
Seperti janjinya, malam ini Bella mempersiapkan dirinya dengan sangat baik. Selepas shalat isya, Bella membersihkan tubuhnya dengan berendam dalam bathtub berisikan air hangat dengan aroma yang di sukai Bram, Bella juga melulur seluruh tubuhnya, menggunakan hair mask dan segala macam perlengkapan tempur wanita.
Setelah selesai dengan urusan mandinya, Bella bersiap menggunakan baju tidur tipis nan menantang. Kali ini Bella tidak ingin mengecewakan suaminya.
Bella menunggu Bram pulang, Bram memang sering pulang terlambat akhir-akhir ini namun tak pernah lebih dari jam 11 malam. Bella berharap suaminya tidak terlalu lelah bekerja. Sesuai prediksi, pukul 10 malam Bram sudah berada di rumah. Sama seperti Bella, Bram akan segera membersihkan diri lalu melihat anak-anak setelah itu kembali ke kamar untuk istirahat. Sengaja Bella tidak turun ke kamar utama karena ingin memberikan kejutan setelah suaminya kembali dari kamar anak-anak. Begitu terdengar suara Bram masuk ke kamar anak-anak Bella segera turun ke kamar utama lalu berdiri pintu kaca yang menghadap balkon.
" Bella .. Tadi aku mencarimu di atas tidak ada. Sejak kapan kamu turun ? " Tanya Bram yang belum terlalu jelas melihat istrinya itu karena posisi kamar yang gelap.
" Sejak kamu ke kamar anak-anak. " Bella membalikkan badannya dengan penampilan yang begitu menggoda, rambut tergerai panjang yang sebagian jatuh tepat di dadanya.
" Waw .. " Bram baru tersadar betapa menggodanya istrinya itu setelah mereka begitu dekat.
" Seperti janjiku, itupun kalau kamu tidak lelah. " Bisik Bella yang langsung mengalungkan lengannya di leher Bram.
" Aku tidak lelah, aku masih bisa membuat mu mengerang sampai subuh. " Jawab Bram nakal.
Bram membawa tubuh Bella ke atas ranjang, membuatnya berada di bawah kekuasaannya. Mereka mulai dengan menautkan bibir, Bram turun ke leher mengecup disana berulang membuat Bella mengerang nikmat. Bram melihat ke arah dua gundukan yang begitu menggoda lalu Bram meremasnya perlahan sangat lembut, menaikkan dress tidur Bella membukanya hingga menyisakan bra dan ****** ***** berwarna senada.
" Yang pake pelindung jangan ? " Tanya Bram sebelum memulai permainan panasnya
" Gak usah aku minum kb kok. "
" Ah bisa gaskeun dong .. "
Bram melucuti underwere Bella hingga terbuka seluruhnya membuat sesuatu di bawah sana semakin menegang, Bram memulai penyatuan mereka dengan lembut dan perlahan tanpa melepas tangannya di atas dada Bella dan kecupannya di bibir Bella. Bella mengeratkan genggamannya seiring hentakan yang di berikan Bram hingga akhirnya mereka mendapatkan puncak pelepasan.
" Makasih ya .. " Bram merapikan anak rambut yang mengenai mata Bella
" Itu kewajiban aku, justru aku ngerasa bersalah sering nolak kamu. "
" Aku ngerti, kamu pasti cape kan ? "
__ADS_1
Bella mengangguk pelan.
" Besok weekend, mau liburan ? Ke taman bermain gitu atau wisata yang deket-deket. " Tanya Bram sambil membawa Bella dalam pelukannya.
" Kayanya aku pengen istirahat aja Bram. "
" Baiklah, besok aku temenin kamu berleha-leha seharian. haha "
Setelah permainan panas dan sedikit percakapan merekapun terlelap.
Esok harinya Bella sedang menyiapkan sarapan bersama maid, Bram menemani anak-anak bermain bersama Ayu. Kedua wajah mereka sama berseri nya. Lalu suara bel menghentikan fokus mereka.
" Biar saya aja Pak .. " Ucap Ayu yang segera menuju arah pintu.
