Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Adik Untuk Zayn


__ADS_3

Hari berlalu satu demi satu masalah terselesaikan. Jika di hitung Bella pun sudah hampir setahun menjalani koass nya. Jika tidak ada hambatan hanya kurang dari satu tahun lagi semua ujian berat ini tuntas meski tidak sepenuhnya karena setelah ini Bella harus menjalani masa internship selama setahun.



" Gue kirim ke bini Lo ya Bram " Ucap Kevin saat meminta sahabatnya itu berpeso.


" Tapi ganteng ? "


" Lumayanlah, cakepan gini sih Lo di banding pake jas udah kaya om om pedo " Kekeh Kevin.


" Sialan Lo " Bram mengeplak tangan Kevin hingga jarinya tergelincir dan mengirim foto Bram ke forum rumah sakit.


" Eh buset gue salah kirim malah ke grup rumah sakit. " Kevin nampak memasang wajah panik.


Amelia


MashaAllah Dokter Bram bening banget Pak


Gina


Ya ampun semangat ya dok sama Pak Kevin juga


Febi


Akhirnya dokter Bram mau eksis juga di grup kita ya


Cleo


Kapan lagi dapet pap dari Presdir kita


Anabella


Selamat seminar dokter Bram dan Pak Kevin, nanti pulang tolong sekalian di tampung bos nya ya Pak Kevin terimakasih


" Gawat Bram bini Lo bales .. " Kevin menyerahkan ponselnya ke tangan Bram.


" Bener bener ya Lo mau bikin perang dunia tarik lagi ngapa Vin sengaja banget Lo mah "


" Udah terlanjur pada baca haha komen nya lucu lucu deh mana cewek semua "


" Udahlah nanti malem gue gak bakal dapet jatah " Bram menelungkupkan wajahnya ke meja pasrah.


Hari ini seminar berlangsung di sebuah hotel hingga hampir malam. Pukul 9 malam Bram baru sampai di rumah, suasana terasa sepi karena anak anak sudah ke kamarnya.


Ceklek .. Bram membuka pintu kamarnya perlahan. Bella nampak sibuk dengan laptopnya. Bram menghampiri Bella melingkarkan tangannya di leher Bella lalu mencium pipi Bella sejenak.


" Sibuk huh ? " Tanya Bram.


" Gak sesibuk dokter yang caper di grup "


" Siapa ? " Goda Bram pura pura tidak mengerti.

__ADS_1


" Gak tau, gak kenal. Untung bukan suami gue " Celetuk Bella.


" Husst .. Maaf sayang itu tadi si Kevin mau kirim ke kamu tapi malah salah kirim udah aku suruh hapus tapi nanggung katanya "


" Tapi senengkan ? Berasa paling ganteng serumah sakit "


" Loh emang gitu faktanya, kamu cemburu ya ? " Bram menatap nakal.


" Apaan engga ! Sana mandi. Kamu bau "


" Tuh kan salting, pipinya juga jadi merah gitu. Cie yang cemburu "


" Ah sana pergi aku gak mau ya bobo sama kamu kalo gak mandi "


" Siap nyonya Bram yang cemburuan, aku mandi dulu "


Bram menyimpan tas kerja nya lalu meraih handuk dan berlalu menuju kamar mandi. Sekitar 15 menit Bram sudah selesai dengan urusan mandinya sedang Bella masih bertahan dengan posisinya.


" Udah malem besok lagi nontonnya " Titah Bram yang langsung menutup layar laptop Bella


" Ya Allah padahal tinggal 10 menit lagi. "


" Gak boleh pokoknya ya ! Kamu harus istirahat. " Bram menarik tubuh istrinya menuju ranjang menindih tubuh Bella yang tak berdaya mendapat kan serangan dadakan.


" Katanya aku harus istirahat " Gerutu Bella.


" Tadinya mau aku suruh istirahat, tapi karena kamu ngelawan mulu jadinya harus di hukum deh "


" Why ? "


" Gak usah mas, koas aku juga bentar lagi selesai. Udah waktunya Zayn punya adek lagian umur kamu udah kepala 4 loh sampe kapan mau nunda lagi ? "


" Gak bentar lagi Bel. Koas kamu tuh Masih sekitar 8 sampe 9 bulanan. " Jelas Bram


" Ya bagus dong begitu koas selesai, aku lahiran. Jadi gak bakalan ganggu internship aku nanti " Bella memasang wajah memelas.


