Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Selesaikan dengan Dewasa


__ADS_3


Bella menggeliatkan tubuhnya, lalu mengerjapkan matanya yang perlahan mulai terbuka.


“Bella .. Sudah bangun?” Bram tersenyum mentap Bella


“Kamu pasti lapar, aku minta maaf atas perlakuan kasar ku kemarin. Biar aku merawat mu sekarang" Pinta Bram yang lalu mengambilkan sup krim


“Kemarilah aku akan membantu mu duduk dan menyuapimu ya" Tanya Bram


“Hmm" Bella hanya menjawab singkat


Bella makan dengan lahap, tidak dapat di pungkiri bahwa perut Bella sudah merengek ingin di isi di tambah lagi tangan Bram yang lihai menyuapi.


“Sepertinya kamu sudah bisa makan dengan baik jadi aku akan mencabut infusan mu ya" Seru Bram


“Baiklah, terimakasih" Jawab Bella lemah


“Bella, aku minta maaf aku emosi kemarin" Ucap Bram sembari merapikan bekas infus


“Tidak apa, aku sudah paham saat kamu marah kamu suka meledak-ledak" Jawab Bella


“Jangan pahami kesalahan aku Bel. Aku semakin merasa bersalah"


“Kenapa harus bersalah? Jelas disini selalu aku yang salah. Kamu sudah berusaha sebaik mungkin bekerja dan merawat anak-anak saat aku hanya diam saja"


“Kita manusia biasa tentu akan melakukan kesalahan." Jawab Bram


“Istirahatlah, aku akan menemanimu. Besok siang kita bisa lanjutkan pembicaraan kita" Titah Bram


“Baiklah" Bella berbaring dan memunggungi Bram


.


.


Bella menggeliat ketika adzan subuh berkumandang. Matanya terbangun saat mendapati sesuatu yang berat melingkar di pinggangnya. Ternyata tangan Bram, sudah lama Bram tidak tidur bersama Bella.


Bella memindahkan lengan kokoh Bram ke sampingnya lalu bangkit dari ranjangnya.


“Sudah bangun?" Tanya Bram dengan suara berat khas bangun tidur

__ADS_1


“Hmm .. sudah subuh" Jawab Bella


Tak lama Bram pun ikut bangkit dari tidurnya, dan menyusul Bella untuk melaksanakan shalat subuh bersama.


“Bella, sudah lama ya tidak seperti ini" Bram mengawali pembicaraan


“Ya sepertinya begitu" Jawab Bella singkat


“Kamu masih mau istirahat?" Tanya Bram


“Enggak ko. Kenapa?" Bella mendekat dan duduk disamping Bram yang tengah bersandar di ranjangnya


“Ayo selesaikan masalah kita dengan dewasa Bel. Bisa?" Pinta Bram


“Memangnya masalah apa? Bukannya semua sudah selesai? Aku sudah minta maaf kamu pun begitu"


“Itu bukan penyelasaian. Itu pelarian. Kamu berubah tentu ada sebabnya dan ketidak mengertian ku pun ada sebabnya. Mari kita bicarakan dengan tenang. Kenapa kamu jadi begini coba jelaskan?"


“Baiklah, jujur awalnya aku mengira hubungan kita tidak akan sejauh ini. Aku sudah berharap akan melanjutkan kuliah memiliki pekerjaan yang layak dan melakukan hobiku sebelum nanti aku akan menemukan pasangan yang mencintaiku. Namun semua kandas karena kini ada Zayn, aku tidak mungkin melakukan semuanya dan mengabaikan bayi kecilku. Aku kecewa pada diriku sendiri Bram. Pada akhirnya aku terjebak lagi oleh keadaan. Aku tak bisa mewujudkan impianku yang tertunda karena saat memiliki Queen" Jelas Bella


“Jadi kamu merasa terjebak dengan pernikahan kita dan tidak bisa menerima keberadaan Zayn? Apa kamu ingin pernikahan ini berakhir?" Tanya Bram


“Ya dulu sebelum ada Zayn aku menginginkannya. Tapi kini, aku akan bersikap egois jika melakukannya" Jawab Bella


“Jangan munafik Bram, aku lalai sebentar saja kamu murka hingga melukai ku apalagi jika aku kuliah dan kembali bekerja" Sindir Bella


“Aku sudah bilang ketidak mengertianku pun ada sebabnya. Selama ini kamu tidak terbuka hanya selalu membahas butuh waktu ingin sendiri. Kamu menghindar untuk menjelaskan. Aku bukan cenayang yang bisa tau isi pikiran mu" Jelas Bram


