
Hari berlalu dan kini tiba saatnya Diandra dan Hans bersiap untuk pindah ke mansion.
Koper dan barang mereka telah lebih dulu dibawa oleh mobil lain, sedangkan Hans dan Diandra bersiap untuk pamit kepada orang tua Hans.
Hans yang sudah siap untuk berpamitan dengan kedua orang tuanya merasa senang karena akhirnya dirinya bisa bersama dengan Diandra, gadis kecil yang dia cari, dengan selalu tersenyum membuat kedua orang tua Hans merasa penasaran, namun mereka enggan untuk bertanya kepada Hans, mereka bersyukur karena akhirnya setelah bertahun-tahun, Hans baru tersenyum tulus kali ini. Dirinya biasanya hanya tersenyum kecut itupun hanya sesekali. Bahkan saat berpacaran dengan Sonya pun Hans jarang sekali tersenyum. Karen Hans dikenal dengan sebutan CEO dingin.
Sementara itu, Diandra mulai keluar dari kamarnya dan menyapa kedua orang tua Hans.
"Pa, ma, Diandra hari ini mau pindah ke mansion, maaf ya kalo selama Diandra disini mungkin merepotkan papa dan mama". Ucap Diandra kepada kedua orang tua Hans.
Dibalas dengan ibu Hans, "sayaaangg mama sebenernya sedih karena harus pisah sama kamu, kamu disini itu ngga nyusahin kok mama seneng malah punya anak perempuan seperti kamu". Ibu Hans sambil memeluk Diandra.
"benar nak, kamu disini membawa suasana baru, semoga kalian disana baik-baik saja ya, dan kalau ada apa-apa segera hubungi papa dan mama ya nak". Lanjut ayah Hans.
Lain hal nya dengan Hans yang diam memandang wajah cantik Diandra.
Dirinya membayangkan bagaimana nanti bersama dengan Diandra.
ehmmm....oughh..oughhh, goda papa Hans yang kemudian menyadarkan Hans.
"ah kamu udah siap, ayo kita kemobil. permisi pa, ma" , pamit Hans kepada kedua orang tuanya.
Dengan mendorong kursi roda Hans Diandra menuju ke mobil mereka dan memindahkan Hans kedalam mobil dibantu sopir dan pengawal dirumah mereka.
(Di mansion Hans)
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam, akhirnya mereka sampai di mansion, alangkah terkejutnya Diandra ketika sampai di mansion karena selama perjalanan Diandra tertidur di bahu Hans, dan yang membuatnya lebih terkejut adalah Hans yang tidak marah sama sekali kepadanya padahal dia tau kalau Hans pasti merasa sedikit pegal karena menampu dirinya di bahu kekar milik Hans.
__ADS_1
"m-maaf mas tadi saya ketiduran, maaf apa mas capek, pegal, nanti saya bantu pijit ya". ucap Diandra sambil tergagu karena ketakukan didepan Hans.
Hans hanya tersenyum menyeringai, kemudian menggoda Diandra. "kamu yakin, oke nanti kamu harus pijitin saya" ucap Hans sambil tersenyum menggoda Diandra.
Diandra yang hanya bisa menunduk pun merasa lega karena Hans tidak marah, kemudian mereka berdua mulai memasuki mansion tersebut, Diandra merasa kagum dengan mansion milik Hans yang sangat megah dengan interior yang sangat menawan membuat Diandra merasa sangat senang.
"kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" . Tanya Hans kepada Diandra.
"ah iya, ini bagus banget desainnya pasti yang buat udah profesional" . Ucap Diandra sambil menatap seluruh mansion Hans
"maaf tuan nyonya barangnya sudah saya taruh di kamar, saya ijin permisi tuan". Ucap seorang sopir yang membawa mereka
"ya silahkan keluar, kamu jangan tidur karena sebentar lagi saya akan keluar dan kamu antar saya nanti". Titah Hans kepada sopir nya tersebut.
"ayo" . Ajak Hans kepada Diandra.
