
Sore hari setelah kelas usai, Bram menunggu Bella di area parkir bersama Pak Andi supir pribadi Bella. Tak berapa lama Bella datang mendekati mereka.
" Kenapa kamu disini ? " Tanya Bella ketus.
" Loh Pak Andi aku yang gaji loh Bel ! "
" Tapi kan itu aset yang kamu jalanin bisnis punya aku sama anak-anak jadi aku juga keitung gaji Pak Andi sama kamu juga. "
" Iya deh cewek mah gak pernah salah .. Aku ngobrol aja sama Pak Andi sambil mau minta anter besok karena Kevin gak bisa ikut. "
" Kemana ? "
" Ke daerah Tasik aku mau survey langsung ke rumah sakit yang ajuin kerja sama selain mau invest aku juga mau hibah alat kesehatan yang mereka perlu karena disana alat-alat masih ada yang belum lengkap atau kurang banyak kuantitasnya sehingga gak nampung cukup banyak pasien yang akhirnya di alih ke kota. Aku juga mau buat rumah singgah untuk keluarga pasien yang jauh dari rumah sakit. "
" Terus ? "
" Tapi Pak Andi katanya besok mau anter Queen ke taman baca dari sekolah. Gimana kalo kamu aja yang temenin ? Ini juga kan aset kamu, kamu harusnya tau aku pake apa aja, gak takut gitu aku selewingin ? " Goda Bram
" Aku lebih takut di apa-apain daripada kamu nyeleweng "
" Serius ini, ikut ya ? Biar kamu tau. Nanti kamu udah lulus kuliah kamu juga harus ikut urus aset-asetmu ini Bel. "
Bella merenung sejenak, jika di ingat perlakuan Bram akhir-akhir ini cukup baik namun tentu tak menghapus karakter buruk nya yang bisa berubah kasar dan mengerikan dalam sejenak. Bella berpikir baik-baik untuk menghindari hal yang tak di inginkan.
" Aku ajak Akbar boleh ? "
" Kenapa ? Kamu gak percaya sama aku Bel ? Hmm ok deh boleh aja kalau emang Akbar bersedia cuman setau aku Akbar lagi sibuk-sibuknya untuk launching new produk sama kaya daddy. "
" Yaudah aku ikut, tapi kamu harus kasih tau lokasinya dimana biar kalo apa-apa aku ada jaminan aman. "
" Astaga .. Share live location aja sekalian " Gerutu Bram yang langsung di aminkan Bella.
" Good idea ! Ok deal. Besok jam berapa ? "
" Jam 8 kita pake jet pribadi 3,5 jam perjalanan darat sekitar 30 menit. Gak terlalu jauh tapi ya biar gak usaj nginep kasihan anak-anak di tinggal lama. "
" Siap Presdir ! " Bella mengacungkan jempolnya mantap.
__ADS_1
Bella pun masuk ke dalam mobil meninggalkan Bram yang masih menunggu hingga Bella pergi lebih dulu. Kesempatan untuk mendekati Bella yang tentu saja akan Bram manfaatkan sebaik mungkin.
Keesokan harinya sejak pagi buta Bella sudah bersiap, membuat sarapan untuk anak-anak dan berkemas di tas yang tak terlalu besar untuk keperluan pribadinya selama disana dan di perjalanan. Tak lupa Bella berpamitan kepada kedua anak dan pengasuh mereka.
" Mommy mau ada kerjaan dulu sama daddy jadi kalian baik baik ya sama aunty Ayu. " Ucap Bella sambil mengecup kening Zayn dan Queen bergantian.
" Ibu yakin mau keluar kota sama Bapak ? Gak apa-apa gitu ? " Ayu mengkhawatirkan Bella.
" Tenang Yu, aku gak selemah dulu. Aku bisa jaga diri. Lagi pula aku udah minta ijin Akbar dan aku rasa Akbar pasti mantau aku setiap saat. "
" Yaudah bu, kalau ada apa kabari Ayu ya ? "
" Sure .. Terimakasih Yu "
Bella pun berangkat menuju tempat yang mereka janjikan untuk bertemu, Bram bersama Bella pergi ke bandara lalu memulai perjalanan mereka. Sudah lama tidak berpergian bersama, baik Bella maupun Bram menjadi sedikit canggung.
" Hmm anak-anak gak rewel kan ? " Tanya Bram mencoba mencairkan suasana.
