Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Daddy Albert


__ADS_3

Pagi buta ponsel Bella berdering namun Bella tak mendengar panggilan itu karena sedang berusaha menidurkan Queen yang meminta susu di tengah tidurnya. Bella harus ekstra dalam merawat Queen karena setelah Queen tidak diberikan ASI dan diganti dengan sufor. Bella sering kerepotan karena tidak terbiasa membuat sufor. Selama ini, Queen memang sesekali di beri sufor tapi hanya saat Bella bekerja atau ada keperluan di luar rumah sehingga hanya orangtua dan nanny nya lah yang terbiasa membuatkan sufor.


Setelah Queen terlelap, Bella kembali ke kamarnya melihat layar ponselnya yang menyala.


“Mr.Kevin, ada apa pagi-pagi begini menghubungiku" gumam Bella


Lalu sebuah pesan singkat masuk.


Kevin : Bella, suami mu yang berarti bosku itu hari ini berangkat ke negara asalnya untuk menemui daddy. Jika kamu memerlukan sesuatu hubungilah aku karena Bram kemungkinan akan sulit di hubungi.


Bella : Baiklah, terimakasih Mr.Kevin untuk perhatiannya. Saya baik-baik saja tidak usab khawatir.


Kevin : Tentu, aku tau itu.


Bella pun meletakkan ponsel itu kembali di nakas. Matanya masih ngantuk, tidak biasanya Bella tidur lagi setelah shalat subuh namun saat ini mungkin karena kehamilannya Bella mudah merasa lelah dan malas untuk banyak beraktifitas. Bella pun menerjang kembali ranjang empuknya dan terlelap sampai matahari pagi menerpa pipi lembutnya. Untung saja hari ini Bella masuk siang jadi dia bisa bersantai sesaat. Matanya terbangun saat lapar nya sudah tak tertahankan, Bella beranjak untuk membersihkan diri dan turun ke lantai bawah. Bella melihat Queen sedang bermain dengan nanny nya, sarapan pun sudah tersaji di meja makannya. Bella meminta ART dan nanny nya ikut bergabung makan menemani Bella yang serasa tinggal seorang diri di istana itu.


Bella memberikan pengumuman bahwa saat ini dia sedang mengandung dan meminta semua yang ada di rumah untuk bekerja ekstra karena Bella merasa tidak bisa lagi ikut mengurus rumah dan untuk merawat Queen seperti biasanya. Kehamilannya memang tidak begitu mengganggu, tak ada mual ataupun muntah namun ntah kenapa Bella menjadi sangat malas dan mudah lelah tanpa alasan. Bella pun sudah memutuskan untuk mengundurkan diri di usia kehamilannya yang ke tujuh bulan nanti, tubuhnya sudah tak mentoleransi kegiatan apapun selain rebahan hahaha

__ADS_1


Jam di ponselnya menunjukan pukul 8 malam. Sudah saatnya Bella pulang dari pekerjaannya. Bella melajukan mobilnya dengan santai tiba-tiba panggilan video masuk dari Bram. Bella mengabaikannya, lebih baik menghubungi kembali ketika sudah sampai nanti pikir Bella.


Sesaat setelah sampai dan membersihkan diri Bella balik menghubungi Bram.


“Ya Bram ada apa?" Tanya Bella


“Kamu belum tidur? Aku sedang di hungaria bersama daddyku. Beliau ingin menyapamu." Bram pun menyerahkan ponselnya pada Albert


“Hallo Bella, menantuku" Sapa pria paru baya itu


“Maafkan aku nak karena baru bisa menghubungi mu saat ini, oh ya jangan panggil aku presdir. Panggil saja Daddy Albert sama seperti Bram" Titah Albert


“Baiklah daddy terimakasih atas perhatianmu, Bagaimana kabarmu dad? Maaf aku tidak bisa ikut Bram ke sana." Seru Bella


“Daddy sudah jauh lebih baik, tidak apa nak. Nanti biar daddy saja yang pulang ke Indonesia kalau treatment dad sudah selesai." Ucap Albert


“Tentu Dad, aku selalu mendo'akan kesehatanmu dan menunggu kepulanganmu."

__ADS_1


“Terimakasih nak, kamu lanjutkan dengan Bram ya .. Dad ingin beristirahat." Albert menyerahkan ponsel itu pada Bram


“Bella bagaimana kabarmu dan Queen?" Tanya Bram


“Kami baik-baik saja. Bagaimana denganmu?" Bella balik bertanya


“Akupun, hanya saja untuk pertama kalinya aku mabuk penerbangan haha sampai tadi pagi aku mual muntah" Jawab Bram terkekeh


“Mungkin kamu kelelahan Bram. Jaga dirimu dan beristirahatlah" Titah Bella


“Baiklah Bella, selamat beristirahat" Pamit Bram


“Ya Bram" Jawab Bella singkat


Panggilan video pun terputus. Setelah sekian lama menikah baru kali ini Bram dan Bella saling menyapa melalui panggilan video. Bella merasa hatinya bahagia saat bisa melihat Bram mungkin karena hormon kehamilan yang membuatnya ingin mendapatkan perhatian dari ayah si bayi.


“Nanti akan ada saat yang tepat daddy mengetahui keberadaanmu nak, sabar ya" Ucap Bella sambil mengelus perutnya

__ADS_1


__ADS_2