Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Kobodohan Memalukan


__ADS_3

Bram


Kamu pulang duluan aja, aku ada urusan sama residen dulu


^^^Bella^^^


^^^Residen yang mana nih ? Yang kamu ajak ngopi di kafetaria ?^^^


Bram


Siapa ? Aku gak inget


^^^Bella^^^


^^^Halah^^^


Entah mengapa Bram malah tersenyum membaca pesan Bella. Pesan penuh kecemburuan, padahal hari ini Bram hanya akan memberikan sedikit kelas pada para residen tidak untuk menemui siapapun secara pribadi.


" Ah ternyata untuk mendapatkan perhatian Bella harus membuatnya ketar ketir lebih dulu. Baiklah " Bram tertawa sendirian.


" Gak sakit kan Lo ? " Tanya Kevin yang sedang sibuk dengan laptopnya.


" Halah jangan pikirin gue, Lu kerjain aja itu "


" Beneran sakit Lo " Kevin hanya menggelengkan kepalanya heran.


Di laian tempat, Bella mengerucutkan bibirnya memasukkan ponselnya dengan kasar ke dalam tas sambil merapihkan barang barangnya yang hendak di bawa pulang.


" Balik sama siapa ? " Tanya Amanda.


" Di jemput supir .. "


" Kenapa ? Gak bareng dokter Bram ? "


" Lagi ada urusan sama residen katanya. Residen yang mana lagi coba ? Si Shela shela itu deh pasti. Ih bad mood banget gue "


" Susulin aja ngapa Bel kalo Lo gak tenang " Celoteh Amanda santai.


" Lo bener .. Gue gak bisa nyerah lagi, sekarang anak gue otw tiga masa iya gak ada bapanya apalagi ampe di rebut pelakor amit amit " Bella mengusap ngusap perutnya.


Bella segera berjalan menuju lift ke lantai lima tempat ruangan Bram berada, sesampainya disana ruangan Bram kosong. Bella bertanya pada dokter lain yang kebetulan berpasan dengan nya.

__ADS_1


" Dokter Bram ada di aula "


" Sama dokter Shela juga ? " Tanya Bella dengan raut muram.


" Iya dokter Shela juga ada mereka "


" Terimakasih " Bella langsung berlalu menyusul ke aula.


" Mereka lagi ada kelas, ish belum juga selesai ngomong udah ngacir aja tuh orang " Gelengnya heran.


Hati Bella memanas begitu tau Bram sedang bersama Shela di aula. Membayangkan bagaimana mereka berduaan di ruang tertutup yang hanya bisa di akses staff khusus itu membuat Bella terbakar cemburu. Ya aula hanya bisa di akses oleh para konsulen dan management. Kalau ada Shela disana, berarti Bram lah yang telah mengajak nya, pikir Bella.


Bella menarik nafas panjang kala dirinya sudah berada di depan pintu di pegang nya handel pintu lalu dalam hitungan ke tiga Bella membukanya dengan kekuatan penuh.


" BRAAM KAMU LAGI NGAP .. astaga " Bella segera mendekap mulutnya menggunakan kedua tangan kala banyak pasang menatapnya aneh. Dilihatnya Bram yang sedang berada di depan.


" Maaf maaf silahkan di lanjut dok " Bella berbalik dan langsung kembali menutup pintu.


" Ah memalukan, sialan kenapa tak ada yang memberitahu ku Bram ada kelas. " Bella merutuki sikapnya yang ceroboh.


" Stupid Bella, aku ingin pindah saja ke mars " Bella mengacak rambutnya.


" Ada apa ? " Tanya Bram yang tiba tiba saja mendekatinya yang sedang membelakangi pintu.


" Gak papa gimana ? Kamu teriak gitu kaya yang kesurupan " Bram menempelkan tangannya di kepala Bella.


" Audzubillahiminasyaiton nirrajim .. "


" BRAAMM ! Aku bukan setan ih " Bella menarik tangan Bram yang ada di atas kepalanya lalu menggigitnya geram.


" Ampun Bel ampun malu tuh banyak yang lihatin. " Lagi lagi Bella mempermalukan dirinya karena kini mereka jadi pusat perhatian.


" Di lanjutkan lagi saja semuanya, maaf ya istri saya kalo gemes sama saya emang suka teriak teriak gini hehe " Intruksi Bram pada yang lain.


Mereka pun membubarkan diri, sedang Bella dan Bram kini berbicara sejenak.


