Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Cinta dan Kecewa


__ADS_3

Waktu baru menunjukkan pukul 2 siang namun Bram sudah tak tahan lagi, kepalanya berputar hebat. Bram memutuskan untuk pulang lebih awal meninggalkan pekerjaannya pada Kevin.


" Yaudah Lo istirahat aja di rumah, nanti kalo ada apa-apa gue kabarin. " Ucap Kevin yang di angguki Bram


Bram meninggalkan kantor di dampingi supir karena sudah tak kuasa lagi jika harus berkendara seorang diri. Bram tiba di rumah, sayup-sayup terdengar suara mantan istrinya, Bella. Ya Bella rutin berkunjung di antara pukul 1 sampai pukul 3 setelah kelas atau di sela istirahat kelas kosong.


Bram masuk ke dalam rumah membuat Bella pun sedikit terkesiap, semenjak kejadian di pengadilan itu Bella tak pernah menemui Bram lagi meski hampir setiap hari dirinya ke rumah namun tak pernah ada Bram. Bram pun seperti membuat jarak dari Bella seringkali sengaja pergi agar tak bertemu Bella. Namun kali ini nasib mempertemukan mereka lagi. Bram berjalan gontai, wajahnya terlihat pucat dengan mata memerah.


" Pak Bram gak papa ? " Tanya Ayu yang melihat Bram tidak baik-baik saja


" Saya sedikit pusing ! " Ucap Bram pada Ayu tanpa melirik Bella sedikit pun padahal Bella ada tidak jauh dari Ayu


" Mau saya bantu ke kamar ? "


" Sure thank you .. " Ayu segera memapah Bram menuju kamar utama.


Bella tak bergeming, Bella iba melihat Bram namun kekecewaannya selama ini tak mampu di lupakan begitu saja. Bella hanya memperhatikan keduanya memasuki kamar. Ada sedikit rasa tak nyaman di hati Bella, tak bisa di pungkiri hatinya memanas melihat Bram di perlakukan lembut oleh wanita lain terlebih wanita itu adalah seseorang yang Bella percayakan untuk merawat anak-anaknya.


Apa kamu juga akan mengkhianati ku Yu ? Haha sudahlah bukan urusanku juga


Batin Bella, bibir nya tersenyum smirk


Bella kembali menemani anak-anaknya bermain, tak lama Ayu keluar.


" Bu .. Pak Bram demam barusan saya cek suhunya 39,8 derajat. Apa tidak sebaiknya Ibu cek ? "


" Bukan urusan saya ! Lagian bukan kah kamu bisa mengurusnya ? Tadi juga kamu merawat dia dengan baik. Lanjutkan saja. "


Ya Tuhan, apakah Bu Bella cemburu pada ku ?


Batin Ayu yang merasa tersindir


" Tapi Bu saya kan tidak mengerti cara merawat orang sakit. Sedangkan Bu Bella calon dokter. Anggaplah ini demi kemanusiaan Bu .. "


Bella menarik nafas dalam kemudian berjalan menuju ruang kerja Bram, Bella tau Bram menyimpan berbagai macam persediaan obat di ruang kerjanya. Bella mengambil obat demam dan pereda nyeri untuk sakit kepalanya, Bella segera turun menuju kamar utama. Terlihat Bram yang bergulung selimut mengerang menahan. sakit.


Bella mendekat, lalu duduk di tepi ranjang. Tubuh Bram sedang menggigil hebat kala Bella menyentuh kening Bram.


" Bangun dan minumlah. Kamu tidak akan sembuh jika hanya menahan diri di ranjang. " Ucap Bella langsung membantu Bram bangkit

__ADS_1


" Apa pedulimu ? "


" Kalau kamu sakit-sakitan. Aku akan membawa pergi anak-anak Bram. Aku tak bisa mempercayakan anak ku tanpa pengawasan. "


Bram bangkit menuruti keinginan Bella, ada benarnya juga kata-kata Bella. Jika dirinya sakit, siapa yang akan menjaga dan mengawasi anak-anak karena Bella sudah tentu tak bisa 24 jam memperhatikan mereka.


" Baiklah .. " Bram mengambil obat dari tangan Bella lalu meneguk air yang di simpan di nakas.


" Tidurlah, aku akan menginap semalam ini di kamar anak-anak. Jadi kamu bisa istirahat dengan tenang."


