
" Bram jangan dulu go public masalah hubungan kita ya .. " Pinta Bella.
" Kenapa ? "
" Aku gak mau di perlakuin berbeda, kalo mereka tau aku istri kamu mereka pasti sungkan ke aku. "
" Ya bagus dong, jadi mereka bisa lebih aware apalagi kamu hamil kaya gini. Ya manfaatin nama aku sedikit gak ada salahnya " Bram mengangkat bahu tenang.
" Gak bisa, kalo mau gitu ya udah aku jadi ibu rumah tangga aja sekalian. Sembunyi di balik kamu "
" Jangan gitu dong, yaudah iya tapi jangan tolak perhatian aku seolah kita saling gak peduli. "
" Iya Bram .. "
Bram melajukan mobil nya sampai ke halaman rumah sakit, Bella pun turun terlebih dulu di susul dengan Bram yang terlebih dulu mengambil jas putihnya. Amanda berlari menghampiri Bella untuk masuk bersama.
" Lo kemarin gak ke rumah sakit kan ? Tau gak banyak yang ngomongin Lo sampe gue kemarin hampir ribut sama senior. " Ucap Amanda menggebu.
" Hah ? Kenapa ? "
" Dia bilang Lo penggoda, udah di cerein masih aja gatel pengen balikkan. Numpang tenar sama mantan suami. Gila ya mereka ! " Cerca Amanda.
" Udahlah biarin aja, terserah mereka mau ngomong apa tapi please Lo keep silent aja masalah gue rujuk sama Bram .. "
" Kenapa ? Harusnya Lo pamerin sekalian sama mereka biar mereka gak semena mena sama Lo. "
" Males gue udah cape ribut, nanti mereka juga berenti sendiri ko. "
Bella masuk ke ruang ganti, menyimpan tas nya di loker bersamaan dengan Amanda. Di dalam sana sedang banyak dokter yang sama sama baru masuk menatap nya sinis, Bella hanya berlalu dingin. Baru saja hendak keluar mereka menghalangi pintu.
" Wait .. Mau kemana mantan Nyonya Bram ? "
" Please stop it, saya gak ada urusan dengan beliau ataupun kalian. "
__ADS_1
" Iya apaan sih kampungan banget kalian. " Bela Amanda.
" Kampungan ? Gak ada etikanya ya Lo sama senior. Mau gue bikin rempeyek Lo ? "
" Heleh kita disini sama, kalian juga masih pada magang. Heh kalian pikir deh kalo gue aduin ke dokter Bram kalian semua bisa tamat ! " Amanda adu mulut dengan mereka.
" Yaudah laporin aja nanti gue viralin kalo presdir rumah sakit ini gak bisa bersikap profesional. Lagian ya Bella Lo tuh harus tau diri, Lo itu cuman mantan istri, ini ko nempel mulu berangkat pulang mesti di anterin. Pasti Lo ancem dokter Bram pake anak anak Lo kan ? "
" Cukup, jangan bawa anak anak saya dan tolong permisi. "
" So banget ! "
" Asal kalian tau 50% aset dokter Bram adalah milik saya. Apa kalian disini ada yang dapat beasiswa dari yayasan ? Anda tau donaturnya perusahaan kami ? Saya bisa mencabut beasiswa siapa saja karena selain pintar manusia itu harus memiliki attitude yang baik ! Jadi berbicara tentang dokter Bram saya bisa mengeluarkan kalian tanpa melibatkan dokter Bram. Paham ? "
" Waw iya deh yang paling ber attitude. Silahkan, ampun gue takut di keluarin. " Sarkas seseorang yang langsung menggeser tubuhnya memberi ruang untuk Bella.
Bella menarik tangan Amanda, mereka hanya bisa berlalu sambil menggeleng tak percaya bisa bisa nya orang orang membully rekannya sendiri.
" Gue yakin ada provokator nya tuh Bel. Mungkin ada yang suka sama Bram terus manfaatin mereka buat lawan Lo. "
" Terus kenapa Lo mau balikan ? " Amanda menatap serius.
" Kepepet sama anak anak. 5 menit lagi rapat di mulai gokil " Bella dan Amanda berjalan setengah berlari saat melihat pesan grup koass nya, apalagi ruang rapat berada di lantai 5 sedangkan mereka berada di lantai 2.
