
Pagi hari Bella melakukan aktifitas sebagaimana biasanya. Menyiapkan sarapan selagi Queen masih terlelap tidur di temani nanny nya.
Bram yang sedari subuh tidak bisa tidur lagi karena memikirkan kehamilan Bella, lalu mimilih untuk lari di sekitaran komplek. Saat Bram kembali, dilihatnya Bella yang sedang membuat nasi goreng.
“Bella?" Sapa Bram
“Hmm, mau sesuatu?" Tanya Bram
“Tidak Bell, aku hanya mau melihatmu." Jelas Bram
“Mandi sana kamu bau keringat" Titah Bella
“Iya iya" Bram beranjak pergi ke kamar tidurnya hendak mandi
Sarapan sudah siap, Queen sudah bangun dan sudah dimandikan. Begitupun Bram sudah terlihat rapi dengan setelan polo shirt dan celana bahan. Merekapun berkumpul di meja makan
“Kamu masih kerja Bell?" Tanya Bram
“Masih, tapi akhir bulan ini aku akan mengajukan pengunduran diri. Rasanya sudah malas berangkat" Jawab Bella
“Sekarang aja Bell. Biar aku yang hubungi HRD nya" Titah Bram
“Jangan, gak enak sama yang lain. Aku gak mau dapat perlakuan spesial" Seru Bella
“Selama kita nikah aku gak pernah ngekang kamu loh Bell. Sekarang aku bakal hormati keputusan kamu juga tapi aku mohon pertimbangkan permintaanku ini" Pinta Bram
“Baiklah, nanti kita bicarakan lagi ya." Jawab Bella
__ADS_1
Bram berada di ruang TV bersama Queen. Menemani Queen yang bermain di tenda mininya. Bella menghampiri Bram dengan kopi di tangannya.
“Duduk disini Bram kita bicara dulu. Biarkan Queen bersama nanny nya" Bella menepuk sofa disampingnya lalu memanggil Ayu untuk membawa Queen
“Ini Bram. Bukalah" Bella memberikan sebuah flashdisk. Bram beranjak menghubungkan nya ke layar TV. Di lihatnya beberapa klip video yang berisi salinan USG 4D milik Bella.
“Bella ini bayi kita?” Tanya Bram dengan berkaca-kaca
“Iya Bram, meski kamu tidak mendampingi ku, aku akan pastikan kamu tau perkembangannya" Seru Bella
Bram refleks memeluk Bella dan membelai rambut Queen
“Terimakasih Bella, terimakasih untuk semuanya. Maaf karena membuat mu mengalami kesulitan tapi aku berjanji kamu tidak akan pernah menyesal mengandung anakku. Aku akan menjaga dan merawat kalian dengan baik" Jelas Bram
“Aku tau Bram, tapi lepaskan dulu sebelum aku mati kehabisan nafas" Bella menepuk punggung Bram menyambut pelukannya.
“Sudah berapa bulan Bell? Tanya Bram sambil mengelus perut istrinya
“6 bulan Bram." Jawab Bella santai
“Lalu bagaimana dengan permintaanku tadi? Apa kamu sudah memutuskan?" Tanya Bram
“Aku akan mengikuti keinginanmu saja Bram. Setelah ku pikir-pikir kamu pasti menginginkan yang terbaik untuk ku" Jawab Bella
“Tentu, hmm Bella apa kamu bersedia ikut aku ke Jakarta? Agar aku bisa menjaga kalian setiap saat." Tanya Bram
“Baiklah Bram" Jawab Bella tersenyum
__ADS_1
Bram kembali memeluk Bella dengan pelukan yang lebih lembut. Bram memutuskan kembali ke Jakarta hari ini untuk menyiapkan kebutuhan Bella dan Queen disana. Bram juga menyuruh beberapa tukang untuk datang ke rumahnya, mendekorasi kamar Queen dan membuat area bermain.
“Bella, aku akan segera kembali menjemput mu dan Queen. Bersiaplah" Titah Bram
“Apa aku boleh mengajak Ayu? Tanya Bella
“Tentu. Aku berangkat dulu ya jaga dirimu baik-baik. Titip baby dan Queen ya" Mobil Bram melaju menuju Jakarta
Belum sempat masuk ponsel Bella berdering. Panggilan masuk dari Akbar
“Hallo Bella" -Akbar
“Ya pak Akbar" - Bella
“Aku dengar kamu resign? Kenapa mendadak?" -Akbar
“Iya pak. Hmm itu Bram meminta ku ikut ke Jakarta. Maaf ya tidak sempat mengabari" -Bella
“Jadi sekarang Bram sudah tau tentang kehamilan mu Bell?” - Akbar
“Iya Pak" -Bella
“Baiklah kalau begitu. Aku doakan kamu selalu dalam keadaan yang baik" - Akbar
“Terimakasih pak" - Bella
Panggilan pun terputus.
__ADS_1
Dilain tempat, Akbar melamunkan Bella. Akbar merasa kini kesempatannya sudah benar benar tertutup. Dengan keadaan Bella, tidak mungkin lagi bagi Bram akan melepaskan Bella pikirnya.