
Hari ini hari ke dua Bram di Bandung, selesai melaksanakan shalat subuh Bella turun ke dapur menyiapkan sarapan. Bram yang mendengar sudah ada keramaian di rumahnya, keluar dari kamar dan mencari sumber suara. Ternyata Bella sedang memotong sayuran untuk membuat sayur sop.
“Bella, kenapa pagi sekali sudah menyiapkan sarapan?" Seru Bram dari belakang
“Aku masuk pagi hari ini. Aku takut terlambat" Jawab Bella
“Apa kamu tidak lelah? Aku bantu ya" Tawar Bram
“Aku baik-baik saja Bram. Temani saja Queen di atas" Titah Bella
Bram beranjak ke lantai dua menuju kamar Queen.
Ceklek ..
“Queen masih tidur rupanya." Gumam Bram
Bram merebahkan tubuhnya di sofa samping ranjang Queen, badannya terasa remuk setelah menemani Bella kemarin.
“Harus aku akui mungkin aku sudah tua sekarang" Gumamnya sambil tersenyum.
Pukul 06.30 Queen terbangun dari tidurnya, Bram menggendong Queen yang menangis mencari momy nya.
“Ayo Queen daddy akan mengantar mu pada Momy" Ucap Bram yang sedang menuruni anak tangga.
__ADS_1
“Bella, Queen bangun dan menangis. Sepertinya dia menginginkan mu" Ucap Bram
“Sebentar ya Queen, momy sedang memasak sup krim mu" Jawab Bella
30 menit kemudian semua hidangan telah tersedia di meja makan. Termasuk sarapan untuk Queen. Semenjak Queen sudah bisa MP-Asi Bella tidak pernah memberinya bubur bayi instan. Bella lebih memilih repot memasak dengan bahan-bahan organik dan mengikuti panduan yang di berikan ahli gizi serta dokter spesialis anak.
“Queen beruntung punya kamu Bell. Kamu mengurus Queen dengan sepenuh hati." Ucap Bram kagum
“Pendidikan formal ku mungkin tidak seberapa Bram, tapi semenjak Queen lahir aku terus belajar untuk menjadi Ibu yang baik baginya. Mendadak aku jadi nanny, ahli gizi, dan perawat haha" Canda Bella
“Aku rasa kamu memang cukup pandai Bella. Apa sebenarnya cita-citamu andai hidup berjalan normal seperti yang kamu harapkan?" Tanya Bram
“Hmm, dari kecil aku ingin menjadi dokter. Bahkan waktu SMA aku mengikuti seleksi di fakultas kedokteran dan lolos lewat jalur mandiri. Sayangnya, saat itu orangtua ku sudah tak memiliki tabungan untuk melanjutkan pendidikan ku, kamu tau sendiri pendidikan dokter itu butuh biaya besar. Akhirnya aku mengikuti seleksi analis kesehatan yang jauh lebih ringan. Hanya 4jt waktu itu untuk biaya masuknya. Namun tetap saja itu terlalu berat untuk kedua orangtuaku karena saat itu mereka juga berhadapan dengan biaya wisuda kedua kakak ku. Setelah lelah mengikuti berbagai seleksi aku memilih mundur. Bukan karena menyerah, tapi aku ingin menerima kenyataan dan tidak terbuai pada harapan" Jelas Bella panjang lebar
Bram yang mendengarkan penjelasan Bella hanya diam merenungi nasib yang tidak pernah berpihak pada Bella.
“Tidak, aku hanya sedikit kecewa. Bagaimanpun rencana Tuhan itu pasti baik. Buktinya aku diberikan pekerjaan yang layak dan di anugrahi putri yang cantik" Jawab Bella dengan tersenyum
“Kamu tampak sangat tegar Bell meski aku tau berat untukmu menerimanya" Seru Bram
“Tenang Bram, aku bukan Bella yang dulu pertama kamu temui. Aku ingin membuka lembaran baru dan menikmati hidup" Jelas Bella
“Ya kamu harus melakukannya Bella. Aku yakin kamu mampu" gumam Bram dalam hatinya
Mereka pun menyelesaikan sarapan paginya. Bram bersama Queen mengantar Bella ke tempat kerjanya. Karena berada di sebuah Mall jadilah Bram mengajak main Queen di sebuah tempat bermain anak. Bram ikut masuk dan mengawasi Queen yang sedang berada di kolam bola. Bram mengabadikan beberapa aktifitas Queen dari mulai naik kuda, masuk rumah-rumahan, mandi bola dll. Hingga hampir waktunya makan siang. Bram menggendong Queen yang tertidur di pangkuannya dan menemui Bella di stand area nya.
__ADS_1
“Bella, ayo kita makan siang" Ajak Bram
“Oke, kita makan di food court aja ya? Biar deket" Tawar Bella yang di setujui Bram
Tibalah mereka di foodcourt dan memesan beberapa makanan. Bram tidak melepaskan Queen dari pangkuannya.
“Bram makanlah dulu biar Queen aku gendong" Tawar Bella
“Ga papa Bell biar aku aja, kamu duluan makan nanti kita gantian" Titah Bram
Bella yang merasa tidak tega lalu menyuapi Bram bergantian dengan makanannya sendiri.
“Kalo gini kan lebih cepet, kita juga sama-sama makan" Seru Bella
“Ga malu?" Tanya Bram
“Kenapa malu? Orang-orang malah ngiri kali Bram haha" Canda Bella
Selesai makan siang Bella mengajak Bram untuk belanja ke market beberapa bahan pokok dan keperluan Queen. Karena Queen sudah bangun, Bella menurunkan Queen ke stroller nya.
“Tanganmu bisa copot daddy" Seru Bram pada Bella saat mengambil Queen dari pangkuan Bram
“Ah iya, terimakasih" Jawab Bram kaget
Bermain sudah, makan siang sudah, belanja sudah kini saatnya untuk Bram dan Queen pulang. Sedangkan Bella kembali ke stand areanya karena masih harus melanjutkan pekerjaan.
__ADS_1
“Semangat ya momy" Ucap Bram menirukan Queen