Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Erland dan Danira bertemu lagi


__ADS_3

"Ini adalah cara termurah dan paling menyenangkan agar kita bisa meluapkan isi hati" Ucap Arya.


"ya, kamu benar". Kata Vika


...<\=\=\=\= episode sebelumnya \=\=\=\=>...


Setelah menempuh perjalanan cukup lama, Vika dan Arya akhirnya sampai dirumah Vika.


Vika lalu turun dari motor Arya.


"Untung kita lewat jalan sepi, jadi ga ada polisi, coba kalau lewat jalan raya, kita udah keburu dikejar sama pak polisi" . Ucap Vika kepada Arya.


"hahahaha iyalah, makanya aku cari jalan pintas, yasudah terimakasih ya kamu sudah mau nemenin aku makan siang" Ucap Arya


"iya, sama-sama harusnya aku yang berterimakasih karena kamu ga marah motor kamu udah aku tabrak, trus di ambil di bengkelnya lama lagi" Ucap Vika


"santai aja kali" Saat Arya dan Vika sedang berbincang, papa Vika baru saja datang dari kantornya dan melihat Vika bersama Arya di depan gerbang rumah.


"Vika, kamu ini apa-apaan sih, pake minta supir buat gantiin nyetir mobil trus kamunya malah pergi. Jadi gara-gara laki-laki ini kamu sampai rela ninggalin mobil kamu dan pilih naik motor." Papa Vika yang kesal.


"pah, bukan seperti itu aku bisa jelasin kok dia ini....." Belum sempat Vika menjelaskan, papanya langsung menarik Vika untuk kedalam rumah.


Arya yang melihat Vika hanya bisa diam, dirinya tidak berani berkata-kata karena tidak ingin membuat masalah, Arya lalu pergi meninggalkan rumah Vika.


"paaa cukup papa ini kenapa sih" kesal Vika.


"kamu yang kenapa, sudah tau kamu itu dengan Bryan tapi malah berduaan, boncengan pula dengan cowok yang ga jelas asal usulnya, mana nganterin kamu pake motor lagi". Tegas papa Vika.


"papa tu dari dulu ga pernah berubah ya, yang papa fikirkan itu hanya eksistensi papa Dimata orang. Papa ga pernah mikirin gimana perasaan Vika." Kesal Vika.


"Vika! dengarkan papa, papa lakukan ini untuk keluarga kita papa tidak masalah kamu mau dekat dengan siapa saja terserah tetapi kamu harus memperhatikan bebet dan bobotnya juga, apa papa pernah ngelarang kamu untuk melakukan apa yang kamu suka? tidak kan..papa selalu menuruti apa yang kamu mau, bahkan papa rela melakukan apapun untuk kebahagiaan kamu....tapi untuk masalah lelaki, papa harus ikut campur." Tegas papa Vika


"terserah papa, lagipula aku sama dia juga ga ada hubungan apa-apa kok" Ucap Vika


"bagus kalau begitu, nanti malam kita ada pertemuan makan malam dengan keluarga Bryan. Kamu harus ikut" Titah papa Vika


tanpa bicara apapun Vika masuk ke kamarnya.


-


Sementara itu Erland yang sedang asyik menyetir tiba-tiba saja dikejutkan oleh seorang wanita yang sedang berlari dan tak sengaja tertabrak olehnya.

__ADS_1


brakkkk....


"astaga, apa itu tadi?" Ucap Erland.


Karena jalanan cukup sepi, sehingga tidak ada orang yang berkerumun. Erland akhirnya turun dari mobil dan memeriksa.


"awww sakiiitt" Rengek wanita tersebut yang tak lain adalah Danira.


"astaga, kamu tidak apa-apa, kita kerumah sakit ya saya an.....tar....loh kamu" Erland terkejut karena melihat Danira(adik Diandra).


"aduuhh, tolong saya. Tidak usah bawa saya kerumah sakit saya tidak apa apa, tapi tolong bawa saya pergi dari sini, tolong saya mohon" Rengek Danira yang menahan sakit di kakinya


Karena tidak tega, Erland lalu membawa Danira masuk ke dalam mobilnya.


"kamu yakin gapapa? luka kamu cukup parah?" Erland memastikan.


"benar saya tidak apa apa" Ucap Danira


"lalu saya harus antar kamu kemana?" Tanya Erland.


