
"Mas Arya kenapa sih, Hah Vika udah kamu jangan geer huft capek banget sih hari ini."
-
Sedangkan Jihan, dia baru saja berbicara di telefon dengan Riko. Jihan masih belum tau bagaimana caranya untuk memberi tahu ibunya jika dia sudah menikah dengan Riko.
...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...
"Hah aku bingung gimana cara ngomongnya sama ibu, kalo ibu marah gimana ya"
Malam pun telah dilalui.
-
Kini pagi telah menyambut, Sang Surya mulai menyinari langit.
Di mansion Hans, Diandra yang mulai membuka mata merasakan ada sesuatu yang memeluknya. Diandra lalu tersenyum sambil melihat sang suami.
"Mas, terimakasih banyak kamu adalah satu satunya pria yang memperlakukan aku layaknya seorang ratu, bahkan papa ku sendiri tidak memperlakukan aku dengan baik, Mas jika aku boleh meminta, aku akan meminta kepada Tuhan untuk selalu bersama kamu, menjaga kamu dan menemani kamu" Batin Diandra sambil mengelus pucuk rambut suaminya dengan lembut.
Hans merasakan ada tangan lembut menyentuhnya pun lalu terbangun.
"enngghh Sayang kamu udah bangun? Apa masih sakit? Kamu mau aku panggil dokter?"
"Mas, aku udah gapapa kok, kan aku udah ada kamu sebagai obat untuk aku" Ucap Diandra lembut.
"Hari ini aku tidak akan ke kantor, aku ingin dirumah" Hans Kembali memeluk Diandra dengan manja
"Mas jangan gitu ih, kamu harus ke kantor pokoknya, udah kamu mandi, biar aku siapkan ya"
"engga, aku ngga mau, hari ini biar Arya dan Riko yang mengurusnya"
Telefon Hans berdering....
"Halo, iya Arya ada apa? apa? ijin setengah hari, memangnya mau kemana?...hah bermain dengan keponakan Vika, ada ada saja kamu sudahlah lain kali saja, apa tidak ada hari libur ha, hari ini aku juga ingin libur!" Ucap Hans ditelefon
Diandra yang mendengarnya pun lalu meraih ponsel Hans
"Mas Arya halo, mas Arya main aja sama keponakan Vika, gapapa kok biar mas Hans ke kantor gapapa. Have fun ya jangan dengerin mas Hans" Ucap Diandra di telefon
"Sayang tapi....."
"ihh udah deh kamu buruan mandi, aku siapin dulu peralatannya yah" Diandra bangkit dan menyiapkan pakaian Hans
Hans pun dengan terpaksa menuruti keinginan Diandra.
-
__ADS_1
Dikantor Hans, terus menatap Arya dengan tajam. Seolah olah ingin memangsa Arya, Arya yang tau ada Diandra mencoba mengejek hans dengan menjulurkan lidahnya, sehingga Hans melempar Arya dengan pulpen
"Ah sakit, apa apaan sih Hans" Kesal Arya
"Mas kaya anak kecil deh, udah mau jadi papa juga, nih liat anak kamu....perut aku mulai besar, Mas arya mending buruan jemput Keponakan Vika deh kasian" Ucap Diandra
"oke deh daripada disini, males banget mending main sama Qila" Arya lalu pergi menjemput Qila
Sedangkan Hans hanya bisa pasrah karena terus dimarahi oleh Diandra
-
Lain hal nya dengan Riko yang masih bingung dengan pernikahannya.
"Pak Riko kenapa sih mas?" Tanya Diandra
"Ehmm sayang sebenarnya kemaren Riko dan Jihan itu....." Hans menjelaskan kepada Diandra
Diandra yang terkejut lalu meminta Riko untuk menemui Jihan di toko mereka.
-
Di toko, Diandra, Vika, Jihan, dan Riko sedang duduk bersama. Mereka hanya diam tanpa berkata apapun.
"oke, mas Hans udah cerita semuanya, sekarang aku akan bantu menjelaskan kepada ibu kamu, dan untuk orang tua pak Riko, biar mas Hans yang selesaikan" Tegas Diandra.
"selamat siang ada yang bisa saya bantu? loh Mas Bryan, waah kebetulan mas kesini Oh ya mas aku udah bawa uangnya kok ini...." Tasya mengeluarkan uang
"hei tidak perlu, aku kemari bukan untuk itu tapi aku ingin menemui bos kamu, apa Vika ada?" Tanya Bryan
"oh ada kok, sebentar biar saya panggilkan" Tasya lalu memanggil Vika.
