Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Kembali Bersama


__ADS_3

Paginya Bram menjemput Bella ke rumah sakit. Bella menghampiri Bram dengan raut wajah berantakan namun masih bisa tersenyum manis.


" Morning .. " Sapa Bram yang langsung mencium pipi Bella begitu Bella duduk di sampingnya.


" Morning Bram " Balas Bella.


" Apa hari ini kamu sangat lelah ? Sebenarnya kita bisa menunda ini, tapi kalo kamu gak keberatan. Aku udah urus berkas rujuk kita. Kita hanya tinggal ijab qabul lagi. " Tanya Bram di perjalanan.


" Aku lelah, tapi kalo mau sekarang ya kita lakukin aja. " Jawab Bella singkat.


" Serius ? " Bram tak menyangka akan semudah dan secepat itu Bella menjawab.


" Iya, cepet atau lambat bakal nikah juga kan akhirnya ? "


" Thanks Bella. Aku udah ijin daddy sama ayah ibu juga, kita bisa ijab qabul setelah mereka datang. Aku tinggal panggil penghulu kalo semua udah siap " Jawab Bram antusias.


Sepanjang jalan Bram menggenggam tangan Bella, menjalarkan seluruh kebahagiaannya pada Bella. Bella pun merasakan itu, meski mungkin tak seantusias Bram. Membuka lagi hati pada pria yang pernah manyakiti itu bukan perkara mudah.



" Kamu pake kuku palsu ? " Tanya Bram sambil mengerutkan keningnya.


" Iya tadi nyoba punya Amanda, katanya buat acara sama Akbar gak tau acara apaan. Aku di kasih satu set toh hari ini aku gak kerja jadi langsung pake aja. "


" Nanti kalo kamu jadi dokter bedah gak bakalan punya waktu buat pasang ginian, buat cuti liburan aja kadang baru berangkat udah harus balik lagi ada pasien darurat .. " Kekeh Bram.


" Apa aku berenti aja jadi dokter ? " Tanya Bella dengan tatapan kosong ke depan.


" Kenapa ? Ini kan cita cita kamu. " Bella menggeleng tak menjawab.


" Kamu ada masalah ? " Introgasi Bram.


" Gak ada ko, aku baik baik aja cuman cape ditambah hamil muda, morning sickness parah, lemes, pusing. " Keluh Bella berusaha menyembunyikan kebenaran.

__ADS_1


" Masa nyerah sih ? Bella yang aku kenal gak gampang nyerah loh ! " Bram menyemangati.


" Dede nya cape kali Bram " Bella mengelus perutnya yang masih rata meski bukan itu alasan Bella ingin menyerah.


Menikah kembali dengan Bram adalah suatu keputusan besar bagi Bella. Setelah nya Bella akan menerima lebih banyak tekanan, lebih banyak musuh, dan lebih banyak aturan. Seperti yang Bella rasakan dulu, dia akan hidup di sangkar emas. Mempertimbangkan segala resiko yang ada, Bella semakin ingin melepas mimpinya demi kehamilannya demi ketenangan rumah tangganya.


" Kita beli dulu gaun buat kamu nanti Bel .. " Ajak Bram membuyarkan lamunan Bella.


" Gak usah Bram, aku mau pake yang ada aja. Lagian aku cape banget pengen istirahat selagi nunggu yang lain kumpul. Oya Bram kabari juga Akbar tolong " Pinta Bella.


" Hmm oke deh aku ikut kamu aja " Bram menatap Bella sekilas lalu tersenyum manis.


Mereka sampai di rumah, belum ada siapa siapa selain mereka dan anak anak. Bella memutuskan untuk membersihkan diri lalu tidur sejenak, ya Bella sangat membutuhkan tidur saat ini. Selagi Bella tidur Bram mempersiapkan segalanya, mulai mendekor dengan hiasan sederhana namun elegant. Para koki juga menyiapkan sajian untuk keluarga, anak anak sudah Ayu amankan agar tidak mengganggu persiapan. Meski mendadak, dengan uang semua menjadi terwujud dengan mudah.


Ibu mengusap rambut Bella lembut, merasa mendapatkan belaian hangat Bella membuka matanya perlahan.


" Anak Ibu sayang .. " Panggil Sita.


