pagi dimulai pukul 8 pagi. Setengah jam sebelum kelas dimulai, Bella sudah berada di kelas bergabung bersama Zidane, Reza, Amanda dan Ghisel.
" Jadi doi udah setuju ? " Tanya Ghisel
" Heem, aku gak ngira dia secepet itu setuju. "
" Hati-hati jangan sampai ada udang di balik bakwan. " Reza memperingatkan Bella
" Emang sih aku juga agak aneh dan curiga. Tapi yaudahlah gimana nanti aja. "
" Bener .. Jangan dibawa hati, doi sengaja pengen bikin kamu bimbang Bell. " Amanda menyahuti
" Sebentar ya ada email masuk. Takutnya penting. "
Bella membuka ponselnya lalu agak terbelalak begitu melihat pesan yang masuk ternyata dari Akbar. Sekian lama mereka tak bertemu tiba-tiba saja Akbar mengabari lalu memberikan nomor ponselnya meminta Bella agar segera menghubunginya karena ada masalah penting yang harus di bicarakan. Awalnya Bella ragu untuk menghubungi Akbar, namun jika di pikir tak ada salah nya menghubungi rekan lama apalagi hubungan mereka di masa lalu cukup baik.
__ADS_1
💬 Bella : Assalamu'alaikum Pak Akbar
Bella mengirim pesan dengan dada yang terasa berdebar canggung. Tak berapa lama Akbar segera menjawab
💬 Akbar : Wa'alaikumsalam Bella. Hai ! Bagaimana kabarmu ?
💬 Bella : Alhamdulillah sehat pak, bapak gimana ? Wah long time no see
💬 Akbar : Baik, tentu saja. Iya Bel sudah 2 tahun mungkin atau lebih ?
💬 Bella : Entahlah, dimana sekarang Bapak ?
💬 Akbar : Kamu pasti tak akan menduga. Aku sekarang berada di kota yang sama denganmu. Hanya saja Tuhan belum berkenan kita bertemu padahal sudah setahun aku disini
💬 Bella : Oh ya ? Syukurlah semoga Bapak kerasan disini
💬 Akbar : Terimakasih, sepertinya kapan-kapan kita harus bertemu
Sejenak Bella menghentikan ketukan jari di layar keyboardnya, meski tak punya rasa apa-apa namun Bella tau pria yang dihubunginya kini pernah memendam cinta yang dalam untuknya. Bella cukup menghargai Bram yang masih berstatus sebagai suaminya, Bella memutuskan tak melanjutkan percakapannya dengan Akbar di pesan singkat itu. Bella mematikan ponselnya lalu memasukkannya ke dalam tas. Lagi pula kelas akan segera dimulai. Bella harus fokus pada ada yang di depannya, yang akan menjadi masa depannya.
...----------------...
Akbar menunggu balasan chat dari Bella namun sudah setengah jam tak kunjung mendapat jawaban, Akbar merasa Bella menghindarinya namun ini terlalu awal untuk menyerah bukan ?
Tenang saja Akbar, kesempatanmu sudah terbuka lebar. Hanya menunggu waktu dan saat yang tepat
Monolog Akbar dalam batinnya
Biarlah seperti ini dulu. Setidaknya kami kini sudah terhubung.
Lanjut batin Akbar
Akbar bersikeras kali ini tidak akan melepaskan Bella. Sudah cukup Akbar memberikan kesempatan pada Bram selama tiga tahun memiliki Bella namun Bram sia-siakan begitu saja. Kini biarlah Akbar memperjuangkan cintanya yang sempat kandas karena pria brengsek itu. Akbar akan memberikan pelajaran pada pria yang sudah berani menyakiti hati wanita yang begitu di kasihinya, dan Akbar berjanji akan menerima Bella apa adanya dan mencintai nya begitupun anak-anaknya, tak akan ada yang berbeda dari apa yang pernah di lakukannya untuk Bella semenjak tiga tahun yang lalu.
__ADS_1