"Hei Bryan udah Dateng yuk masuk" Ucap Vika
"Waah Bu Vika sama pak Bryan tuh cocok ya sebenarnya tapi sayang mereka udah putus"
"eh tapi aku denger merek udah baikan Lo, apa mereka akan kembali bersama"
Para karyawan membicarakan Vika dan Bryan.
"oh jadi mas Bryan mantan pacarnya Bu Vika, yaampun Tasya apa apaan sih kamu, masa kamu suka sama mas Bryan, inget kamu itu cuma pegawai disini, masa pegawai suka sama mantan pacar bos sendiri, hah sudahlah mereka cocok, Bu Vika baik, cantik mereka juga sepadan" Batin Tasya, Tasya memang mulai menyukai Bryan sejak awal bertemu, namun Tasya tidak tau jika Bryan adalah mantan kekasih Vika
Diandra dijemput oleh Hans, Jihan diantar pulang Riko, Sedangkan Bryan pamit.
Tak lama kemudian Arya datang bersama Qila.
"Tanteeee"
__ADS_1
"hei Qila, gimana tadi mainnya seru?"
"seru dong kan sama om ganteng, Tante lihat aku dibeliin boneka sama om ganteng"
"iya sayang bagus bonekanya, oh ya mas Arya apa Qila nyusahin kamu tadi?"
"oh engga kok, justru tadi kita bersenang-senang ya kan?"
"iya dong Tante ngga ikut sih, oh ya Tante, Tante kan belum punya pacar gimana kalo om ganteng dan tante Vika pacaran aja, kalian cocok Lo"
"Qila apaan sih anak kecil udah tau pacaran aja, udah sekarang kita pulang ya"
"tunggu, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu" Ucap Arya
"disini aja"
"tapi ini penting"
"hah...yaudah Qila sayang, kamu masuk dulu ya, tante mau ngobrol sama om Arya dulu ya"
"oke Tante"
Vika dan Arya lalu berbicara berdua.
"Ada apa?"
"Vika, aku tau ini....ini pasti sangat aneh buat kamu dan yah aku paham, tapi....Jujur sejak aku bertemu kamu entah kenapa ada hal yang membuat aku berbeda, aku aku mulai suka dengan kamu, Vika Aku harus jujur sama kamu, aku cinta sama kamu" Arya jujur dengan perasaannya
"Hah.....Begini....Mas Arya, mas Arya pasti tau alasan kenapa aku dan Bryan putus dan....Mas Arya, aku....aku merasa kalau aku ini hanya sebagai wanita pelampiasan, Aku ngga bisa. Dulu Bryan pacaran sama aku karena mantannya, sekarang kamu...Kamu pacaran sama aku pasti hanya pelampiasan kan karena kamu itu masih cinta sama Diandra"
"engga Vika, aku serius, aku benar benar cinta sama kamu, perasaanku ke Diandra dan ke kamu itu berbeda, Rasa sayang aku ke Diandra itu seperti kakak dengan adiknya, karena aku juga punya adik perempuan, Tapi rasa sayang aku dan kamu berbeda, aku aku merasa jika bersama dengan kamu aku benar benar nyaman"
"Tapi aku trauma, aku ngga mau dijadiin pelampiasan"
"oke aku mengerti aku tidak menjadikan kamu sebagai pelampiasan, tapi aku benar benar tulus sama kamu"
"Maaf, tapi aku ngga bisa... Mas Arya, aku harap kita harus mulai menjaga jarak. Jangan sampai mas Arya melangkah terlalu jauh" Vika pergi meninggalkan Arya walaupun sebenarnya di hatinya Vika juga sayang dengan Arya
"Qila kita pulang sekarang"
"loh om ganteng mana?"
"Udah ayok" Vika memaksa Qila masuk kedalam mobil
Arya hanya bisa melihat kepergian Vika dengan penuh kekecewaan
"Vika, aku harus bagaimana? bagaimana aku harus buktikan sama kamu kalau aku benar benar tulus mencintai kamu, rasa sayangku kepada Diandra itu hanya sebagai Kakak dan adik, tapi kamu....kamu Yang selalu ada untuk aku, hanya bersama kamu aku bisa menjadi diriku sendiri" Batin Arya
__ADS_1
...πππππππ...