
"emm tuan, sudah selesai makannya, kalau begitu saya cuci piring dulu ya, permisi tuan" Danira lalu pergi meninggalkan Erland di ruang kerja
"ahh kenapa kopinya terasa sangat enak ya, padahal kan memang dari dulu kopinya sama, merk-nya juga sama, apa ini karena Juminten yang membuatnya ya....Astaga kenapa aku ini hah ada yang tidak beres denganku....Tapi mendengar cerita Juminten barusan, kenapa aku teringat sesuatu, tapi apa ya?" Erland yang masih memikirkan apa yang dikatakan oleh Danira.
Tidak ambil pusing, Erland lalu melanjutkan pekerjaannya.
...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...
Danira lalu mencuci semua piring dan alat makan yang baru saja dipakai, setelah itu Danira lalu pergi ke kamarnya.
Di kamar pembantu, Danira tidur bersama dengan Siti. Danira memang tidak pernah melakukan pekerjaan rumah selama dia tinggal bersama orang tuanya dan Diandra.
Namun Danira kerap mengamati Diandra saat sedang melakukan tugas rumah, maka dari itu Danira sedikit bisa melakukan pekerjaan sebagai pembantu.
Danira lalu menatap gelang yang dia pakai dan mengelusnya, gelang tersebut adalah gelang hadiah ulang tahun dari Diandra untuk Danira.
Saat itu Danira berulang tahun ke 15 tahun, Diandra memberikan gelang tersebut untuk Danira, Danira memang sangat suka gelang tersebut bahkan sejak saat itu Danira tidak pernah melepaskan gelang tersebut sampai sekarang.
"Kakak, aku sangat rindu....andai saja dulu aku bisa melawan papa, pasti kita tidak akan berpisah." Ucap Danira sendu
"kakak tau nggak, aku sekarang kabur dari rumah. Mama pasti sangat khawatir, tetapi aku terpaksa kak...maafkan aku yang selalu egois, dan selalu menyakiti kakak. Tapi percayalah, aku sangat menyayangi kakak" Danira menangis tersedu hingga membangunkan Siti.
"Juminten, kamu kenapa belum tidur, dan kenapa kamu menangis?" Tanya Siti
"tidak apa apa, kamu terbangun gara gara aku ya? Maaf ya Siti, kita tidur lagi yuk, aku gapapa kok hanya rindu dengan kakakku" Ucap Danira
"ohh begitu...yasudah yuk tidur" Ajak Siti
-
Di mansion Hans, Diandra merasa tidak nyaman. Diandra terus bergerak dalam pelukan Hans saat mereka sedang tertidur.
Diandra membuka mata, dan benar saja, jantung Diandra terasa begitu sakit entah kenapa.
Karena tidak ingin Hans khawatir, Danira lalu dengan berhati hati melepaskan pelukan Hans. Dan tidur membelakangi Hans.
__ADS_1
Keringat Diandra bercucuran, Karena tidak tahan, Diandra lalu berlari ke kamar mandi.
Di kamar mandi, Danira mengerang kesakitan di bagian dadanya.
"ya tuhan, aku mohon, berikan aku kekuatan. Aku ingin mencari adikku, dan suamiku dia pasti menginginkan keturunan dariku.... Kuatkanlah aku, Aku mohon...." Ucap Diandra dalam hati.
Diandra sekuat tenaga berjalan ke luar kamar mandi, dengan berjalan tertatih, saat akan mencapai ranjangnya, Diandra tidak kuat menahan dan menabrak nakas hingga menjatuhkan barang yang ada diatas nakas dan membuat Hans terbangun.
"Akhhh....awww" Diandra sambil menangis dan berusaha kuat.
