Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Ultah Ibu Hans


__ADS_3

Hari yang panjang telah usai, pagi hari telah menyambut seluruh umat di bumi.


(Dirumah keluarga Abraham)


"Mah, nanti malam kita diundang ke acara ulang tahun besan kita."


Ucap ayah Diandra kepada ibu Diandra.


"iya pa, tadi mama juga udah di chat sama Bu Rosa"


Ucap Bu Ratna sambil memasangkan dasi di kerah pak Abraham.


"papa mama, nanti aku mau shoping, sama kesalon ya, nanti malem kan kita mau ke rumah mertuanya kak Diandra."


Seru Danira kepada kedua orang tuanya.


"sayang, kamu jangan terlalu boros dong"


Ucap Bu Ratna.


"iihhh mama apaan sih sama anak sendiri pelit banget sih"


Rengek Danira.


"udahlah ma, biarin aja lagian ngga ada salahnya Danira tuh tampil cantik siapa tau nanti ada salah satu kolega bisnis pak Jeremy yang tertarik untuk menjodohkan anaknya dengan Danira kan."


Ucap pak Abraham.


"tuh ma dengerin papa, makasih papa sayaaangg muaahh sayang deh sama papa"


Bu Ratna hanya diam sambil pasrah, karena jika melawan tidak akan ada gunanya.


(Dikediaman Pak Jeremy)


"ma, papa udah atur semuanya buat nanti malam, ada yang mau mama tambahin lagi atau ada yang kurang gitu?"


tanya pak Jeremy kepada Bu Rosa.


"hmm papah, udah ah ngga usah terlalu mewah, lagian mama cuma mau undang keluarga kita Aja, papa pake undang temen papa sekalian"


Protes Bu Rosa.


"gapapa lah ma setahun sekali juga kan, papa akan lakuin apapun untuk istri papa yang satu ini"


goda pak Jeremy kepada Bu Rosa.


"iihh papa udah tua masih aja gombal, malu tau pah, oh ya pa bayangin deh kalo nanti Hans dan Diandra udah punya anak trus kita dipanggi Oma sama oppah pasti lucu banget, mama gasabar deh pa buat nantiin cucu kita nanti"

__ADS_1


"iya mah papa juga, tapi kita harus sabar mah, mama kan tau gimana kondisi Hans saat ini, papa cuma berharap kalau Diandra itu setia dengan Hans, semoga pilihan kita kali ini tidak salah ma"


Harap pak Jeremy kepada Hans.


"Kalau mama yakin diandra itu wanita baik pa, mama bisa menilai dari cara dia bicara dengan mama, cara bersikap dia, dan mama sangat yakin kalau Diandra itu berbeda dengan gadis yang selama ini dekat dengan Hans."


-


Tak terasa malam pun telah tiba, acara Dirumah pak Jeremy pun sudah siap, mulai dari dekorasi dan lainnya sudah disiapkan oleh pak Jeremy untuk sang istri.


Tamu pertama adalah Hans dan Diandra.


"Selamat malam pa, ma, Dan selamat ulang tahun untuk mama, Diandra doakan semoga mama selalu panjang umur dan diberi kesehatan, oh ya mah ini kado untuk mama dari aku, semoga mama suka yah."


Ucap Diandra sambil memberikan Hadiah kepada sang mertua.


"aduuh kamu kenapa repot-repot sih sayang, kamu dan Hans Dateng kesini mama udah seneng banget"


Ucap Bu Rosa dengan terharu.


"mah, maaf ya Hans belom bisa kasi kado untuk mama, Hans janji tidak akan lama lagi Hans akan beri kejutan yang sangat berharga buat mama"


Ucap Hans sambil memegan tangan Bu Rosa.


"sayaaang kamu juga, selama ini kamu selalu kasih mama apa yang mama mau, itu udah lebih dari cukup sayang, mama cuma pengen kamu kembali seperti dulu, itu saja sayang"


"ayo Diandra Hans masuk kedalam, papa sudah siapkan banyak makanan untuk kalian"


ucap pak Jeremy.