Di depan lift mereka menunggu sesaat begitu pintu lift khusus staff terbuka ternyata penuh mungkin saja masih cukup namun mereka yang di dalam enggan memberi ruang sedangkan waktu sudah mepet. Akhirnya mereka memutuskan naik tangga.
" Keterlaluan ! " Maki Amanda sambil menaiki tangga tergesa.
Begitu sampai di lantai 5 nafas mereka tersengal, sebelum masuk ruang rapat mereka mengambil nafas terlebih dulu dan merapikan pakaian tak ingin terlihat berantakan.
" Bentar .. Perut gue kram " Keluh Bella sambil memegang perutnya.
" Eh ? Duduk dulu atur nafas Lo aduh sialan gara gara mereka ngerjain kita jadi gini. Gue panggil dokter Bram ya ? Lo kesakitan banget kayanya. "
__ADS_1
" Gak us .. " Cegah Bella namun Amanda keburu berlari masuk.
Amanda masuk terlambat dan langsung menjadi sorotan di tengah ruang rapat yang sudah penuh itu. Persetan dengan tatapan orang orang, Amanda menghampiri Bram yang segera mengabarkan bahwa Bella mengalami kram perut. Dengan ekspresi khawatir Bram segera meninggalkan ruangan membuat audiens keheranan.
" Kenapa ? "
" Gak papa cuman kram dikit, udah baikan "
" Ko bisa gini sih ? " Tanya Bram menatap tajam.
" Kita tadi kesini naik tangga dok. Kita gak bisa naik lift karena di halangin yang lain. "
" Bukan di halangin Bram tapi penuh, dia mah lebay. Aku udah baikan. Kita masuk aja ya ? " Ajak Bella menenangkan Bram yang sudah terlihat emosi.
" Bener kuat ? Nanti abis rapat kita periksa ok ? "
" Iya udah kamu masuk duluan aku sama Manda aja. Gak enak sama yang lain. " Pinta Bella.
Bram menurut lalu langsung masuk lebih dulu dan menghampiri Darel yang kebetulan ikut rapat. Tak berapa lama Amanda dan Bella masuk di sambut dengan puluhan mata tajam yang seakan ingin memaki mereka namun tak berani karena ada Bram disana. Ya mereka hanya berani saat tak ada Bram tentu saja. Acara rapat di mulai, Bram memimpin rapat tersebut. Sayup sayup kadang terdengar suara saling berbisik dari dokter wanita yang begitu memuja Bram. Tak heran jika kini Bella memiliki banyak musuh yang merasa tersaingi.
" Terimakasih atas waktunya, silahkan kembali ke aktifitasnya masing masing. " Rapat di tutup setelah 1 jam lamanya.
Bella menunggu sampai ruangan kosong seperti pesan Bram mereka harus memeriksakan dulu kandungan Bella. Bram berjongkok di depan kursi Bella lalu mengelus perut Bella dengan lembut. Bella cukup kaget dengan tingkah Bram yang terlalu berani.
" Bram ih nanti ada yang lihat .. "
" Ya biarin. Baby kenapa bikin mommy sakit terus ? Baby kecapean ya ? Sekarang kita ketemu om Darel dulu, biar daddy tau apa yang baby rasain. " Bram menyunggingkan senyum gemas.
Bram pun mengajak Bella ke ruang VIP, hanya ruang VIP yang aman untuk mereka memeriksakan kandungan Bella. Darel memulai usg.
" Bel kamu kecapean deh kayaknya. Ada ngeflek gak ? " Tanya Darel.
" Flek sih enggak dok cuman perut bawah sama pinggang aku sakit. "
__ADS_1
" Kalo kerasa sakit kamu istirahat dulu, jangan gerak berlebihan. Sejauh ini kondisi bayi aman, tapi tetep harus di pantau ya ? Kalo ada flek apalagi pendarahan kamu harus segera ke IGD jam berapapun panggil aku. " Nasihat Darel.
Kini mereka bisa bernafas lega, bayinya tak mengalami sesuatu yang buruk tapi tentu saja mulai sekarang Bram akan lebih ketat mengatur aktifitas Bella.