
Dengki adalah salah satu penyakit hati yang tidak ada obatnya selain kesadaran untuk menerima apa yang orang lain miliki dan mensyukuri apa yang kini kita miliki. Orang yang dengki itu sekalipun memiliki wawasan yang luas, jabatan yang tinggi, kekayaan yang melimpah namun saat melihat orang lain memiliki apa yang tak di milikinya maka dia akan menjadi orang yang paling menderita. Itu lah bahayanya dengki, membuat mata hati buta dan pikiran pun buntu.
Sheila, salah seorang dokter residen bedah berstatus singel dan menawan. Secara fisik nyaris sempurna secara prestasi pun tak bisa di ragukan karena Sheila merupakan salah satu dokter residen termuda di departemen bedah. Sejak sekolah menengah Sheila sudah ikut akselerasi kecerdasannya tak di ragukan lagi.
Sayangnya di balik itu semua, Sheila yang ambisius sangat lemah jika berbicara soal pengendalian perasaan. Sheila cenderung ingin memiliki apapun yang dia inginkan, memiliki pasangan juga layaknya kompetisi baginya mungkin karena didikan orangtuanya yang seorang pejabat tinggi hingga menuntut Sheila untuk menjadi sempurna tanpa cela. Dan ke tidak berhasilan merupakan suatu cela bagi Sheila, Sheila tak akan mau gagal atau kalah dari orang lain.
Lalu siapa Sheila ? Kenapa latar belakangnya menjadi begitu penting ? Ya karena dia sekarang berperan penting menggerakkan banyak mulut untuk menghujat dan menjatuhkan Bella, semua semata mata Sheila lakukan hanya ingin membuat Bella gagal sama sepertinya yang gagal mendapatkan hati Bram. Hampir 1 tahun ini Sheila mengejar Bram dengan berbagai cara namun selalu di tolak mentah mentah.
Sheila yang baru saja keluar dari ruang perawatan mendengarkan Bella dan Amanda tengah berbisik. Dari balik sudut koridor Sheila mendengarkan bahwa Bella tengah mengandung lagi dan sudah rujuk dengan Bram. Seketika tubuh Sheila bergetar ingin rasanya dia menangis menjerit namun Sheila tahan sekuatnya. Alih alih menyerah Sheila malah berpikir bagaimana caranya membuat Bella menderita sama sepertinya lalu di tinggalkan oleh Bram.
Sheila mengakses data rekam medis Bella yang saat itu pernah di rawat di rumah sakit ini namun bersih, tak ada yang bisa di kaitkan dengan kehamilannya. Tentu saja Bram tidak segegabah itu. Tak habis akal, Sheila mencari cara lain.
Melalui fake akun nya Sheila menyebarkan rumor bahwa Bella saat ini tengah hamil di luar nikah, tentu seisi rumah sakit gempar karena yang mereka tau Bella belum bersuami lagi. Bella digunjing dimana mana bahkan di bully di chat grup.
" Kamu kenapa ? " Tanya Bram begitu mendengar istrinya terisak tengah malam di meja makan. Bram kira Bella sedang keluar mengambil air ternyata malah terisak seorang diri.
" Gak papa, cuman cape aja. " Jawab Bella gugup sambil menutup layar ponselnya.
" Jangan bohong, siniin hp kamu .. " Bram mengadahkan tangannya.
__ADS_1
" Gak ada apa apa Bram "
" Kamu mau ngelawan sama suami ? " Jawab Bram tegas. Bukan apa apa Bram juga sudah mendengar desas desus Bella mendapat bullyan di rumah sakit hanya saja Bram ingin tau sendiri dari istrinya agar tidak ada kesalah pahaman, namun ternyata Bella masih begitu tertutup tak membiarkan Bram mencampuri urusannya.
" Kamu keterlaluan " Bella menyerahkan ponselnya lalu membuka kunci layar ponsel itu.
