Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Godaan Mantan


__ADS_3

Rasanya ingin menangis sejadi-jadinya ketika di hadapkan dengan revisian dan juga balita yang sedang tantrum begitu pikir Bella. Padahal skripsi nya harus segera tuntas, Bella ingin segera keluar dari pengawasan Bram namun kali ini Zayn benar-benar tidak bisa di ajak kerja sama. Sudah 2 hari ini Zayn tidak membiarkan Bella mengerjakan apapun selain menemaninya.


" Hiks ya ampun kepala aku bisa pecah .. " Keluh Bella pada Ayu sudah dengan mata yang berkaca-kaca karena bingung.


" Kalau kepala kamu pecah, sudah dipastikan kamu tidak ada lagi dunia ini. Apa kamu semacam penjelmaan manusia di walking dead ? " Jawab seorang pria dari arah belakang dengan suara baritonnya yang khas.


" Itu mah di dor juga kepalanya ikut mati .. " Jawab Bella ketus yang sudah mengetahui di belakangnya adalah Bram.


" Ya berarti kamu monster di resident evil. "


" Iya nih aku juga udah bikin monster kecil buat kamu " Bella mengangkat tubuh Zayn yang sedang menangis berguling di lantai lalu memindahkannya ke pangkuan Bram.


" Eh .. Eh ini anaknya lagi ngamuk loh masa ke aku in. "


" Karena kamu udah disini, yaudah diemin. Aku mau nyelesain rivisian " Bella segera berlari menuju kamarnya lalu menutup pintu rapat-rapat. Bella percaya Zayn jika sudah dengan Daddynya akan lebih menurut dan tidak rewel.


Bram hanya menggeleng gemas melihat kelakuan mantan istrinya itu.


" Mau saya buatin kopi pak ? " Tanya Ayu


" Gak usah Yu. Queen mana ? " Bram balik bertanya masih berusaha menenangkan Zayn dalam pelukannya.


" Tidur siang pak. "


" Oh yaudah kamu istirahat aja temenin Queen biar Zayn sama saya .. "


Ayu menurut lalu pergi menuju lantai dua ke kamar Queen, Bella sibuk berkutat dengan laptopnya dan Bram menemani Zayn bermain di tengah rumah setelah di rasa lebih tenang. Zayn yang sedang memainkan balok kayu berbagai bentuk terlihat menguap dan sesekali kepalanya mulai menunduk ngantuk.


" Zayn ngantuk ya ? " Tanya Bram lembut sambil mengusap pipi putranya.


" Mau bobo .. " Zayn bangkit dari duduknya sambil mengadahkan tangan meminta di gendong.

__ADS_1


" Pinter banget anak daddy, mau bobo nya dimana sayang ? "


" Sama mommy "


Bram mengangguk membawa Zayn dalam pelukannya sembari di timang dengan lembut, Zayn yang memang sudah sangat mengantuk baru saja di ayun sebentar dalam dekapan Bram pun sudah terlelap. Bram membawa Zayn ke kamar Bella.


Tokk .. Tokk Bram mengetuk pintu kamar yang di kunci dari dalam. Bella menarik nafas panjang baru saja sejam di tinggalkan sudah di panggil kembali.


" Huft gak ngerti apa gue sibuk. " Gerutu Bella sambil membuka pintu dengan wajah muram.


" APA SIH LO Hmmptth ? " Bentak Bella yang langsung di bungkam sebelah tangan Bram.


" Sstt Zayn tidur, tadi mau tidurnya di kamar kamu .. "


" Oh sorry .. sorry sini biar aku yang gendong. " Pinta Bella namun Bram menggeleng memilih membawa Zayn masuk melewati tubuh Bella yang terbengong karena di abaikan.


" Krik .. Krik di cuekin " Bella memutar bola matanya jengah.


" Jangan kasar-kasar ngomongnya kalo depan anak ! " Ucap Bram tegas dengan vibes dosen killer.


" Mandi gih, kamu berantakan. Udah makan belum ? Kalo belum sekalian makan. Kasih tau aku mana aja yang perlu di revisi dan di ketik biar aku yang kerjain selagi kamu urus diri kamu sendiri " Ucap Bram yang berhasil membuat Bella kesal sekaligus bahagia, kesal karena umpatannya dan bahagia mendapatkan bantuan kecil dari Bram yang sekaligus dosennya.