" Pak Kevin ? Silahkan masuk pak. "
" Terimakasih Ayu. Makin cantik aja Yu. Mending nikah sama saya biar kita bikin yang lucu-lucu kaya mereka. " Canda Kevin sambil masuk lalu menghampiri Bram dan anak-anak
" Hmm kemarin mau sama si Vio sekarang ngegoda Ayu. Mau nya gimana Lu ? "
" Ada apa kesini pagi-pagi ? Mau minta makan ? "
" Jangan di jelasin atuh. Sebenarnya ada masalah kerjaan, gimana kalo ngomongnya di ruang kerja Lo ? " Kevin memberi kode anggukan kepala seakan ada sesuatu serius yang ingin di bicarakan.
Bram menitipkan anak-anak pada Ayu lalu naik ke lantai atas ke ruang kerjanya bersama Kevin.
" Gimana vin ? " Tanya Bram yang baru saja duduk
" Ini masalah Violine, semalem gue ketemu dia di klub malam. "
" Serius ? Terus kaitannya sama gue apa ? "
" Dia patah hati sama Lo Bram ! Sebenernya ini personal life Lo ya. But gue takutnya itu ngaruh sama project kita apalagi garapannya bukan ecek-ecek. "
__ADS_1
" Sama gue ? Tapi gue gak pernah ngasih harepan apa-apa sama dia. Dia juga pas tau gue udah nikah gak ada tuh ekspresi kesel. "
" Ya mans gue tau masalah itu, tapi yang gue perhatiin tatapan Lo ke dia setiap kalian ketemu itu emang beda. Mungkin dia salah paham disana. "
" Kentara banget ya ? Gimana gue jelasinnya. Gue gak bisa nyembunyiin lagi kayanya. Jadi gini Vin, gue gak gau gue gimana tapi gue candu banget lihat si Violine dada gue deg-degan kaya waktu gue pertama lihat Dilara. Perasaan kaya gini belum pernah gue rasain sama Bella. Gue akuin gue sering curi pandang ke dia. Tapi gue gak pernah kasih perhatiaan lebih. "
" Wah wah complicated kalo gini gue angkat tangan. Mengingat Lo punya bini meski awalnya Lo nikahin dia buat status aja tapi sekarang dia udah ngasih Lo keturunan mana bisa Lo lepas gitu aja. "
" Gue terbebani banget 3 bulan ini mikirin kaya gini. Gue ngerasa berkhianat. "
" Lo gak selingkuh kan ? Ya berarti Lo gak gitu Bram. Cuman hati-hati aja takutnya Lo terjerumus. "
Tanpa sadar mereka berbincang seseorang di balik pintu sedang mendengarkan, Ya Bella semenjak tadi mendengarkan pembicaraan mereka. Niat awal ingin memberikan minuman dan cemilan, Bella malah mendapatkan pil pahit. Matanya mulai berkaca-kaca, Bella segera manarik nafas dalam berpura-pura tidak tau menau.
Tok .. Tok
Bella mengetuk pintu.
" Masuk .." Bram agak terperanjat melihat Bella yang datang
" Wah padahal gak usah repot-repot. " Ucap Kevin mengalihkan pembicaraan.
" Gak papa cuman cemilan. Oh ya sekalian sarapan aja disini udah siap ko. "
" Iri deh jadi pengen punya istri baik kaya Bella. "
" Bacot Lu ngegoda bini gue depan gue bagus gue potong gaji Lo. "
" Haha becanda doang Bos, gue kira Lu gak cemburu. "
" Yaudah aku kebawah ya. Kita sarapan bareng. " Ajak Bella
Bella pun meninggalkan ruang kerja Bram lalu berbelok masuk ke kamarnya yang masih di lantai dua. Bella masuk lagi ke toilet, takut seseorang akan mendengar isak tangisnya. Bella menangis menutup bibirnya dengan tangan berharap tak ada suara yang keluar, Bella menahan sekuat tenaga sambil sesekali memukul dada nya yang terasa begitu sesak.
__ADS_1
Setelah menghapus air matanya, Bella menatap wajahnya di cermin lalu mulai menggunakan riasan tipis untuk menutup matanya yang sembap.