Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Peresmian Toko


__ADS_3

"ekhmm Tidak perlu Vika, saya bisa sendiri" Arya sekuat tenaga mencoba bangun namun kepalanya terlalu sakit.


" Mas Arya sudah ya, aku mohon tolong biar aku yang suapi ya. Kali ini saja" Vika memohon


"Baiklah, maaf kalau saya merepotkan" Ucap Arya


Vika hanya tersenyum lalu mulai menyendokan makanan untuk Arya. Arya memang sama seperti Hans, tidak mudah melupakan orang yang dicintainya


Jadi saat Vika memperhatikannya Arya tidak berpikir terlalu jauh.


...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...


"Mas Arya, Maaf kalau aku bertanya soal ini, apakah mas Arya hanya mengagumi Diandra atau benar-benar mencintai Diandra? Mas...keduanya itu berbeda. Kalau mengagumi maka rasa itu akan hilang seiring berjalan waktu, tapi kalau mencintai dengan tulus maka rasa itu selamanya akan tetap ada" Ucap Vika


"entahlah, aku juga tidak tau....semua ini salahku" Arya masih menyalahkan dirinya sendiri


"Diandra hamil" Vika tiba-tiba mengatakan hal itu membuat Arya semakin tidak tau harus apa dengan hatinya


"Itu bagus, sebaiknya aku menghilang agar aku bisa melupakan Diandra dan semua akan berakhir" Ucap Arya


"Wah...kamu yang aku kenal dulu tidak seperti ini, ya meskipun kita terbilang tidak lama tapi aku ternyata salah menilai kamu, aku kira kamu itu seperti Hans. Dia tidak akan mengalah dengan keadaan" Ucap Vika


"Cih jadi kamu membedakan aku dengan Hans"


"Maaf aku tidak membedakan, tetapi ini kenyataan. Setahuku Arya itu orang yang tidak mudah menyerah dan dia selalu optimis. Tapi lihat, kamu bahkan lemah hanya untuk masalah sepele" Ucap Vika


"Vika, Terimakasih kamu sudah peduli dengan saya. Dan saya rasa kamu tidak perlu lagi masuk lebih jauh di kehidupan saya" Ucap Arya secara tegas


"ya, kamu benar. Kamu memang benar, aku memang tidak pernah pantas untuk ikut campur urusan kamu, karena aku bukan siapa-siapa. Maaf ini..semoga kamu bisa paham" Vika memberikan sebuah novel kepada Arya


Arya tak menghiraukan Vika. Vika akhirnya pergi meninggalkan Arya. Setelah Vika pergi, Arya lalu mengambil novel tersebut.


"Cinta tak harus memiliki? cih apa maksud ini, dia menyindir aku...Hah lupakan ini hanya novel biasa" Ucap Arya.


-


Waktu terus berlalu. Kini Diandra sudah sehat dan Hari ini adalah hari dimana Toko Diandra, Vika dan Jihan resmi dibuka.

__ADS_1


Seluruh persiapan telah dilaksanakan. Tak ketinggalan Hans, Erland, Bryan serta Riko turut hadir.


"Sayang, selamat ya...Akhirhya cita-cita kamu dan teman-teman kamu tercapai" Ucap Hans sambil memeluk sang istri dan mengelus perutnya


"Mas makasih juga karena kamu udah banyak bantuin kita"


"Apa sih yang enggak buat kamu hmm?" Goda Hans


"Duuuh bisa nggak sih kalian itu romantisannya dirumah, ini kita lagi grand opening Lo" Kesal Jihan yang melihat didepan mata


"Jihan, kamu tenang saja. Saya akan menyuruh Riko untuk segera melamar kamu dan kalian akan menikah." Ucap Hans dengan santai.


"di, kenapa jadi aku sih" Jihan kesal


"Sabar ya gapapa kok, lagian mas Hans bener, bukannya kalau kalian itu segera menikah akan jadi lebih baik...kalian tinggal seapartemen juga kan." Ucap Diandra


"di...jangan keras keras dong malu....Iya sih...tapi masalahnya sampe sekarang aku belum dikenalin sama orang tuanya" Ucap Jihan dengan berbisik


"oh ya wahh. Kalo gitu kamu harus segera dapat kepastian, kalau perlu kamu ancam dia" Ucap Diandra


"Hai kalian sudah siap? yuk kita mulai" Ucap Vika.


