
Hari ke hari berlalu sekarang sudah akhir pekan kembali. Bella seminggu kebelakang tidak bisa menemui anak-anak karena sibuk mengurusi kepindahannya lagi. Mulai senin Bella akan melanjutkan perkuliahannya seperti biasa selama satu tahun lalu melanjutkan koas barulah Bella resmi menjadi dokter seutuhnya.
" Pagi Bar .. "
" Pagi, udah disini aja. Dari jam berapa ? "
" Dari lepas subuh. Sengaja kesini pagi mau ajak kamu ke rumah anak-anak. "
" Hmm good idea. Bentar ya aku siap-siap dulu "
Akbar kembali ke kamarnya hendak melakukan rutinitas mandi dan bersiap menunjukkan tampilan terbaiknya karena kemungkinan besar kedua dedemit itu akan ada di rumah. Akbar harus menunjukkan dirinya cukup mapan untuk menyaingi Bram.
Huaaahh hareudang :')
Akbar keluar dari kamar, sarapan sudah siap Bella juga menyiapkan beberapa makanan yang akan di bawa ke rumah Bram. Sengaja untuk memanas-manasi mereka.
" Kamu harus benar-benar jadi istriku Bel .. "
" Kenapa ? "
" Biar kita bisa bergantian memasak haha "
" Akbar .. "
" Hmm ? "
" Kamu tampan "
" Huh ? Apaan haha " Akbar seketika salting di buatnya.
" Aku harus bersyukur karena dicintai lelaki hebat seperti kamu, aku tak berjanji banyak hal. Tapi aku akan berusaha selalu melakukan yang terbaik yang aku mampu untuk membalas kebaikanmu. "
" Ssuutt, jangan bicara gitu Bel. Kamu seperti ini saja aku bahagia. Kamu memberikan kesempatan kita bersama-sama selama ini itu sudah cukup. " Jawab Akbsr tulus lalu mengusap pipi Bella yang ada di hadapannya.
Mereka memulai sarapan dengan lahap, setelah selesai Akbar mencuci piring selagi Bella membungkus makanan yang akan di bawa. Setelahnya barulah mereka berangkat ke rumah Bram. Seperti dugaan Akbar, mobil Bram masih terparkir di tambah sebuah mobil yang nampak asing.
Ah mungkin mobil milik wanita itu
Batin Akbar
" Ada tamu di dalam Pak ? " Tanya Bella ketika security menyambutnya
" Ada Nona Violine saja Bu tapi memang dari semalam sudah ada. Beliau menginap. " Jelasnya
__ADS_1
" Oh begitu. Baiklah terimakasih, oh ya ini buat bapak. Selamat sarapan ya ? " Bella menyerahkan satu bungkus masakan yang di bawanya tadi.
" Wah kenapa repot-repot Bu ? Terimakasih banyak. Masuk Bu. "
Bella masuk tanpa mengetuk pintu toh anak-anaknya disini dan semalam Bella juga sudah ijin akan berkunjung pada Bram dan Ayu. Itu pula yang menyebab kan Violine yang semalam sedang bertamu nekad tidak ingin pulang karena takut terasingkan lagi seperti waktu pertama Bella datang.
Anak-anak sedang bermain di halaman sudah bersih dan rapih, Ayu sudah menyiapkan anak-anak dengan baik. Sedang Bram dan Violine ? Entahlah. Mungkin masih saling menghangatkan ranjang. Pikir Bella sinis.
" Zayn, Queen .. " Panggil Bella
" Mommy " Queen berlari menerjang tubuh Bella
" Zayn tidak mau peluk mommy ? " Tanya Bella lembut ketika Zayn tak kunjung menghampirinya.
" Mau " Zayn tertunduk malu-malu
" Baiklah mommy saja yang akan memeluk Zayn " Bella meraih tubuh mungil Zayn lalu di gendong keduanya.
" Kamu kuat Bel .. " Akbar menyunggingkan. senyumnya ketika melihat Bella dengan kedua anak nya
" Tapi Queen sudah lumayan berat loh Bar. "
" Queen masih kenal uncle ? Sini Queen di gendong sama uncle aja " Akbar menjulurkan kedua tangannya meraih tubuh Queen
" Aduh udah kaya keluarga bahagia. Iri nih lihatnya " Celetuk Ayu
Violine turun terlebih dulu mendengar suara ramai di bawah, Violine tidur di kamar bekas Bella. Tentu saja tidak seperti yang Bella pikirkan jangankan menyentuh Violine, memeluk saja hanya Bram lakukan sesekali karena saat-saat intim seperti itu Bram akan langsung terbayang pelukan hangat Bella dan masa-masa indahnya dulu. Bram membenci itu, Bram serasa tidak bisa bernafas jika terus mengingat Bella.
