
( Di kantor Hans )
"duuh kenapa sih ni cewek dari tadi ga dibales, hah kenapa aku selalu kepikiran dia sih". Kesal Arya.
"Arya jangan lupa nanti malam, aku mau pulang dulu, kamu kenapa ngga segera pulang?".
"iya nanti aku pulang, hati-hati"
Hans lalu pergi meninggalkan Arya yang sedang gelisah menunggu jawaban dari Diandra.
Karena kesal, akhirnya Arya pun pulang keurmah.
Sementara itu Riko yang sudah ditugaskan oleh Hans untuk menjemput Jihan dan ibunya pun sedang berada di rumah Jihan.
"mari Bu, saya bantu bawa". Tawar Riko kepada ibu Jihan.
"Terimakasih nak Riko, kamu baik sekali."
Jihan keluar rumah dengan baju seadanya.
"yuk Bu, udah selesai semua kan kita berangkat sekarang." Ucap Jihan.
Didalam mobil Riko hanya melirik Jihan yang berada disampingnya. Karena merasa diperhatikan, Jihan langsung menegur Riko.
"kamu kenapa sih dari tadi liatin saya Mulu?x Kesal Jihan.
"ck, siapa juga yang lihat kamu."
"jihaaan jangan seperti itu nak". ibu Jihan menegur Jihan.
"ya lagian Bu, dia liatin Jihan terus dari tadi."
Tanpa berkata apapun, Riko melajukan mobilnya, hingga mereka telah sampai di mansion Hans.
"waah rumah suaminya Diandra benar-benar bagus sekali ya nak". ibu Jihan yang kagum dengan rumah Hans.
"iya Bu, ini adalah buah dari kesabaran Diandra dan kebaikannya selama ini." Lanjut Jihan.
"mari saya bantu Bu." Riko membantu menurunkan semua makanan dari dalam mobil.
"Jihan, eh ibu apa kabar?". Sapa Diandra.
"baik nak, kamu semakin cantik saja".
__ADS_1
"hahaha trimakasih Bu, ayo kita masuk biar saya bantu bawakan."
"eiitttssss jangan, kamu tuan rumah duduk aja ga usah bantuin udah biar aku saja ya." Ucap Jihan kepada Diandra.
Diandra melihat pakaian yang dikenakan oleh Jihan. Diandra lalu memanggil Riko.
"Pak Riko, emm saya boleh minta tolong tidak?"
"minta tolong apa ya non?".
"gini...(Diandra membisikan sesuatu kepada Riko)"
"hah, non Diandra serius? tapi, kenapa saya non?"
"kamu ga mau".
"bukan begitu tapi, yasudah saya akan lakukan itu."
Okedeh siiip.
Diandra lalu masuk mengambil susu di kulkas dan sengaja menabrakkan ke Jihan sehingga membuat baju yang dikenakan oleh Jihan menjadi kotor.
"aduuhh Jihan baju kamu kotor deh, gimana ini?". Diandra berpura-pura panik.
"aduuh gak gabisa, gini aja kamu pergi sama pak Riko biar dia yang mengurus baju kamu ya buruan." Diandra mendorong Jihan kearah Riko.
"tapi di, aku..."
"udah gapapa, pak Riko tolong ya bantu Jihan."
"baik non, mari Jihan saya antar."
Jihan menurut saat dibawa Riko. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, tibalah Jihan disebuah butik milik ibu Hans.
"permisi nyonya"
"eh Riko ada apa?"
"begini nyonya tadi non Jihan....". Belum sempat Riko melanjutkan, Bu Rosa langsung mengerti.
"ooohh iya iya saya mengerti mari Jihan ikut Tante."
Jihan dibawa keruang ganti baju lalu keruang make up.
__ADS_1
Setelah beberapa jam, akhirnya Jihan selesai. Saat Jihan keluar dari ruangan, alangkah terkejutnya Riko saat melihat Jihan yang berubah begitu drastis saat sudah di make over.
"gimana Riko menurut kamu?" Tanya Bu Rosa
"cantik,....ah maksud saya Tante hebat." Ucap Riko sambil salah tingkah.
"hahaha Tante foto kamu ya supaya diandra bisa melihat."
Cekrek...
"nah, sudah. Sekarang kamu sudah bisa pergi ke pesta, oh ya Riko sampaikan salam Tante untuk Diandra ya."
"baik nyonya, mari Jihan kita pergi."
"ah i iya, Tante saya permisi dulu Tante....daahh".
Saat akan berjalan tiba-tiba Jihan terjatuh, beruntung Riko dengan sigap menangkap Jihan. Dan mereka saling bertukar pandang.
Bu Rosa yang melihat hanya tertawa gemas melihat mereka. hingga akhirnya ia berpura-pura batuk agar mereka tidak keterusan.
"eh...maaf saya tidak terbiasa memakai sepatu tinggi Tante."
"tidak apa-apa, nanti juga terbiasa oh ya Riko kamu pegang terus ya Jihan nanti jatuh Lo." Ucap Bu Rosa yang membuat Riko dan Jihan malu. Bagaimana tidak, mereka disaksikan oleh seluruh karyawan yang berada ditempat itu.
Akhirnya Riko membantu Jihan yang kesusahan berjalan untuk memasuki mobil.
Diperjalanan, Riko selalu memperhatikan Jihan, Bagaimana tidak? Jihan yang biasa tampil sederhana dan terkesan tomboi, sekarang menjelma menjadi seorang wanita yang sangat cantik.
"Kamu ngapain sih dari tadi ngelirik terus?". Kesal Jihan karena terus dilirik oleh Riko.
"ck, kamu sedikit berbeda rupanya jika berdandan seperti ini?".
"maksud kamu?"
"ya, kamu jadi...lebih cantik". Riko malu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Jihan pun sama, dirinya merasa sedikit malu dan juga sedikit bahagia. Entah kenapa dia sangat senang saat Riko mengatakan hal itu.
"oh ya?".
"hmm." Jawab Riko sambil mengalihkan pandangan karena jantungnya mulai berdegup kencang.
ππππππππππππ
__ADS_1