" Enggak mereka udah biasa di tinggal "
" Syukurlah, kamu udah sarapan ? "
" Gak mau nanya aku gitu Bel ? Ini aku lagi berusaha ajak kamu ngobrol loh "
" Emang kenapa ? Apa untungnya aku nanya-nanya kamu ? Nanti yang ada kamu baper. "
" Gitu amat sih Bel .. " Bram memalingkan wajahnya melihat langit biru yang tak begitu cerah namun indah. Karena sedang musim penghujan, langit cenderung terlihat lebih muram dari biasanya.
Duugg .. Duugg
Terjadi turbulensi yang cukup kuat membuat Bella cukup takut lalu memejamkan matanya dan mengeratkan tangannya ke tempat duduk. Mungkin Bella sudah biasa wara wiri ke luar negeri waktu mendapat beasiswa di Jepang, namun ini pertama kalinya Bella merasakan turbulensi yang kuat dan berlangsung cukup lama.
" Ahh aku takut .. " Bella menarik jas Bram.
" Tenang Bel semua segera berlalu. "
Dan benar saja, semua kembali tenang seperti semula sedang Bella masih saja menggenggam lengan jas Bram erat.
__ADS_1
" Hmm .. Aku tak keberatan tapi kamu yang akan berpikir aku mengambil kesempatan. " Bram menatap ke arah lengan Bella memberi kode.
" Ah sorry aku gak sengaja tadi refleks "
" I know , tak usah di jelaskan. Istirahatlah Bel aku akan membangunkan saat kita sampai. "
Bella mengikut perkataan Bram lalu memejamkan matanya untuk menenangkan diri dari ketakutannya tadi, tak berapa lama Bella pun terlelap. Bram menatap Bella lembut ingin membelai wajah cantiknya namun tentu saja itu bukan hal yang di benarkan. Bram memilih menahan diri hingga mereka sampai.
Sesampainya di sebuah kota di jawa barat itu, Bram dan Bella mengunjungi rumah sakit yang mereka tuju dengan di sambut oleh pemilik dan kepala rumah sakit. Jadwal mereka benar-benar di padatkan hingga malam hari, mulai dari meeting untuk presentasi kerja sama, survey lokasi hingga melihat secara pemberian alat kesehatan secara simbolis. Semua serba sibuk dan mendadak, sebenarnya permintaan kerja sama itu sudah lama di ajukan namun Bram baru menyetujui ketika teringat perkataan Bella kemarin hari dan langsung meminta Kevin untuk menyiapkan schedule kunjungan keesokan harinya.
Malam pun tiba, sejenak mereka beristirahat di sebuah hotel tak ada rencana menginap namun cuaca buruk menghambat penerbangan, merekapun terpaksa harus menunggu. Hotel dengan fasilitas kamar presidential suite kamar yang memiliki ruang tidur, ruang santai dan pantry membuat Bella tak merasa canggung meski hanya berdua saja karena toh mereka tidak berada di tempat tidur.
" Bel .. Sepertinya kita harus menginap. Sudah pukul 11 dan hujan tak kunjung reda. "
" Lantas ? Kita tidur disini ? "
" Iya, kamu di kamar. Aku di ruang santai di sofa. "
" Hmm .. " Bella menggigit bibir bawahnya gelisah.
" Tenang Bel aku tak akan melakukan apapun, terkecuali kamu yang mau " Bram terkekeh menggoda Bella.
" Apaan ih kamu " Bella memukuli lengan Bram hingga refleks Bram menangkap tangan Bella, sejenak mereka saling bertatapan. Bram tak dapat menahan kerinduan lalu menerjang tubuh Bella mendekapnya erat.
Bella yang terkesiap tak langsung menolak, sempat melamun beberapa saat merasakan pelukan ini begitu nyaman. Bukan pelukan yang penuh gairah yang pernah di lakukan Bram dulu, ini lebih ke pelukan penuh kasih sayang dan kehangatan. Sampai kesadaran Bella pun kembali lalu mendorong tubuh Bram.
" Bella .. Maaf maaf aku refleks, aku tak bisa menahan kerinduan. Maafkan aku ! " Ucap Bram penuh sesal.
" Nevermind anggap saja tak pernah ada yang terjadi. " Bella segera pergi menuju kamar lalu mengunci diri, jantungnya berdegup kencang seakan berlarian meronta ingin keluar dari dadanya.
...----------------...
Hallo readers setia, terimakasih atas kesediaannya menunggu author up. Mohon maaf atas ke absenannya yang cukup lama. Author dalam keadaan kurang baik, daripada menyajikan novel yang asal jadi, author memilih berhenti sejenak.
Mohon doanya semoga author bisa selalu up yaa untuk menghibur readersku ini.
with love,
__ADS_1
author