"Mas kayanya pulang dari sini badan aku bengkak deh soalnya aku bakal makan banyak banget makanan disini"


Ucap Diandra kepada sang suami.


"hahahah kamu ini ada-ada aja, ya kali kamu mau habisin semua makanan disini, tapi kalo kamu mau habisin, habisin semua juga gapapa kok sayang, asal kamu seneng"


Ucap Hans kepada Diandra.


"dengan senang hati, mas mau apa biar aku ambilkan?"


"hmm puding mangga enak tuh aku mau satu deh"


"oke sebentar ya mas tunggu sini, aku mau ambilin dulu"


Diandra pergi untuk mengambil puding yang Hans inginkan.


Tidak lama kemudian keluarga Pak Abraham pun tiba.

__ADS_1


"wah wahh ada menantu kita rupanya, selamat malam Hans, bagaimana kabar kamu?"


Ucap ayah Diandra sambil mengulurkan tangan memberi salam kepada Hans.


"baik pah, bagaimana kabar kalian sehat?"


Tanya Hans lagi.


"baik nak, oh ya Diandra dimana?"


Tanya ibu Diandra.


"ada didalam ma, mari silahkan masuk."


Danira yang melihat rumah Pak Jeremy merasa kagum lantaran begitu megahnya. Hans yang melihatnya merasa sangat kesal karena Danira selalu bersikap buruk terhadap istrinya.


"ah halo kakak ipar, apa kabar? oh ya kakak ipar tamunya belum datang ya? kalo boleh tau kakak ipar punya temen ngga sih yang jomblo gitu, siapa tau...."


"kenapa, lagian kalo ada pun ngga akan saya kasih tau ke kamu"


Ucap Hans dengan ketus lalu meninggalkan Danira.


"nyebelin banget sih, hmm kenapa masih sepi ya bosen banget tau gitu aku ga ikut, kayanya aku harus pergi dari sini deh mumpung tamu udah pada Dateng, aku mau ke club' aja seru daripada disini"


Ucap Danira lalu diam-diam pergi meninggalkan acara tersebut.


"sayaaang, mama kangen banget sama kamuu, kamu gimana kabarnya, baik-baik aja kan?"


ucap Bu Ratna yang menghampiri Diandra sambil memeluk.


"mamaaa, Diandra juga kangen sama mama, mama kapan Dateng


"barusan mamah Dateng, sebentar ya mama panggil papa dulu, pah sini deh liat nih Diandra."


"oh gimana kabar kamu, senang kan dirumah mewah, ga rugi kan papa jodohkan kamu."


Ucap pak Abraham dengan ketus.


"pah, Diandra kangen papa, boleh ngga Diandra peluk papa?"


"kamu ini sudah punya suami masih seperti anak kecil saja, ga malu kamu dilihat banyak orang ha."


"pah jangan kek gitu dong sama Diandra, kan Diandra cuma kangen sama papanya kenapa papa marah-marah sama Diandra sih pa, pah, Diandra kan juga sudah membantu keluarga kita dia rela menikah dengan Hans supaya papa itu sadar kalau Diandra itu sayang sama papa, papa kenapa masih seperti ini sih pa sama Diandra."


Hans yang mendengar pembicaraan mereka pun terlihat sedikit kesal. Dirinya kesal karena Diandra menikah dengannya karena untuk membuat papanya menyukainya dan berubah, tapi disisi lain ada benarnya mengapa Diandra menyetujui untuk hal itu.


"cihhh jadi ini alasan kamu, hah harusnya aku sadar kalo kamu itu memang dari awal hanya ingin dianggap oleh papa kamu, dan yah mana mungkin kamu rela menikah dengan aku yang cacat ini, Diandra meskipun kamu gadis kecilku, tapi kamu tetap seorang wanita yang pada dasarnya menginginkan seorang pria yang normal, bukan seperti aku"

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2