Kini acara grand opening telah dimulai. Para pengunjung pun menikmati berbagai tawaran dan diskon yang berada di toko mereka.


Akhirnya acara pun telah selesai. Bryan dan Erland pun sangat kelelahan karena mereka berdua menjadi bahan pancingan untuk pelanggan, bagaimana tidak? Hans memberikan penawaran bagi pelanggan dengan Bonus foto dan pelukan dari dua pria tampan yaitu Bryan dan Erland.


'hah....Hans kamu benar-benar tidak punya hati....bisa-bisa nya kamu menjadikan kamu sebagai bahan pancingan kamu" Ucap Bryan dengan nada lelah


"Benar, sekarang lihatlah pipiku, ini sudah keterlaluan, mereka mencium pipiku dengan ganas, apalagi para ibu-ibu, astaga rasanya aku ingin menghilang aaakkkhhh" Ucap Erland dengan nada memelas.


"Kerja bagus kawan, hari ini kalian sudah bekerja keras. Tenang saja, aku akan memberikan kalian hadiah setelah ini" Ucap Hans


"Hadiah...benarkah..apa itu?" Ucap Erland dengan semangat.


"Kalian lihat saja besok" Ucap Hans


"iihh kamu duduk sini aku disitu" Jihan menyuruh Riko pindah tempat duduk agar tak dilihat oleh para wanita yang terpesona melihat Riko

__ADS_1


"kenapa sih dari tadi kamu marah terus?" Ucap Riko


"Ya kamu nyebelin. Udah lah bete" Ucap Jihan lalu pergi meninggalkan Riko.


Riko yang tidak tau apa-apa hanya bisa diam karena tidak tau dimana letak kesalahannya.


"Riko, kamu susul Jihan. Dia itu butuh perhatian. Masa hal seperti itu saja kamu tidak tau!" Ucap Hans dengan mengejek


"Emm tapi pak, saya harus mengerjakan laporan hari ini" Ucap Riko.


"Astaga Riko, aku tidak pernah membebani pekerjaan kamu, Aku juga punya pekerjaan tetapi lihatlah aku bisa membagi waktuku dengan istriku dan kami juga saling memahami satu sama lain, masa seperti itu saja kamu nggak tau sih. Kamu itu harusnya bisa mengerti wanita Riko, harusnya kamu tau apa yang diinginkan mereka. Seperti aku dan istriku ini, kamu saling mengerti satu sama lain" Ucap Hans dengan bangga yang membuat kedua sahabatnya merasa ingin mual karena tingkah Hans


Riko pun akhirnya menyusul Jihan.


Bryan melihat Vika yang sejak tadi tidak seperti biasanya. Lalu Bryan menghampiri Vika.


"Hai, boleh aku duduk" Ucap Bryan yang membuat Vika terkejut


"ishh kamu. bikin kaget aja" Ucap Vika


"hahahaha maaf, Kenapa sih dari tadi kok kaya ngga seneng gitu, harusnya happy dong kan sudah dibuka tokonya" Bryan menghibur Vika


"Iya, aku cuma capek aja"


"Aku antar pulang gimana?" Ajak Bryan


"Ngga usah, aku bisa pulang sendiri kok, yaudah ya aku pamit pulang dulu. Permisi aku mau pamit Diandra dan Jihan" Ucap Vika


"Ada apa dengan Vika? Jika seperti ini pasti dia ada masalah. Vika, meskipun kita tidak bisa bersama, tetapi setidaknya kita bisa kan menajadi sahabat dan saling berbagi masalah." Batin Bryan


"Ma, Mas arya ngga datang?" Tanya Vika


"Diandra, bukan Arya tidak mau datang, tapi kamu tau sendiri kan" Bu Rosa mencoba memberi pengertian Diandra


"Ah iya ma, Diandra mengerti. Oh ya makasih ya mama udah Dateng kesini, Diandra seneeeeng banget" Ucap Diandra sambil memeluk Bu Rosa


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2