" Yakin ? "


" Yakin mas, aku pengen ngerasain punya anak itu bukan karena accident. Kamu paham kan dua kali aku hamil anak kamu tuh di luar rencana. Ya ? Please .. " Pinta Bella bersungguh.


" As you wish sweetheart "


Tentu saja Bram menyambut hangat keinginan istrinta itu untuk memiliki keturunan lagi. Memang benar kehamilan Bella sebelumnya selalu terjadi di luar rencana mereka, bahkan mungkin terjadi dengan paksaan.


" Ah Faster baby .. " De*sah Bram saat Bella menaik turun kan pinggulnya dengan posisi di atas tubuh Bram. Rambut panjang Bella yang terurai dengan peluh membasahi seluruh tubuhnya dan kedua gundukan yang menegang membuat Bella terlihat sangat sek*si.


" Biar aku yang selesain sayang " Bram membalik posisi mereka mengungkung tubuh Bella di bawah kekuasaannya lalu menarik kaki Bella naik ke atas lengannya. Setelah di rasa mendapat posisi paling pas Bram langsung memaju mundurkan juniornya, hawa panas terasa menyeruak ke seluruh bagian tubuhnya. Dengan hentakan yang dalam dan keras Bram pun mencapai *******. Bram menenggelamkan miliknya yang tengah menyemburkan benih hingga tuntas.


" Semoga cepet jadi debay ya ? " Bram mengangkat miliknya lalu mengelus perut Bella perlahan.


" Aku hitung tanggal sekarang aku masih masa subur. Mudah mudahan secepet kalo di bikin gak sengaja ya ? "

__ADS_1


" Kalo gitu nanti pagi bisa coba lagi yang, katanya se*ks di pagi hari itu memperbesar peluang buat hamil haha "


" Katanya ! Aku mau bersih bersih dulu. Makasih ya daddy " Bella mengecup pipi Bram singkat lalu berjalan menuju kamar mandi dengan tubuh yang masih polos.


Ah aku benar benar mencintai kamu Bel ..


Pagi hari nya Bella dan Bram harus melewatkan sarapan mereka karena Bram benar benar melakukan apa yang di ucapkannya semalam.


" Gak makan dulu pak ? Bu ? " Tanya Ayu.


" Gak Yu kita udah telat. Oh ya supir cuti. Kevin yang anter anak anak ke sekolah ya Yu. " Jawab Bram sambil menyambar kunci mobilnya lalu mencium anak anak bergantian.


" Daddy sama Mommy kerja dulu ya sayang. Maaf gak ikut sarapan tapi sebagai gantinya sabtu minggu daddy ajak kalian main ke pantai gimana ? "


" Serius Dad ? Mau ! " Zayn memeluk Bram


" Yes liburan. Makasih daddy " Di susul dengan Queen yang ikut memeluk Bram.


" Mereka memang anak daddy nya Yu. " Curhat Bella yang jarang mendapat pelukan spontan dari anak anak nya itu.


" Ayo sayang .. " Mereka pergi bertepatan dengan Kevin yang tiba dari pintu depan.


" Eh Vin titip anak anak ya. Thanks sebelumnya " Bram menepuk pundak Kevin.


Belum juga menjawab Bram pergi begitu saja bersama Bella meninggalkan Kevin dan Ayu yang termenung di halaman rumah.


" Pak, ayo masuk kita sarapan dulu. " Ajak Ayu lembut.


" Ah iya makasih Yu .. "


" Om Kevin ! " Sambut Queen dan Zayn bersamaan.


" Hi kids. Hari ini om bakal jadi ajudan kalian. Senengkan ? "


" Seneng banget ! Makasih ya om. " Jawab Queen.


" Anything for you my Queen .. " Kevin mengelus pipi Queen lembut.


" Pak Kevin udah cocok loh ngemong anak "


" Iya nih Yu, sayang belum ada calon mama nya soalnya kamu nolak mulu aku " Ucap Kevin polos.


" Uhuk .. uhuk " Ayu seketika tersedak mendengar kejujuran Kevin.


" Minum Yu ya ampun pelan pelan aja makannya " Kevin memijat tengkuk Ayu lembut.


" Makasih Pak saya gak papa. " Tanpa sengaja Ayu dan Kevin bergenggaman tangan ketika Ayu berusaha melepaskan tangan Kevin dari tengkuknya.


Deg .. Perasaan aneh menggeliat dalam hati keduanya. Mata mereka saling bertatapan lekat sampai kecanggungan itu pecah saat Queen menggoda mereka.


" Cie om sama aunty .. "

__ADS_1


__ADS_2