" Gak papa nak .. Ibu turut bahagia kamu memutuskan untuk rujuk dengan Bram, Ibu berharap kali ini Bram tidak mengecewakan mu. " Bella memeluk Sita hangat, sudah lama juga tidak bertemu dengan Ibu nya itu.


" Semua udah kumpul, sekarang kamu mandi terus siap siap. Penghulu juga dalam perjalanan. Ibu tunggu di bawah ya sama cucu cucu Ibu. "


" Iya Bu, makasih " Bella bangkit dari ranjang seiring Sita yang sudah bergerak keluar dari kamarnya. Dilihat jam menunjukkan pukul 2 siang. Lama juga Bella tertidur.


Bella melakukan ritual mandinya, setelahnya segera berpakaian gaun putih khas pengantin yang akan melalui prosesi akad nikah. Bella menatap pantulan wajahnya di cermin lalu beralih ke jendela. Di tatapnya hamparan langit nan luas.


Semoga kali ini aku beruntung .. Harap Bella



Bella membiarkan rambutnya terikat sederhana, dengan riasan wajah minimalis namun tak memudarkan kecantikannya. Satu jam setelah persiapan Bella pun turun ke arah ruang utama, Bella cukup kaget dalam waktu yang singkat rumahnya sudah berubah dengan dekorasi bernuansa putih ditabur mawar putih di sekitarnya.


" Wah calon pengantinnya udah turun, cantik banget sih .. Kamu bener bener ya bikin surprise besar kayak gini " Sambut Amanda.

__ADS_1


" Maaf ya mendadak, salahkan Bram yang sudah tak sabar "


" Kalau begitu minggu depan giliran kalian yang harus menghadiri acara pertunangan kami. " Tambah Akbar


" Kalian juga membuat kejutan untukku. Kami pasti datang Barm. Terimakasih " Jawab Bella.


Bram dan Bella kini duduk bersanding berdua di depan penghulu dan ayah Bella. Akad nikah pun di mulai, ini bukan sesuatu yang baru bagi mereka namun rasanya tetap saja berdebar.


" Saya terima nikah dan kawinnya Anabella Romaisa .. " Ucap Bram dalam satu tarikan nafas.


" Sah, Barakallahulaka Wabaraka'alaika Wajama'abainakumaa fii khair " Penghulu melafalkan do'a kini Bella dan Bram resmi kembali menjadi pasangan suami istri.


Bram tak bisa menyembunyikan raut bahagianya, berulang kali Bram mengucap syukur Bram juga menghampiri kedua orangtua Bella dan daddy nya. Memohon restu dan berjanji kali ini dirinya tak akan lagi mengecewakan mereka.


" Bram, daddy turut berbahagia. Tidak sia sia daddy menahan Bella dengan harapan bisa kembali bersatu dengan mu. Bram jaga Bella untuk daddy " Pinta Albert


" Tentu Dad .. terimakasih " Bram memeluk daddy nya erat.


Suasana menjadi haru dan membahagiakan, air mata keduanya pecah begitu pun tamu yang menjadi saksi bagaimana perjalanan cinta antara Bram dan Bella yang penuh lika liku. Setelah akad selesai, mereka mengadakan makan malam keluarga. Acara berlangsung sampai pukul 7 malam, setelahnya para tamu pun berpamitan pulang.


Pukul 9 malam baik Bram maupun Bella telah selesai dengan ritual mandinya dan mengganti pakaian dengan piyama. Anak anak sudah lebih dulu tidur bersama Ayu, Ibu dan Ayah menginap karena jarak yang cukup jauh. Bella merebahkan tubuhnya yang terasa remuk dan lelah apalagi perutnya yang semalam sempat kram.


" Terimakasih sayang .. " Bram mengecup kening Bella lalu ikut merebahkan tubuhnya dan merekatkan tangannya pinggang Bella sambil sesekali mengelus perut Bella.


" Sama sama Bram. Tapi kamu jangan minta hak mu malam ini ya ? " Bella menatap Bram dengan puppy eyes nya.


" Haha gak lah Bel, aku tau kamu cape kamu juga harus istirahat besok masuk pagi kan ? " Tanya Bram sambil mengusap rambut Bella


" Iya .. Aku mau bobo " Rengek Bella


" Yaudah selamat tidur istriku "


" Haha geli ih dengernya " Bella menenggelamkan kepalanya dalam pelukan Bram.

__ADS_1


__ADS_2