Bram merebahkan tubuhnya, lalu segera memejamkan mata.


Ck .. Dasar tak tau terimakasih


Ucap Bella ketika tak sepatah katapun keluar dari mulut Bram


Bella segera keluar meninggalkan Bram seorang diri, mau tak mau malam ini Bella harus menginap demi anak-anaknya.


Di malam hari selepas maghrib, Bella sedang asik dengan berbagai sayur dan daging yang hendak di olahnya untuk makan malam. Bella juga membuatkan bubur dan sup telur hangat untuk Bram, agak aneh tapi biasanya Bram memang suka kedua menu itu saat sakit.


" Sedang apa Bu ? " Tanya Ayu yang mendekati Bella


" Ibu marah sama saya ? " Ayu memberanikan diri untuk bertanya


" Kenapa marah ? "


" Ibu cemburu melihat saya membantu Pak Bram ? "


" Haha haruskah ? "


" Entahlah, Ibu berubah setelah saya dekat dengan Pak Bram. Padahal saya tidak ada niat apa-apa Bu. Saya cuman pekerja dan sudah seharusnya saya melayani tuan saya lebih tepatnya membantunya. "


" Baiklah, kamu tak perlu menjelaskannya lagi. Saya minta maaf. Saya yang terlalu sensitif. "


" Tak apa Bu, saya tau Ibu masih sangat mencintai pak Bram kan ? "


" Mungkin, cinta dan kecewanya seimbang. Tapi ya harus saya akui saya masih sangat mencintai nya. "


Seseorang kini tengah tersenyum penuh kemenangan di balik pintu dinding koridor menuju dapur. Bram awalnya hendak mengambil air putih untuk menghilangkan dahaganya, tapi kini tanpa minum pun dahaganya sudah hilang karena mendengar kata-kata Bella.

__ADS_1


Sudah ku duga kamu pasti masih mencintai ku Bella. Kamu tak akan pernah bisa melupakanku sekalipun Akbar mengejar mu kembali.


Monolog Pram dalam hatinya


Bram mengurungkan diri untuk mengambil air lalu kembali ke kamar. Bram membiarkan kedua wanita itu berbincang-bincang leluasa sambil menyiapkan makan malam. Toh nanti mereka akan bertemu ketika makan malam.


Makan malam pun siap, Queen sudah tidur tapi Zayn kembali terbangun padahal sudah sempat tidur ketika mereka memasak. Bram menghampiri masih dengan wajahnya yang pucat.


" Sudah baikan Pak ? " Tanya Ayu


" Ya pusingnya sudah berkurang meski masih demam. "


" Syukurlah, Bapak harus berterimakasih pada Bu Bella .. "


" Terimakasih. " Ucap Bram singkat


" Tak perlu, aku hanya memenuhi kewajiban pada sesama manusia. "


Baru saja hendak menyuap makanan Zayn terlihat begitu rewel karena belum puas tidur. Bella bangkit dari kursinya lalu membawa Zayn dalam gendongannya, Bella mengayun tubuh Zayn dengan lembut.


" Kalian lanjutkan makan dulu, biar aku makan nanti ketika Zayn sudah terlelap. "


" Perlu aku suapi ? " Tawar Bram dengan ekspresi meremehkannya


" Tidak, terimakasih. Urus saja dirimu sendiri Bram. " Jawab Bella ketus.


" Mungkin jika Akbar yang menyuapi kamu akan bersedia. "


" Haha jadi kamu sudah bertemu dengan Akbar ? Bukankah dia menjadi semakin hebat sekarang ? " Tanya Bella dengan nada memprovokasi


" Kamu juga ternyata sudah menemuinya ? Hebat ! "


" Bukan aku yang menemuinya, tapi dia sendiri yang menemui ku. "


" Sama saja ! "


" Sudah Pak Bu, ada Zayn. Kalian jangan bertengkar lagi bila di hadapan anak-anak, kasihan mereka. " Ucap Ayu melerai perdebatan antara Bram dan Bella


Memang bukan perkara yang mudah menenangkan kedua insan berkepala batu itu. Namun mereka akan cenderung diam menahan diri jika sudah melibatkan anak-anak.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun bisa melalui malam ini dengan tenang, mengesampingkan ego masing-masing.


__ADS_2