Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Kamu Obatku


__ADS_3

Bram kini berada di pabrik barunya di temani oleh Bryan. Bryan merencanakan untuk perbaikan dan pengembangan bangunan pabrik agar sesuai dengan yang Bram inginkan.


" Saya salut pada anda karena masih bisa survive dengan kerugian besar bahkan masih mengembangkan pabrik ini. Kalau perusahaan lain mungkin memilih untuk stop project. "


" Ya awalnya saya juga berpikir seperti itu. Namun saya rasa, saya tidak ingin mengalah pada keadaan. Dengan adanya pabrik ini, akan mampu meningkatkan produksi. Saya bisa memenuhi permintaan konsumen lebih banyak lagi dan seiring waktu kerugian saya akan tertutup oleh keuntungannya. Saya hanya perlu untuk bertahan sampai waktunya tiba. "


" Saya suka dengan keyakinan anda. "


Mereka berkeliling dari satu tempat ke tempat lain ditemani juga oleh seorang manager pabrik yang di pilih Kevin. Seorang wanita muda, cerdas, cantik dan berpendidikan bernama Ellea. Ellea berusia 29 tahun namun masih melajang karena lebih senang mengejar karir.


" Pagi Mr.Bram selamat datang. Perkenalkan saya Ellea, saya bertugas untuk menjadi asisten Mr selama di singapura. "


" Pagi Ellea, ya saya sudah dengar dari Kevin. Oh ya perkenalkan ini Mr.Bryan yang akan bertanggung jawab melanjutkan pembangunan pabrik. "


" Bryan Alexander .. " Bryan memberikan jabat tangan pada Ellea.


" Ellea anindita .. "


" Ok, kamu tidak memberitahukan kedatangan saya kan ? "


" Tidak Mr. "


" Bagus, sepertinya saya akan sidak kebagian management pabrik. "


" Tentu, mari ikuti saya Mr .. "


Bram dan Bryan mengikuti Ellea ke bagian di mana management pabrik berada, sebuah gedung kantor yang bersebelahan blok dengan pabrik. Tak ada yang banyak tau mengenai Presdir mereka akan datang sehingga mereka hanya bersikap santai.


Dengan langkah tegas, Bram memasuki ruangan dan berdiri di tengah-tengah para staf dan petinggi.


" Good morning ladies and gentlemen .. Kita kedatangan tamu agung pekenalkan Presdir Bram Alberth Wijaya yang secara khusus datang untuk melihat perkembangan pabrik dan management di negara ini. "


" Presdir ? Presdir Bram .. Se selamat datang .. "

__ADS_1


Serempak mereka menyambut Bram, ada sebagian yang menjadi pucat takut kinerja nya di kritik ada juga yang mungkin memang memiliki dosa pada perusahaan.


" Dalam 10 menit, berkumpul di aula. Saya akan mengadakan rapat darurat. Siapkan persentasi untuk pemimpin setiap bagian. Saya ingin tau kinerja kalian terutama bagian keuangan ." Tegas Bram


Seketika seisi ruangan di buat terkena serangan panik, ada yang sibuk menyiapkan materi ada yang sibuk menyusun pembukuan dan masih banyak hal lain. Bram sengaja memberi waktu singkat agar mereka yang curang tidak dapat menutupi kecurangannya.


Meeting mendadak itu di mulai satu persatu pemimpin divisi memberikan laporan kerja nya, tak ada yang ganjil pada awalnya sampai Pras mencocokkan data dari tim keuangan dengan data dari tim produksi. Ada selisih yang cukup besar sampai ribuan dollar, benar saja ucapan Kevin tentang kemungkinan masih adanya yang menggerogoti perusahaannya dari dalam.


" Panggil seluruh tim pengelola produksi dan tim keuangan ! " Perintah Pras pada Ellea.


" Baik Presdir .. " Ellea tersentak karena nada Pras yang meninggi.


Ketika semua orang yang Pras panggil datang ke ruangan, tanpa basa basi Pras langsung melontarkan kata-kata pedas.