" Kenapa lihatin aku kaya gitu ? Gak mau di bantu ? Yaudah ! " Bram hendak beranjak namun segera di cekal Bella.


" Eh tunggu mau kemana ? Diem disini ! " Bella menarik tubuh Bram berpindah ke kursi kerja nya sedang Bella kini tengah berdiri di belakang Bram. Bella memijat pundak Bram sebagai ucapan terimakasih.


" Silahkan di lanjutkeun ya daddy, terimakasih aku mau istirahat dulu bye ! " Hanya satu menit Bella segera menyeret tubuhnya ke kamar mandi lalu mengisi bathub dengan air dan aroma terapi yang bisa merilekskan tubuhnya.


Bram tersenyum tipis menatap punggung mantan istrinya yang masuk ke kamar mandi lalu menghilang. Kecanggungan dan jarak antara mereka perlahan terkikis karena faktor anak dan kegiatan yang membuat mereka semakin sering bertemu. Bram menatap laptop Bella di lirik dan di pahami dengan seksama, Bram membuka jas dan dasinya yang sedari tadi di kenakan. Kancing kemeja putih yang membungkus tubuhnya pun di buka 2 kemudian menggulung kedua bagian lengannya. Bram menarik nafas, dengan gerakan kilat Bram mulai mengerjakannya.


Hampir satu jam Bella baru keluar dari kamar mandi mengenakan handuk kimononya. Rambut Bella yang basah terurai bebas, aroma harum yang menyeruak mengalihkan fokus Bram ke Bella.

__ADS_1


" Astaga lupa ada orang .. " Bella terbelalak melihat Bram yang sedang lekat menatap ke arahnya. Bella meraih handuk panjang untuk menutupi bagian belahan dada nya.


" Mancing-mancing ya kamu " Goda Bram yang sebenarnya hanya jokes saja.


" Mana ada .. Aku aku gak gitu hmm pikiran aku lagi kacau jadi ya ya aku banyak lupa. " Elak Bella gerogi.


" Udah sana pergi deh ke walk in closet sebelum saya ke masukan roh halus. " Ya ucapan Bram berhasil membuat kesadaran Bella pulih karena sedari tadi Bella hanya mematung. Bella segera pergi mengeringkan rambut lalu berpakaian.


Malu banget astaga, gue di kira cewek apaan lah sama dia. Bella mengacak wajahnya depan cermin


Tenang Bella tarik nafas panjang, jangan salting nanti di kira lo ada rasa makin besar kepala dia. Bella menrik nafas panjang lalu kembali merapihkan anak rambut yang menghalangi matanya.


Bella keluar dari walk in closet lalu menatap Bram yang sedang serius namun menyadari kehadiran Bella.


" Kamu daripada lihatin punggung saya, mending pijetin lagi kaya tadi ini udah kebas banget ! " Pinta Bram.


" Baru juga sejam masa kebas sih ? Oh iya lupa kamu kan udah berumur. " Bella terkekeh.


" Hmm seneng ngetawain orang, terserah kamu bilang apa. Yang penting pijitin aku. Nanti aku kerjain semuanya sampai clear ! "


" Bener ya ? Ok ! " Raut wajah Bella berubah ceria ketika mendapatkan penawaran yang sangat baik tentunya.


Dengan lembut tangan Bella kini sudah berada di pundak Bram, memijatnya perlahan agar tidak mengganggu pergerakan Bram. Sesekali tanpa sadar Bella menyentuh bagian leher Bram yang di rasa sensitif membuat Bram sedikit meremang.


" Ekhem .. "


" Kenapa ? Mau minum ? Aku ambilin ya ? " Tawar Bella yang mendengar Bram menggeram. Bella hendak melepaskan tangannya dari pundak Bram namun segera di tarik oleh Bram.


" Aku gak mau minum Bel. Aku mau makan. Makan kamu .. "


Polos ! Bram mengucapkan kata-kata fulgar itu tanpa dosa dan sama sekali tidak merasa canggung membuat pipi Bella seketika memanas karena perkataan Bram. Mata mereka beradu untuk beberapa saat.

__ADS_1


...****************...


Hai readers .. Terimakasih atas kesetiaan dan dukungannya ya. Aku gak bisa bales satu-satu tapi aku bener-bener berterimakasih di masa sulit dan berat ini di kuatkan oleh kalian❤️


__ADS_2