"Sayang? ada apa...astaga kamu kenapa sayang" Hans khawatir lalu menghampiri Diandra dan didekap olehnya
"kamu kenapa? ada yang sakit?" Ucap Hans dengan cemas
Namun Diandra tak memberi jawaban dan hanya meringis kesakitan sampai air matanya keluar serta keringat bercucuran
"Sabar sayang. Tunggu sebentar ya" Hans lalu mengambil ponsel dan memakaikan jaket untuk Diandra
"Halo, kenapa kamu lama sekali mengangkat telfonku, kamu cari mati ha! Cepat kerumahku sekarang!" Teriak Hans dengan keras lalu segera mungkin mematikan ponselnya
Hans ingat jika Diandra kambuh maka ia harus segera memberikan pertolongan pertama dengan memberikan obat dibawah lidah dan memasangkan oksigen untuk Diandra
Hans dengan sabar, memberikan pertolongan pertama pada Diandra. Walaupun tidak kuasa melihat kondisi Diandra, Hans harus tetap kuat agar Diandra juga bisa kuat.
Tidak lama kemudian, dokter pun datang dan segera memeriksa kondisi Diandra.
-
Setelah selesai memeriksa, dokter lalu memasangkan infus untuk Diandra dan menyuntikan obat ke selang infus.
"dokter, bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya Hans
"Syukurlah, anda sudah melakukan pertolongan pertama kepada pasien, kondisinya sudah normal. Hanya saja....dia sangat lemah. Semakin hari kondisinya semakin melemah, meskipun dia terlihat baik baik saja, tetapi kondisinya begitu lemah.
Saya akan memberikan suplemen tambahan untuk nona Diandra, besok akan saya kirimkan kesini" Ucap dokter tersebut dan tak lama kemudian berpamitan kepada Hans
__ADS_1
Hans begitu sakit melihat kondisi Diandra yang seperti ini lagi. Hans mendekati Diandra dan mengelus lembut rambut Diandra
"sayang, kamu bilang mau honeymoon...kamu harus segera bangun dan kembali sehat. Setelah itu kita akan segera honeymoon, Aku janji aku akan membawa kemanapun kamu mau" Ucap Hans dengan mencium punggung tangan Diandra sebelah kanan yang tidak diinfus
Hans terus menggeenggam tangan Diandra hingga tertidur disamping Diandra dengan posisi Hans duduk di lantai dengan bersandarkan tepi ranjang.
-
Sementara itu, Arya sedang melihat galeri telepon yang terdapat foto Diandra.
"Apa aku jujur saja, setidaknya aku bisa lega..Tetapi apa dengan aku jujur, semua akan baik baik saja?" Ucap Arya dengan bimbang
"Kenapa disaat aku mulai membuka hati, aku harus mencintai orang yang salah" Arya sangat kesal dengan perasaanya saat ini
-
Di tempat lain, Bryan sedang memikirkan cara agar Vika bisa memaafkannya.
"Aku harus bagaimana? Aku harus melakukan apa? Semua ini karena wanita sialan itu. Andai saja aku tidak datang saat itu, aku harus segera selidiki kenapa dia bisa tau kelemahanku!" Bryan yang sangat geram
-
Lain hal nya dengan Riko dan Jihan yang baru saja melakukan panggilan video.
Karena Riko sedang membujuk Jihan agar tidak marah lagi, Riko sampai rela bernyanyi sambil menari untuk Jihan melalui panggilan telepon.
"hah....kamu itu terlihat sangat kaku tetapi kamu begitu lucu....hmm kamu tidak berbeda dengan Hans.... kenapa kamu semakin lucu sih" Jihan yang gemas dengan Riko.
Riko yang sedang berada di apartemen merasa sangat malu, kenapa dirinya sampai rela melakukan itu.
"Apa yang aku lakukan tadi....ini sungguh memalukan, kenapa aku sama sekali tidak merasa marah atau keberatan saat kamu menyuruhku melakukan itu, hah apa benar yang dikatakan pak Erland kalau aku itu sudah terkena virus bucin seperti tuan Hans" Ucap Riko dengan sedikit malu dengan apa yang barusan dia lakukan
Karena tadi saat mereka berkencan, Riko membuat Jihan kesal lantaran Riko menyuruh Jihan berhenti bekerja.
Riko berusaha membujuk Jihan dengan menawarkan akan melakukan apapun agar Jihan tidak marah, Terlintas ide Jihan untuk mengerjai Riko dengan menyuruh Riko menyanyi sambil menari dengan gaya yang imut.
__ADS_1
...πππππππππππ...