
Seminggu berlalu, keadaan Bella sedikit membaik dengan adanya Queen. Tapi Bella menolak bertemu dengan Bram. Saat melihat Bram Bella akan menggigil ketakutan. Separah itu ya benar separah itu. Kesehatan jiwa lebih mengerikan karena tidak nampak apa yang harus di obatinya di bandingkan luka yang jelas.
Bram menggendong Queen pulang setelah seharian bermain dengan momy nya di rumah sakit. Queen pun tertidur dalam dekapan Bram. Sesampainya di rumah Bram meletakkan Queen di ranjangnya. Kaki Bram melemah dan ambruk di samping ranjang Queen. Bram menangis tersedu sedu.
“Aku berdosa Ya Allah, aku menyakiti banyak orang. Bella, Queen, ayah dan Ibu. Semuanya terluka karena satu tindakan bodohku" Bram bangkit menuju kamarnya lalu memukul cermin di kamarnya. Bram merasa jijik pada dirinya sendiri.
Hampir sebulan berlalu dengan bantuan psikiater dan menjalani terapi perlahan Bella pulih, Bella kembali ke jati dirinya dan bisa berinteraksi dengan orang di sekeliling nya kecuali Bram. Kini giliran Bram yang merasa prustasi karena Bella benar-benar menolak dan tidak bisa mengingat Bram. Mungkin otak Bella sedang melindungi diri dengan menghapus ingatannya tentang Bram agar tidak sampai terguncang lagi. Ya bagaimanapun tubuh manusia punya cara masing-masing untuk melamatkan diri.
Bram harus kembali ke Jakarta, pekerjaan sudah menumpuk semenjak merawat Bella dan Queen. Kevin sudah kewalahan menghandle urusan kantor sendirian, begitupun ayah Bram masih belum pulih untuk memimpin lagi. Sebelum pergi Bram menemui Bella di kamar perawatannya.
“Bella aku mohon kali ini jangan menolak keberadaanku" Mata Bram berkaca-kaca
__ADS_1
Bella yang biasanya berteriak jika melihat Bella kini mulai menerima keberadaan Bram yang sangat terpuruk. Bella sebenarnya tidak mengingat hal buruk yang dilakukan Bram, hanya saja melihat Bram sudah cukup menakutkan Bella
“Aku akan kembali ke Jakarta, kamu besok bisa pulang ke rumah kita. Kamu rawat Queen dengan baik ya Bella" Ucap Bram lembut
Bella mengangguk, lalu Bram bangkit namun tangannya di tahan Bella.
“Bram, namamu Bram kan?" Tanya Bella
“Aku tau kamu suamiku, tapi maaf aku tidak bisa mengingatmu. Aku harap kamu tidak kecewa Bram" Lanju Bella.
“Bram lupakan aku untuk saat ini. Berikan aku waktu sampai bisa mengingatmu ya barulah saat itu kamu boleh menemuiku. Keberadaan mu disini saat ini hanya akan membuat kita saling tersiksa" Pinta Bella
__ADS_1
“Ya Bella, aku akan menuruti kemauan mu. Aku tak akan menghubungi mu sampai kamu sendiri yang memintaku. Tapi aku tak akan menceraikan mu sampai kamu benar-benar pulih dan menentukan jalanmu sendiri"
Bella mengangguk, hari itu Bella bertekad untuk pulih dan membuka lembaran baru sedangkan Bram hanya menyibukkan diri agar bisa melupakan Bella.
Bella mulai beraktifitas sebagaimana dulu, merawat Queen merawat rumah bahkan berpikir untuk kembali bekerja. Awalnya Akbar menolak Bella kembali bekerja mengingat keadaannya yang sangat buruk sebulan yang lalu. Namun tekad Bella yang kuat meruntuhkan pertahanan Akbar. Akbar pun luluh dan mengizinkan Bella untuk bergabung kembali.
“Bella, kamu ingat tidak aku dulu sering mengajak mu makan siang disini" Tanya Akbar
“Aku ingat pak, meskipun tidak terlalu jelas tapi aku ingat bapak dulu sering mentraktir aku makan kan?" Tanya Bella jenaka
“Haha iya benar Bell, kamu sudah bisa bercanda lagi sekarang. Syukurlah, aku tenang melihatnya" Akbar tersenyum menatap Bella
__ADS_1