Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Diandra ingin makan beton


__ADS_3

Kini pagi telah menyapa, Hans tanpa sadar dirinya semalaman tidur di ruang kerjanya.


"astaga aku ketiduran disini, akhh sial ini sudah pagi, aku harus segera ke kamar dan pura pura tidur di kamar agar Diandra tidak marah" Ucap Hans


Saat Hans membuka pintu kamar, Hans melihat Diandra yang masih tidur tertutup selimut, lalu Hans sangat lega, dan dirinya mulai tidur disebelah Diandra, saat Hans akan memeluk Diandra, Hans sangat terkejut ketika Hans membuka selimutnya ternyata itu adalah guling, bukan Diandra.


Saat Hans menoleh, ternyata Diandra tadi bersembunyi di belakang pintu. Diandra menyilangkan tangannya dan menatap tajam Hans, Hans langsung bangkit dan hanya bisa cengar cengir.


"mau ngapain?" Tanya Diandra


"ah sayang, aku....aku harus mandi sayang nanti terlambat ke kantor"


"tunggu! semalam kamu bohong sama aku, kamu ninggalin aku waktu tidur trus kamu tidur di ruang kerja? Wah wah hebat hebat, oke sekarang kamu tidur diruang kerja dan jangan tidur sama aku" Ucap Diandra marah


"Sayang jangan gitu dong, aku beneran banyak kerjaan Lo. Oke oke marahnya nnti ya aku mau mandi dulu oke" Hans pun menuju ke kamar mandi untuk mandi, setelah selesai mandi Hans langsung bersiap.


"Ekhmm Sekarang udah mulai diem diem bohong nih, Kamu kalo kerja itu di kantor aja atau kalau perlu kamu tidur dikantor sekalian"


"Sayang, aku bener bener banyak kerjaan, beneran deh aku ngga bohong, oke aku harus gimana supaya kamu maafin aku?"


"Udahlah ngga penting sekarang kamu sarapan, dan berangkat kerja" Ucap Diandra


Hans dengan sigap langsung menuruti perintah Diandra.


"Astaga Hans, kamu adalah seorang CEO yang disegani, Sabar tenang Hans, ingat kata mama kalau ibu hamil itu sensitif, istriku sedang hamil, aku harus bersabar" Ucap Hans dalam hati.


"Aku mau ikut ke kantor" Ucap Diandra


"Sayang, tapi kamu...."


"ngga ada tapi-tapi an pokoknya aku ikut ke kantor"


"ya udahlah terserah kamu" Hans hanya bisa pasrah dan menuruti apa yang Diandra inginkan.


Kini Hans dan Diandra sudah sampai kantor Hans, Diandra duduk di ruangan Hans tak lama kemudian Arya pun datang.


"Hans ini berkas yang kamu minta kemaren oh ya masalah mar....kas" Arya menghentikan pembicaraannya ketika Hans memberikan tanda kepadanya


"ah masalah materi iya materi untuk di presentasikan aku sudah mempersiapkan" lanjut Arya yang sudah mengerti jika ada Diandra disana.


"Mas Arya, kamu sibuk nggak?" Tanya Diandra


Arya dan Hans saling tatap, Hans hanya menggelengkan kepalanya.


"emm mungkin tidak, ada apa?" Jawab Arya

__ADS_1


"baguslah kalau tidak sibuk, mas Arya bisa nggak Carikan aku makanan beton?" Ucap Diandra yang membuat Arya bingung.


"sayang, jangan aneh aneh deh masa kamu mau makan beton sih?" ucap Hans


"akutu ngga nyuruh kamu, tapi aku nyuruh mas Arya" Ucap Diandra ketus membuat Hans hanya bisa diam karena jika Hans membalas maka Diandra semakin marah.


"Emmm Diandra beton? kamu minta aku nyari beton gitu, buat apa sih?" Tanya Arya


"huuh kalian ini benar benar ya, beton itu bijinya nangka, aku mau mas Arya yang nyariin"


"tapi di, ngga mungkin lah aku beli biji nangka, lagipula aku juga ngga tau tempatnya dimana" Ucap Arya


"Sayang, lihat deh om kamu ngga mau beliin buat kita, ternyata papa dan om kamu sama saja, mereka benar benar tega" Diandra berbicara dengan perutnya


Hans lalu berdiri disebelah Arya dan berbisik.