“Ya Aku salah Aku minta maaf. Jadi kamu mau bagaimana?" Tanya Bella


“Aku akan mengijinkan mu melakukan apapun yang kamu mau selama itu baik. Dengan syarat kamu harus tetap merawat anak-anak dengan baik. Bisa?" Tanya Bram


“Aku tidak berjanji, tapi aku bisa mencobanya"


“Kamu mau kuliah apa? Aku bisa membantumu"


“Aku ingin masuk kedokteran tapi umurku hampir 24th rasanya tidak mungkin"


“Kenapa tidak mungkin? Bisa saja. Perusahaan ku sponsor utama untuk beasiswa di salah satu PT swasta terbaik, aku bisa merekomendasikan mu" Jelas Bram menggebu


“Serius? Tapi aku malu jika masuk karena koneksi"

__ADS_1


“Ayolah Bell, aku tau kamu pintar hanya saja jika kamu ingin mewujudkan mimpi itu kamu tetap harus punya sedikit keberuntungan. Anggap saja beasiswa dari ku" Bujuk Bram


“Baiklah, terimakasih Bram" Bella memeluk Bram erat


“Tiga bulan kita bertengkar hebat, hanya satu jam kita berbaikan. Mudah sekali ya Tuhan membalikan perasaan" Goda Bram


“Aw .." Bibir Bella terasa perih saat menbrak pundak Bram


“Kenapa? Sini lihat" Bram memperhatikan luka di bibir Bella yang kembali mengeluarkan sedikit darah


“Kamu ih masih aja ceroboh. Meluk juga kalem dikit napa Bel" Bram beranjak dan mengambil kotak P3K


Bram memegang dagu Bella dan merawat luka Bella dengan lembut, sampai kedua mata mereka beradu beberapa detik saling menatap membuat dada Bram bergemuruh. Gairah itu muncul begitu saja setelah hampir 5 bulan lamanya tidak saling bersentuhan. Bella hanya mentap sayu saat melihat mata Bram yang penuh dengan kilatan gairah seolah mengijinkan Bram melakukan apapun.


“Aku tau tatapan itu. Lakukanlah jika kamu menginginkannya Bram." Bisik Bella di telinga Bram menyunggingkan bibirnya tersenyum penuh kemenangan. Tanpa bicara Bram membaringkan tubuh Bella hingga berada di bawahnya dan mulai mengecup bibir Bella lembut hingga turun ke bagian lehernya. Bella yang sama-sama menikmati hanya memegang erat punggung Bram


“Aku merindukan ini Bella, kehangatanmu harum tubuhmu" Seru Bram di tengah permainan panas mereka


“Aku pun" Jawab Bella singkat


Jadilah awal pagi itu di isi dengan penuh kehangatan *Sebenarnya panas sih bukan hangat haha ..


Bram mengecupi punggung Bella saat keduanya telah lelah beradu gairah.


“Bram aku lupa, aku tidak pake kontrasepsi. Jangan bilang kamu mengeluarkannya di dalam" Seru Bella panik


“Tenang, aku profesional. Tentu aku tidak sembarangan mengeluarkannya" Jawab Bram


“Syukurlah, jangan sampai tiap tahun aku melahirkan anak"


“Haha aku tidak setega itu Bella. Melihatmu menderita saat melahirkan Zayn saja sudah cukup mengerikan. Kita bisa menundanya sampai kamu mewujudkan mimpi-mimpimu" Bram mengusap lembut wajah Bella


“Aku bisa jatuh cinta padamu, kalau kamu terus-terusan bersikap sehangat ini" Bella tersenyum


“Jangan jatuh cinta, saat kamu mencintaiku belum tentu kamu akan memaafkan kesalahan ku semudah sekarang"


“Kenapa?" Tanya Bella bingung


“Karena kekecewaan nya akan sama dalamnya dengan rasa cinta" Jawab Bram singkat namun penuh arti


“Kamu benar Bram, aku pernah merasakan itu dulu dan kekecewaannya pun masih membekas sampai saat ini"

__ADS_1


“Seperti itulah hati manusia, makannya jangan sampai jatuh cinta. Ya mungkin maksudnya jangan berlebihan dalam mencintai." Jelas Bram


Bella hanya mengangguk dan masuk dalam pelukan Bram lalu tak lama matanya mulai terlelap dengan nyaman.


__ADS_2