"kemana saja terserah asalkan saya jauh dari tempat ini" Ucap Danira


"yasudah, kamu kerumah saya mau? biar saya obati dulu luka kamu" Ucap Erland lalu mengemudikan mobilnya.


"kamu bisa berjalan?" Tanya Erland


"bisa kok" Saat Danira mencoba berdiri tiba-tiba Danira ambruk.


"Astaga kamu ini, sini biar saya gendong kamu" Erland lalu membopong Danira


Kini mata mereka saling bertatapan membuat jantung keduanya berdegup kencang


"haish ada apa denganku? tidak biasanya seperti ini, aku bersama dengan banyak wanita di club saja tidak semenegangkan ini, kenapa hah astaga....cukup Erland, kamu ini penakluk wanita, masa dengan gadis kecil seperti ini saja kamu kalah" Batin Erland


"tunggu disini, saya ambilkan kotak p3k dulu" Ucap Erland lalu meninggalkan Danira dan mengambil kotak p3k


"waah rumahnya besar sekali, sepertinya aku harus tinggal disini untuk sementara sampai aku punya uang dan pergi dari kota ini untuk kembali kerumah nenek, apa aku bekerja saja disini ya, setelah uang ku terkumpul aku akan pergi dari kota ini dan bersama nenek, kalau aku bersama nenek pasti papa tidak akan bisa memaksa aku untuk menikahi pak tua itu" Ucap Danira dalam hati.


"Sini, biar saya obati kaki kamu" Ucap Erland yang datang membawa kotak P3K.


Erland membersihkan terlebih dahulu luka di kaki dan kedua telapak tangan Danira, lalu mengoleskan obat serta membalut dengan perpan dan plaster.

__ADS_1


"aww sakitt" Rengek Danira


"sabar dong tahan dulu sakitnya, ini lagi diobatin bentar lagi selesai." Ucap Erland


"terimakasih sudah membantu dan mengobati saya" Ucap Danira


"iya sama-sama, dimana rumah kamu? biar saya antar pulang." Tanya Erland


"jangan! jangan antar saya kembali kerumah saya tidak mau!" Teriak Danira


"loh kenapa? bagaimana jika kedua orang tua kamu mencari kamu?" Tanya Erland


"biarkan saja, jika aku kembali kerumah itu, papa pasti akan menjodohkan saya dengan pak tua yang jelek itu. Saya tidak mau" Rengek Danira


"oke, terus kamu mau apa sekarang?" Tanya Erland


"kalau boleh, bisa tidak saya bekerja disini, apapun pekerjaannya saya akan terima". Danira memohon kepada Erland


Karena tidak tega, Erland lalu memberikan sejumlah uang untuk Danira


"pakai uang ini dan pergilah" Ketus Erland


"aku mohon, kali ini saja, aku janji aku akan bekerja dengan baik disini, kalau saya pergi untuk saat ini, mereka akan tau saya dimana" Jelas Danira


"hah merepotkan sekali. Baiklah kalau begitu, kamu boleh tinggal dan bekerja disini....bibiii!" Teriak Erland memanggil pelayannya.


"iya den Erland". Ucap pembantu tersebut


"antar dia ke kamar pembantu dan beri tau dia apa yang harus dikerjakan" Titah Erland


"siap tuan, ayo saya akan antar kamu". Ajak pembantu tersebut kepada Danira


Pembantu tersebut lalu mengantar Danira ke sebuah kamar kecil khusus pembantu yang berada di rumah tersebut.


"nah ini kamar kamu, oh ya dimana baju baju kamu?" Tanya Pembantu tersebut


"emm saya tidak bawa baju" Jawab Danira


"astaga, niat kerja ngga sih, yaudah kamu tidur disini berdua dengan Siti" Ucap dengan ketus pembantu tersebut


"huuh dasar, pembantu aja sombongnya minta ampun, kalo aku ga terpaksa kerja disini, udah aku obrak abrik dia, huh sabar Danira. Mulai sekarang kamu harus mengganti nama kamu agar tidak ketahuan. Tapi siapa ya...hmm nama yang ga ketahuan..aha...Juminten aja namanya oke Juminten"

__ADS_1


Danira kini mengubah namanya menjadi Juminten agar tidak ketahuan.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2