" KALIAN SAYA PECAT. SILAHKAN PERGI DARI PERUSAHAAN SAYA ! "


" Tapi Mr Bram kenapa ? " Tanya salah seorang dari mereka


" Masih bertanya kenapa ? Tim kalian adalah tim paling korup, kalian bekerja sama untuk memeras keuntungan dari perusahaan Saya. Mustahil kalian tidak tau sekalipun ada di antara kalian yang tidak menikmatinya, namun dengan membiarkan tindakan ini kalian sudah ikut menjadi komplotan penjahat ! "


" Apa anda pernah mendengar saya memberi kesempatan kedua ? Jangan harap. Masih untung saya tidak menyeret kalian ke penjara." Ucap Pras dingin


Pras angkat kaki dari ruangan itu, Pras membuka kancing bagian atas nya lalu menarik dasinya sembarang. Dadanya sangat panas, ingin rasanya menyeret mereka namun Pras tidak ingin menghamburkan banyak tenaga. Saat itu Bryan menyaksikan ke kalutan Bram lalu mendekat dan menepuk pundak Bram perlahan.


" Bisa saya bicara santai ? "


" Sure .. "


" Tenanglah Bram, saya pernah diposisi mu bahkan mungkin lebih parah. Bisnis saya hancur istri saya sakit dan kami tak memiliki anak untuk mengobati luka kami. Kamu masih punya tempat pulang untuk menenangkan diri. Pulanglah Bram dekap istri dan anak-anakmu. "


" Lalu tentang rencana pembangunan pabrik ? "


" Percayakan saja pada saya. Setiap waktu saya akan mengabari perkembangannya, kamu juga bisa memantau kapanpun. Tidak ada yang akan saya sembunyikan. "

__ADS_1


" Ya anda benar Bryan, terimakasih. "


" Oh ya satu lagi. Berhati-hatilah dengan wanita bernama Ellea. Saya perhatikan dia memandangmu dengan cara yang berbeda. "


" Ck .. Saya memang selalu saja bertemu dengan pandangan menjijikam seperti itu. "


" Jangan sampai dia membawa badai pada rumah tangga kalian. "


" Tentu tidak akan, hubungan kami hanya sebatas bisnis. "


Bryan mengangguk lalu mempersilahkan Bram untuk pulang ke mansion Bryan mengambil beberapa barangnya lalu kembali ke Indonesia. Kunjungan Bram di percepat yang rencananya akan seminggu menjadi hanya 3 hari saja.


Bram berangkat dengan pesawat sore dan sampai malam hari di Indonesia. Bram sampai di rumah keadaan rumah sudah sepi sepertinya Bella pun tidur di atas, Bram segera membersihkan diri di kamar utama. Setelah selesai barulah Bram naik ke atas menemui Bella. Tanpa aba-aba Bram menggendong tubuh Bella membuat si empunya hampir menjerit kaget namun tersadar yang menggendongnya suaminya.


" Bram ? Kapan pulang ? Bukannya masih 4 hari lagi. "


" Ssuutt jangan berisik nanti anak-anak bangun. Aku tak tahan merindukanmu. " Bram berbisik di telinga Bella membuat Bella bergidik.


" Lalu mau kemana kita ? " Bella bertanya ketika Bram mulai menuruni anak tangga.


" Ke kamar kita sayang. Kepalaku pusing dan aku butub obat. "


" Obat ? " Bella bingung karena kesadarannya yang belum sempurna.


" Iya obatnya kamu ! " Bram membawa Bella masuk lalu mendaratkan tubuh Bella di ranjang.


Ahh kini Bella mengerti maksud Bram, Bella hanya tersenyum nakal melihat suaminya melepaskan kaos putih yang menutupi tubuh atletisnya. Bella menggigit bibir bawahnya menggoda Bram membuat Bram semakin menegang.


" Kamu memang selalu mengerti apa yang aku inginkan. " Bram mulai ******* setiap inci tubuh Bella membuat Bella menjerit nikmat.


" Kamu sangat bersemangat Bram, membuat mu terlihat semakin luar biasa. "


" Tentu aku slalu bersemangat dengan hal yang satu ini. " Bram menghentakkan penyatuan mereka menikmati setiap gerakan dan erangannya.

__ADS_1


" Aw Bram .. " Bella mencengkram kuat lengan Bram hingga meninggalkan bekas kuku dan menggores kulit Bram. Namun Bram tidak keberatan, justru semakin bersemangat melihat Bella yang terus mengerang dengan keringat yang membasahi tubuhnya hingga terlihat mengkilap dan lebih menggoda dari biasanya. Rambut Bella yang tergerai panjang menutupi sebagian wajahnya bergerak gerak melewati bibir nya seiring hentakan naik turunnya Bram membuat penampilan Bella semakin menantang. Dalam paduannya, Bram mempercepat tempo mereka hingga terengah lalu mendapatkan pelepasan yang sempurna. Bram ambruk di pinggir tubuh Bella memeluk Bella lalu terlelap bersama.


__ADS_2