"Arya, aku mohon kamu turuti saja apa yang dia mau, sebagai gantinya aku akan membantu kamu menyelesaikan laporan" Bisik Hans


"hah astaga apa apaan ini, yaudah aku cari dulu. Ada ada saja"


Arya lalu mencari beton nangka yang diinginkan Diandra. Sedangkan Diandra sedang keliling kantor Hans, Diandra tidak mau berbicara dengan Hans karena masih marah tentang semalam


"Yatuhan apa selama 8 bulan kedepan aku akan seperti ini, kenapa ini lebih sulit dibanding dengan melawan musuh" Ucap Hans dalam hati yang pusing dengan kelakuan sang istri selama hamil.


-


karena sudah lelah, Arya lalu mencari tempat istirahat, Arya sedang beristirahat di taman dekat sekolah dasar.


Saat Arya duduk, Arya melihat anak kecil cantik yang sedang duduk sendiri. Arya merasa kasihan lalu menemui gadis kecil itu.


"hai, cantik kamu sendirian? dimana papa mama kamu?" Tanya Arya


gadis kecil itu hanya diam dan menggelengkan kepalanya.


"Baiklah tenang ya, om ini bukan orang jahat. Om ini sedang istirahat disini. Kamu rumahnya dimana?"


Sekali lagi gadis kecil itu hanya bisa menggelengkan kepalanya


"Oh ya, kamu mau balon? om belikan ya sebentar" Arya lalu membeli balon yang ada di dekat sekolah tersebut dan memberikan kepada gadis kecil itu.


"Nah ini untuk kamu, kamu suka?"


gadis kecil itu tetap diam dan terlihat ketakutan. Saat melihat penjual gulali, gadis kecil itu lalu menunjuk penjual gulali tersebut. Arya yang langsung mengerti lalu segera membelikannya.


"nah ini untuk kamu"

__ADS_1


"terimakasih om ganteng" Akhirnya gadis itu menjawab


"ah akhirnya, sama sama, nama kamu siapa?" Tanya Arya


"Nama aku shaqila om" ucap gadis itu sambil memakan gulalinya.


"kenapa tadi kamu diam saja saat om bertanya, apa kamu takut?" Tanya Arya


"iya om qila takut, soalnya kata Tante kita ngga boleh sembarangan ngobrol sama orang yang tidak kita kenal" Ucap gadis kecil itu


"ahh benar, tentu itu benar. Tapi masa om terlihat seperti penjahat sih"


"maaf ya om ganteng, qila pikir om itu jahat, tapi kata mama kalau orang itu baik, dia tidak akan memaksa" Jawab gadis kecil itu


Arya pun langsung paham dengan perkataan gadis kecil itu, seketika pikirannya menuju ke perasaannya.


"Gadis kecil ini benar, bahkan jika aku memaksa pun tidak ada gunanya, baiklah Arya siap siap untuk menyambut hari baru." Batin Arya


Tak lama kemudian, datanglah mobil berwarna hitam dan keluarlah seorang wanita yang sangat terburu buru dan menghampiri Arya dan qila.


"qilaaaa!"


"Tante......"


"Vika?"


"loh mas Arya, kok ada disini?" Tanya Vika


"ah iya, kebetulan saja aku istirahat disini dan aku melihat gadis cantik ini sendiri" Ucap Arya sambil memegang pipi qila


"yaampun mas Arya terimakasih banyak ya, udah bantu jagain qila. Oh ya ini keponakan aku. Sayang maafin Tante ya Tante telat jemput kamu soalnya pas mau jalan kesini mobil Tante mogok"


"iya gapapa kok Tante, untung ada om ganteng jadi aku ngga sendiri, trus aku dibelikan balon sama gulali" Ucap qila dengan logat anak anaknya.


"Mas Arya sekali lagi terimakasih pokoknya, aku bener bener ngga tau tadi harus gimana? Kalau gitu aku permisi dulu ya, Ayo qila sayang kita pulang, nanti mama kamu nungguin lagi, pamit dan bilang terimakasih dulu sama om Arya"


"om ganteng terimakasih ya, Om main dong kerumah qila"


"hahahaha iya kalau begitu hati hati ya cantik" Ucap Arya sambil mengelus rambut qila.


"Astaga, pesanan Diandra. Akhh sial! aku belum dapat lagi"


Cukup lama Arya mencari penjual nangka, dengan perjuangannya akhirnya Arya telah mendapatkan nya. Dan langsung dibawa menuju kantor agar segera menyerahkannya kepada Diandra.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


Hai readers tersayangπŸ₯° Akhir akhir ini aku kurang semangat nih, soalnya aku lihat like nya menurun nih, apa karyaku ngebosenin ya? Kalau iya kalian bisa komen kok, supaya aku bisa revisi dan masukan dari kalian akan aku kembangkan lagi. Love you allβ™₯️


__ADS_2