" Ekheem .. Ada tamu rupanya " Sapa Violine
" Bukannya kamu juga tamu Vio ? " Bella menyambut dengan senyum devilnya
" Tapi status kita berbeda. "
" Tentu saja, kamu tunangannya sedang aku ibu dari anak-anaknya. Kamu bisa di gantikan kapanpun dia mau seperti yang dia lakukan padaku. Sedang status ku sebagai ibu anak-anak tak akan tergantikan oleh siapapun. Perbedaan yang mencolok memang. "
" Kenapa bersikap begitu kejam padaku Bel ? Aku tak akan merebut posisimu. Dan ya siapa dia ? " Tanya Violine seraya menatap Akbar
" Dia kekasihku. Akbar "
" Violine .." Vio mengulurkan tangan
" Senang bertemu denganmu Nona Violine " Akbar menyambut jabat tangan mereka dengan sopan
" Wah aku kira selama ini Bella masih menyendiri. Rupanya Bella memenangkan hati pria yang tak kalah tampannya dari Bram. "
__ADS_1
" Dan tak kalah mapan tentunya " Bella memperjelas
" Aku tak bertanya. "
" Tapi dari tatapanmu yang melihat nya dari ujung kaki sampai ujung kepala sudah cukup memperjelas pertanyaan apa yang ada di pikiranmu. "
" Kamu terlalu menduga-duga Bell. Baiklah aku mau mandi dulu. "
" Sure, take your time "
Akbar hanya tersenyum sinis melihat perdebatan sengit antara mereka. Bella sekarang sudah pandai meluapkan apa yang ada di hati dan pikirannya. Akbar cukup bangga melihat sikap tegas Bella.
" Ibu hebat .. " Ayu mengacungkan dua jempol
" Apanya yang hebat ? "
" Ibu sudah berani melawan mereka yang menindas Ibu. Ayu bangga "
" Haha dia yang mengajari ku Yu. Gimana aku handal kan Bar ? "
" Kamu sempurna " Akbar mengusap tangan Bella yang di genggam nya
Tanpa mereka sadari tatapan tajam di balik pintu sedang mengamati kemesraan mereka. Hati Bram memanas melihat Akbar menyentuh apa yang pernah di milikinya. Tangan yang dulu di genggamnya tubuh yang dulu di dekap dan di cumbunya. Bram seakan tak bisa menerima kenyataan itu. Apalagi Bram mendengar kata-kata Bella tadi yang memperjelas status mereka sebagai pasangan kekasih.
" Ck .. masih berani menampakkan wajahmu ? " Tanya Bram sinis pada Akbar mengingat pertikaian mereka di masa lalu
" Tentu, kedepannya kita akan sering bertemu jadi biasakan dirimu "
" Apa menurutmu aku akan setuju melihat mu bertamu ke rumahku. "
" Tergantung, jika kamu tidak setuju kami bisa saja menuntut hak asuh anak-anak di pengadilan dan kita lihat siapa yang nanti akan jatuh. "
Bram mengepalkan tangannya, jika benar Bella menuntut hak asuh kemungkinan Bram yang akan kalah karena kedua anaknya masih di bawah umur dan hak asuh sebenarnya memang milik ibunya terkecuali ibunya lalai atau tidak dalam kondisi baik. Namun mengingat kondisi Bella yang sekarang di tambah bantuan finansial dari Akbar, sudah cukup membuat hak asuh jatuh mutlak pada Bella. Bram tak bisa menyela.
" Udah .. udah Akbar bisa ajak anak-anak main di luar? " Pinta Bella yang langsung di setujui Akbar.
"Bram kamu belum sarapan kan ? Itu aku masakin makanan kesukaan kamu. Aku juga bawa banyak buat anak-anak sama pekerja disini. " Bella menunjuk pada bungkusan yang tersimpan di meja makan
" Tak perlu, terimakasih. "
" Jangan besar kepala, aku membuatkan ini hanya karena iba wanita itu pasti tak mengurus mu dengan baik kan ? "
" Dia tak perlu karena aku bisa mengurus diri ku sendiri. "
" Kalau begitu bukankah lebih baik kamu menyendiri Bram ? " Bella merapihkan kerah kemeja Bram lalu menepuk bahu Bram dengan tatapan meremehkan
__ADS_1
Kenapa wanita ini menjadi begitu berani ?
Batin Bram tersinggung