" Kenapa nyusul aku kesini ? " Tanya Bram


" Aku .. hmm itu aku, aku mau pulang sama kamu aku gak mau sama supir. " Jawab Bella asal, tak mungkin bukan jika dia bilang kalau dirinya curiga Bram sedang berselingkuh dengan Sheila hingga membuat Bella bertindak bodoh menerobos masuk aula.


" Oh jadi kamu marah aku suruh pulang sama supir ? Kirain kenapa. "

__ADS_1


" Iya lah aku marah tadi berangkat sama supir sekarang pulang di suruh sama supir. Kamu gak ada waktu buat aku. " Gerutu Bella.


" Kan aku luangin waktu juga kamu nya sibuk sendiri. Yaudah kamu tunggu di ruangan aku ya ? Aku mau selesain dulu kelas. "


Bella tersenyum lebar segera mengangguk dan pergi menuju ruangan Bram yang tak jauh dari aula. Mengingat kejadian tadi Bella tertawa dan malu sendiri. Saking malunya hingga Bella menutup wajahnya menggunakan bantal dan merebahkan tubuh di sofa panjang nan empuk milik Bram. Beberapa saat berselang tanpa terasa Bella pun terlelap.


Ceklek .. Bram membuka pintu ruangannya. Di tatap Bella yang meringkuk di atas sofa dengan mata terpejam lelap sedang bantal yang semula di peluknya sudah jatuh ke samping.


" Kamu pasti cape ya ? Kamu nungguin aku sampe ketiduran gini. Bella .. Bella aku tuh sayang sama kamu, tapi kadang aku kesel karena kamu keras kepala. " Monolog Bram sambil berjongkok mengusap rambut Bella.


" Bayi, sehat sehat ya dalam perut mommy biar nanti kita ketemu. Biar mommy kamu makin sayang sama daddy. Biar kita jadi keluarga yang utuh " Bram mengelus perut Bella lalu mengecup nya berulang kali.


" Bram ? " Panggil Bella yang sebenarnya sudah bangun dari tadi hanya saja pura pura terlelap ingin tau reaksi Bram saat dirinya tidur.


" Kebangunin ya ? Maaf .. " Ucap Bram lembut.


" Udah selesai ? Pulang yuk ".


Bram mengangguk, Bram pun merapihkan barang barangnya lalu membantu Bella berdiri. Saat Bram membuka pintu, Bella segera meraih tangan Bram lalu menggenggamnya erat.


" Kenapa ? Kamu pusing ? " Tanya Bram khawatir.


" Enggak, cuman pengen pegangan aja. Kenapa ? Gak boleh ? " Bella menatap tajam.


" Aku gak bilang gak boleh. Gak biasanya aja. "


" Sekarang biasain ya ? Karena kata kamu aku harus nerima status aku, aku harus enjoy sama pernikahan kita jadi aku bakal nempelin terus kamu kalo kita udah sama sama gak kerja. Setuju ? "


" Haha oke setuju. " Bram melepaskan tangan Bella lalu berganti tangannya yang kini merangkul pinggang Bella membawanya berjalan bersama.


Mereka berjalan memalui banyak staff yang terlihat sangat iri dan cemburu. Setelah go publik, hubungan Bram dan Bella terlihat makin membaik. Rumor miring tentang merekapun perlahan luntur karena memang Bram yang selalu terlihat memuja Bella hingga mereka mengubah pemikirannya bahwa Bram memang mencintai Bella dan kembali menikahinya karena cinta bukan karena hamil di luar nikah, meski faktanya memang begitu. Biarlah aib nya menjadi rahasia mereka namun cinta Bram pada Bella nyata adanya sekalipun Bella tidak mengandung Bram akan dengan senang hati menikahi Bella kembali jika Bella menginginkannya.


" Mau makan apa Bram ? "


" Kenapa ? Kamu mau masak ? " Tanya Bram sambil tetap fokus mengendarai mobilnya.


" Iya, udah lama aku gak masakin kamu. "


" Apa aja yang gak terlalu beratin buat kamu .. Bumil moodnya lagi bagus ya ? "


" Iya emang "

__ADS_1


Gimana gak bagus coba Bram ? Tadi kamu cium aku kamu bilang sayang sama aku bilang mau jadiin keluarga kita utuh, di saat aku ragu kamu nepis keraguan aku.


__ADS_2