Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Kamu alasanku


__ADS_3

Setelah kurang lebih satu jam akhirnya dokter pun datang, dan mbok Jum segera mengantar dokter ke kamar Hans.


"dok, dokter tolong istri saya dok saya mohon"


Ucap Hans Dengan tangis sambil terus memeluk Diandra.


"baik tuan saya periksa sebentar"


Ucap sang dokter Abdul, dokter keluarga Hans yang sudah berumur 50 tahun, keluarga Hans mempercayai dokter Abdul karena sudah bertahun-tahun menjadi dokter keluarga mereka.


Dengan telaten dokter Abdul lalu memasang selang oksigen yang memang dibawa untuk Diandra karena sebelumnya saat ditelepon dokter Abdul menanyakan terlebih dahulu mengenai kondisi Diandra kepada Hans.


dokter Abdul lalu menelfon temannya yang merupakan dokter specialis jantung untuk segera datang dan membawa alat kesehatan yang diperlukan untuk penanganan Diandra.


"Tuan mohon bersabar dan tunggu sebentar tuan, rekan saya akan datang untuk menangani nona"


Selang satu jam akhirnya dokter Sari pun tiba dan langsung menangani Diandra.


Setelah beberapa menit ditangani akhirnya jantung Diandra kembali normal.


"alhamdulilah, jantung nona Diandra sudah kembali normal, tuan ada beberapa hal yang perlu saya bicarakan dengan anda mengenai kondisi istri anda".


Ucap dokter Sari yang merupakan teman dokter Abdul, dokter specialis jantung dan paru-paru.


"mari dok kita bicara di ruang kerja saya, mbok tolong jaga istri saya".

__ADS_1


Titah Hans kepada mbok Jum


"baik tuan"


-


Hans, dokter Abdul dan juga dokter Sari akhirnya berkumpul di ruang kerja Hans.


"Tuan, begini saya akan mengobservasi secara lanjut mengenai kondisi nona Diandra. Untuk saat ini nona Diandra hanya terkejut, dan ritme jantungnya pun menjadi tidak beraturan, Untung saja segera ditangani, kalau boleh saya tau apakah nona Diandra sudah lama mengalami penyakit ini?"


"iya dok, sudah sejak lahir"


Jawab Hans dengan sedih karena kondisi istrinya ini disebabkan olehnya.


"tapi dok, apa istri saya bisa sembuh total dok? apakah jantungnya bisa normal dok?"


Tanya Hans dengan harap.


"kita akan lihat nanti setelah observasi, karena penyakit bawaan itu bisa sembuh tergantung bagaimana kondisi orang tersebut, saya akan berusaha semaksimal saya dan saya juga akan merekomendasikan dokter specialis jantung terbaik untuk istri anda, saya sarankan nona Diandra jangan terlalu kelelahan dan jangan terlalu banyak stress. Baik tuan mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan, mungkin ada hal yang ini anda tanyakan lagi?"


Hans menghela napas dalam sambil berkata,


"baik dik terimakasih, saya mengerti"


Setelah pembicaraan tersebut, dokter Abdul dan dokter Sari pun pulang.

__ADS_1


Hans menuju kekamarnya dengan hati yang sangat sakit saat melihat istrinya yang terus tidur tanpa mendengar perkataannya.


Hans lalu mendekat ke arah Diandra sambil mengelus rambut dan wajah Diandra perlahan.


"sayang, maafin aku ya, aku udah bikin kamu kaya gini, aku janji setelah ini aku nggak akan bikin kamu menderita ataupun ngrasain sakit lagi, aku janji, kamu harus bisa kuat sayang, karena kamu adalah alasan aku untuk bisa segera bangkit dari keterpurukan ini."


Hans kemudian mencium kening dan bibir Diandra, dirinya yang sudah merasakan kantuknya akhirnya terlelap dengan memeluk Diandra, kehangatan keudanya pun mengantarkan ke alam mimpi.


Hans mulai sadar bahwa Diandra sangat berharga baginya dan tidak akan pernah melepas Diandra untuk kedua kalinya, dirinya pernah berjanji kepada Diandra kecil, bahwa jika Hans besar nanti, dirinya akan mencari Diandra kemanapun itu dan akan menjadikan Diandra sebagai pendamping hidupnya kelak.


namun karena Hans saat itu masih berusia 12 tahun dan kemudian keluarga nya pindah rumah lalu Hans kehilangan jejak Diandra, saat Hans kembali ke rumah sakit tersebut, dokter yang menangani Diandra pun juga tidak tau dimana Diandra beserta keluarganya.


dokter itupun mengatakan kepada Hans jika Diandra mungkin tidak bisa hidup lama karena kondisinya mungkin saja Diandra sudah tiada, sontak saja Hans yang mendengarnya merasa sangat sedih.


Semenjak saat itu Hans menjadi sangat frustasi dan mulai tidak jelas hidupnya.


Hans menjadi CEO yang sangat arogan dan kejam bagi para karyawannya, bahkan dirinya dikenal tak jarang menghabiskan waktu di bar dan bersama wanita malam hanya untuk mengatasi kesedihannya.


Berpacaran dengan Sonya pun karena terpaksa, hingga pada akhirnya Hans memutuskan akan melamar Sonya karena dirinya sudah muak dengan berita tentang kencan dirinya bersama artis, model dan wanita cantik nan seksi lainya.


Hans mulai sedikit percaya dengan Sonya karena perlakuan Sonya kepada dirinya, hubungan Sonya dan Hans selama 1 tahun juga membuat Hans yakin bahwa Sonya adalah wanita yang tepat untuknya.


Hingga terjadilah kecelakaan yang membuat kondisinya seperti sekarang ini.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2