Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Wedding Day


__ADS_3

Gedung Islamic Center


Hari H tiba. Tanggal 28 Februari pernikahan presdir Wijaya Group di selenggarakan meriah meski hanya di hadiri petinggi perusahaan, sahabat dan keluarga inti mempelai wanita. Keluarga Bram tidak hadir karena Ayah Bram masih mendapatkan perawatan di negara kelahirannya Hungaria, sedangkan keluarga Ibu Bram di Bandung pun sudah tidak banyak di ketahui keberadaanya. Ya, Bram adalah keturunan blasteran. Ayahnya berasal dari Hungaria dan Ibunya berasal dari Bandung.


Flash Back On

__ADS_1


Kedua orangtua Bram bertemu saat Ibu Bram berlibur ke Budapest. Merekapun memutuskan menikah dan tinggal di Eropa sana sampai di karuniai Bram anak satu-satunya. Setelah melahirkan Bram, ibunya sering sakit-sakitan karena kanker ovarium stadium 3. Sampai di usia Bram yang ke 9 sang Ibunda berpulang kepada yang Maha Kuasa. Ayah Bram, Presdir Albert Smith tidak pernah menikah lagi selepas itu, beliau fokus membangun usaha dan sebagai bentuk cintanya kepada mendingang sang istri, beliau membangun perusahaan yang di beri nama Wijaya Group. Nama itu di ambil dari nama keluarga Ibunya Bram yaitu Venya Wijaya. Perusahaan berkembang pesat di Eropa dan melebarkan sayap ke Negara-negara di Asia terutama Indonesia tempat kelahiran Ibunda Bram. Setalah Bram masuk fakultas kedokteran, Wijaya Group membangun Rumah Sakit pertamanya di Indonesia yang bernama Wijaya Medical Center. Rumah sakit itu dibangun khusus untuk mendukung pendidikan dan karir putra semata wayang Presdir Albert. Sayang kecelakaan malang itu terjadi, Presdir Albert harus memberikan tanggung jawab yang jauh lebih besar pada Bram yaitu menjalankan seluruh Wijaya Group. Presdir Albert paham bahwa putranya tidak terlalu tertarik pada bisnis, sehingga tidak memaksa Bram mengikuti jejaknya malah mendukung Bram untuk meraih kesuksesannya di bidang medis. Bram yang menyadari kerja keras Ayahnya memutuskan untuk berhenti sementara dari profesinya sebagai dokter dan fokus pada perusahaan. Ternyata bisnis tak seburuk yang Bram bayangkan.


Flash back Off


Penghulu memulai akad, terdengar suara dari Ayah Bella “Bram Albert Wijaya, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Anabella ... ” disambut riuh suara SAAAHH

__ADS_1


Kedua mempelai, para saksi dan penghulu pun berdo'a. Bella dengan kebaya putihnya mendekati Bram dan mencium punggung tanga suaminya. Bram pun mengecup kening Bella dengan lembut. Mereka saling bertukar cincin untuk yang kedua kalinya setelah acara lamaran itu.


Resepsi berlangsung sampai sore hari. Berbagai hiburan di tampilkan, Band ataupun Solo. Bram bahkan ikut berkontribusi dengan menyumbangkan sebuah lagu dengan menggunakan gitar. Tidak disangka ternyata Bram cukup lihai dan memiliki suara yang merdu. Seluruh tamu undangan di buat kagum oleh Bram. Presdir dingin itu ternyata punya sisi hangatnya sendiri. Bella menatap Bram dari kursi pelaminannya, dia bergumam bahwa suaminya terlalu sempurna sebagai pria. Mapan, tampan, bertanggung jawab dan taat. Tidak sia-sia Bella berkorban perasaannya atas Akbar untuk saat ini. Setidaknya masalahnya telah selesai dan dia tinggal menjalankan tugas yang telah di tentukan sampai tiba saatnya Bram melpasnya. Bila saat itu tiba, Bella akan merasa siap karena tidak lagi terjerat permasalahan dan dia bisa mencari pria yang benar-benar mencintainya.


“Kita akan sama sama bahagia meski dengan jalan berbeda Bram" Ucap Bella dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2