" Aku selalu minta kamu terbuka, kamu jujur, kalo ada masalah bilang. Tapi kamu sembunyiin semua sendiri, apa kamu gak anggap aku suami kamu Bel ? " Jawab Bram sambil mulai membuka chat di ponsel Bella satu persatu, Bram terkaget saat mendapati tiap grup di chat sedang menggunjing istrinya karena hamil di luar nikah dan tak bersuami.
" Ini yang namanya keterlaluan Bel ! Besok aku kumpulin semua. Aku gak peduli ya mereka ngira aku gimana. Harga diri kamu itu berarti harga diri aku juga.
" Maaf Bram aku gak maksud gini, aku cuman gak mau nyusahin kamu .. "
" Aku sadar selama ini aku gak ada artinya buat kamu. Kalo udah cepetan tidur lagi udah tengah malem gak baik buat bayi. Aku di ruang kerja. " Bram berlalu naik ke lantai dua.
" Bram .. " Panggil Bella lirih.
" Hmm ? "
" Kamu gak ada kerjaan kan ? Kamu cuma nghindarin aku, maaf aku nyesel Bram udah bikin kamu marah. "
__ADS_1
" Aku gak marah, aku cuman sedikit kecewa. " Jelas Bram dengan nada yang lebih tenang di banding tadi.
" Aku gak mau tidur sendiri, aku mau di temenin bisa ? " Mohon Bella.
" Ayo .. " Bram merangkul pinggang Bella mengajak nya turun ke kamar mereka.
Esok pagi nya Bram mengumpulkan seluruh staff medis yang tidak berjaga. Bagi Bram ini penting karena sudah menyangkut nama baik istrinya, nama baiknya dan otomatis akan berpengaruh pada image perusahaan termasuk rumah sakitnya.
" Selamat pagi, terimakasih atas waktunya. Langsung saja pada inti permasalahan. Saya mendapatkan kabar rumor buruk di kalangan para koass dan residen tentang Anabella. Disini saya akan mewakili yang bersangkutan untuk mengklarifikasi bahwa benar Bella sedang mengandung, dan saya suaminya. Kami sudah rujuk sekitar 2 bulan yang lalu. Kenapa saya harus membahas hal pribadi disini, karena adanya tindakan bullying dan senioritas yang terjadi. Kabar tidak baik ini bahkan sampai pada presdir Albert dan para pemegang saham yang mengkhawatirkan kualitas rumah sakit pendidikan kita ini menurun. Bullying yang kalian lakukan pada istri saya membuat saya harus berhadapan langsung dengan presdir, yayasan, dan para pemegang saham. Saya tegaskan, siapapun yang melakukan bullying akan saya pastikan mereka tidak lulus dan tidak dapat melanjutkan pendidikan di manapun di negara ini ! Sekalipun korban nya bukan istri saya, saya akan tetap mengambil tindakan ini demi menjaga kualitas SDM kita. Sekian dan semoga menjadi perhatian bagi kalian " Tutup Bram yang langsung turun dari podium dengan raut wajah kesal.
Seketika setelah Bram meninggalkan ruangan, ruangan pun menjadi riuh mereka berdebat tentang kenyataan bahwa ternyata mereka menghujat istri dari pemilik rumah sakit ini.
" Gue bilang apa, cek dulu beritanya. " Ucap seseorang.
" Tapi berarti berita itu validkan kalo si Bella emang hamil. Cuman berita itu juga bilang kalo Bella hamil di luar nikah ! "
" Wah jangan jangan Bella memanfaatkan kesempatan, dia ngejerat dokter Bram sampe dia hamil lagi terus minta pertanggung jawaban .. "
" Eh iya tuh bisa jadi gitu, masa tiba tiba rujuk gitu aja kalo bukan karena hamil duluan. "
__ADS_1
" Parah ! Hati hati deh jangan sampe pasangan kalian di rumah sakit ini di goda sama dia "
Cap buruk sudah melekat pada diri Bella, bagaimana pun di jelaskan nya mereka selalu saja dapat alasan untuk membuat gosip baru meski kini mereka berhenti membully Bella karena tentu saja mereka tidak ingin cari mati.