Diandra yang merasa kaget pun hanya diam dan bengong karena Hans sedikit berubah, dia tidak bersikap ketus padanya.
"ehh engga mas tunggu". Diandra sambil berlari kemudian mendorong kursi roda Hans.
Setelah sampai di kamar Hans, Diandra tidak masuk malah berdiri didepan pintu sambil bertanya kepada Hans, "mas kamar saya sebelah mana ya". tanya Diandra kepada Hans.
"maju tiga langkah kesini," balas Hans
Dengan bingung Diandra melangkahkan kakinya tiga langkah sesuai arahan Hans,
"trus gimana?" tanya Diandra lagi
Hans hanya tertawa dan berkata, "apanya yang gimana ya ini kamar kamu. Kita akan tidur disini, oh ya jangan lupa nanti malam janji kamu ya, nanti saya akan keluar sebentar kamu tunggu dirumah saja dan kalau ada apa-apa bilang mbok Jum dan segera hubungi saya"
"a. a. b. b baik mas" Jawab Diandra dengan gugup karena bingung dengan sifat Hans yang tiba-tiba saja berubah.
__ADS_1
Malam hari di mansion Hans, Diandra sedang menyiapkan makan malam untuknya dan Hans, sambil menunggu Hans pulang, Diandra membantu mbok Jum untuk menyiapkan hidangan makan malam, meski sudah dilarang oleh mbok Jum tetapi Diandra tetap membantu.
Tanpa disadari Diandra dirinya sedang diawasi oleh kamera pengintai yang berada di mansion tersebut.
Ya, Hans memang sengaja memasang cctv agar bisa mengamati Diandra, Hans dengan senyum sumringah merasa sangat senang karena apa yang dia pikirkan tentang Diandra selama ini sudah salah, Diandra adalah gadis kecil yang benar-benar baik seperti saat pertama kali Hans mengenalnya.
Sebelumnya Hans keluar untuk bertemu dengan dokter pribadinya membahas mengenai terapi yang dulu ditawarkan kepada Hans, Dari hasil pemeriksaan memang kalau rutin Hans dapat sembuh total, dan harus rutin minum obat juga.
Hans kemudian menyetujui hal tersebut, yang membuat Hans bersemangat untuk sembuh adalah Diandra yang merupakan gadis kecilnya yang memiliki hati yang baik, Hans juga berjanji akan selalu menjaga dang akan mulai berusaha membuat Diandra jatuh cinta padanya.
"Tunggu saja gadis kecilku, aku akan menjaga kamu. Tidak akan kubiarkan orang lain menghina kamu" Ucap Hans dalam hati
Sesampainya dirumah Hans dibantu sopir untuk turun menuju kedalam rumah,
Didalam rumah Diandra yang sudah menunggu Hans pulang menyambut kedatangannya.
"mas udah pulang, ini aku udah nyiapin makan malam, kalo mas mau makan sendiri gapapa kok biar nanti saya makan di dapur sama mbok Jum" Ucap diandra kepada Hans.
Hans sambil menghela napas dan berkata "kamu itu kenapa sih, saya belom bilang apa-apa sama kamu, trus kamu ngambil keputusan sendiri, kenapa" tanya Hans
"m maaf mas, saya hanya merasa kalau nanti mas ngga nyaman dengan saya". balas Diandra
"sudah ayo kita makan dan segera kekamar lakukan tugas kamu selanjutnya"
Diandra hanya melongo mendengar penuturan Hans.
Sambil menikmati makan malam Hans bertanya kepada Diandra, "kamu ngga lupa kan sama janji kamu tadi".
Diandra yang sedang menikmati makanannya pun seketika tersedak ketika mendengar pertanyaan yang terlontar dari Hans, "uuhukk uhuukk uhukk, maaf mas saya tersedak". ucap Diandra sambil mengambil minum
"kamu gimana sih, awas aja kalo kamu ingkar janji, saya benci orang yang suka ingkar janji", Ancam Hans kepada Diandra.
__ADS_1
ππππππππππππππ