Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Kapan Ujian cinta ini berakhir?


__ADS_3

Hans lalu membalas pelukan Diandra, ditatapnya sang istri yang semakin melemah.


"Sayang, kamu pucat sekali, kamu kenapa?" Hans mulai khawatir.


"Mas...tolong apapun yang terjadi kamu harus tetap kuat, dan utamakan keselamatan anak Kita, kamu sudah janji sama aku" Ucap Diandra yang semakin melemah


"Kita kerumah sakit sekarang!" Hans langsung menggendong Diandra untuk masuk mobil dan memasangkan seat belt untuk Diandra


"Tunggu pak, kami butuh keterangan informasi dari anda sebagai saksi mata" seorang polisi yang mencegah Hans


"Apa kamu buta! kamu tidak lihat istri saya sedang kesakitan! minggir!" Hans mulai memanas.


Hans melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


"Sayang, kamu yang kuat ya, sebentar lagi kita sampai kok" Hans terus menyemangati Diandra


"### Mas, anak kita....anak kita harus melihat indahnya dunia. Kasihan dia pasti merasa gelap didalam perutku" Ucap Diandra yang semakin lirih


Tak butuh waktu lama, Hans telah sampai dirumah sakit dan langsung memanggil para perawat untuk segera menangani Diandra


"Sayang kamu harus kuat ya, bertahanlah untuk anak kita ya" Hans terus menggenggam tangan Diandra sambil berjalan menuntun brangkar Diandra


"i love you...." Diandra mengucapkan dengan lemah hingga akhirnya tidak sadarkan diri.


"Sayang! bangun aku mohon sayang!"


"Maaf bapak harus menunggu diluar, kami akan menangani pasien"


Hans dengan hati dan pikiran yang kacau hanya bisa berserah, dirinya benar benar belum siap jika harus kehilangan orang yang sangat dia cintai.


Arya yang juga melihat Hans langsung menghampiri Hans.


"Hans kenapa disini, ada apa?"


"Arya....Diandra...dia...dia pasti baik baik saja kan, Diandra pasti akan tetap bersamaku kan" Ucap Hans dengan menangis tersedu.


"Diandra akan baik baik saja, kamu tenang saja. Kita berdoa saja"


Cukup lama Diandra berada di ruang instalasi, hingga dokter keluar.


"Keluarga pasien?"


"Saya suaminya sus"


"Oke baik pak, begini pasien mengalami syok berat dan terlalu banyak pikiran, terlebih lagi pasien juga memiliki riwayat jantung, sehingga memicu kerja jantungnya melemah. Istri anda mengalami koma, tetapi bapak tenang saja, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan istri anda"


"### apa! tidak mungkin.... Diandraaaa!!" Hans menangis histeris.


Kedua orang tua Hans sudah datang untuk melihat kondisi Diandra dan menguatkan Hans.

__ADS_1


Cukup lama Diandra ditangani, akhirnya Diandra mulai dipindahkan diruang ICU.


Diandra terpaksa harus melakukan Cesar darurat karena kondisi Diandra yang semakin melemah.


Bayi yang mungil dan sangat tampan pun dibawa keluar oleh suster untuk dimandikan.


"Suster, biarkan saya mengadzani anak saya sebentar sus" Ucap Hans


"baik pak"


Hans lalu mengadzani anaknya dengan lantunan Adzan. Setelah selesai, Hans lalu memegang box kaca bayinya.


"Nak doakan mama ya supaya mama kuat, Kamu juga pasti kuat nak" batin Hans sambil menangis memeluk box kacanya.


"Tuan maaf permisi kami harus segera membawa bayinya ke NICU" Ucap suster tersebut.


Tak lama Diandra pun keluar dengan alat lengkap yang menempel diseluruh tubuhnya. Hans tidak kuasa harus melihat Diandra degan kondisi seperti ini.


"Sayang, kamu pasti kuat ya. Kamu harus segera bangun dan kita akan jalan jalan bersama anak kita ya" Hans sambil memegang tangan Diandra


"Pak mohon maaf kami harus segera membawa pasien ke ruang ICU"


"Hans sudah nak" Bu Rosa memeluk dan menenangkan Hans


"Mah, Diandra mah, anak aku....mereka sedang berjuang mah"


"iya sayang mamah ngerti kamu yang kuat ya nak, demi anak dan istri kamu" Ucap Bu Rosa.


"Saya dok, saya suaminya" Ucap Hans


"Baiklah pak kalau begitu mari ikut saya" Ucap dokter tersebut.


Hans kini berada di sebuah ruangan dokter.


"begini pak, kondisi istri anda seperti yang sudah tadi bapak ketahui, Tetapi yang membuat saya kagum adalah bagaimana istri anda tetap mempertahankan bayinya. Sehingga kami harus menyelamatkan bayi nya terlebih dahulu, Syukurlah keduanya dapat kami selamatkan.


Karena kondisi bayinya yang terpaksa kami keluarkan sebelum HPL maka kami harus merawat bayi anda di NICU supaya perkembangan bayi anda normal."


"Dokter, saya mohon selamatkan istri saya dok, saya akan lakukan apapun untuk istri saya, tolong dok saya mohon" Ucap Hans


"Saya mengerti bapak sangat mencintai istri anda, Dan saya juga akan berusaha semaksimal mungkin tanpa bapak meminta, Pasien butuh transplatasi jantung, tetapi transplatasi jantung ini tidak mudah, dan resikonya juga tinggi" Ucap dokter tersebut.


"Dok saya akan bayar berapapun asal tolong selamatkan istri saya, saya tidak bisa seperti ini dok saya mohon" Hans bersimpuh di lantai sambi menangis memohon kepada dokter.


"Pak, Kami para dokter hanya sebagai perantara, selebihnya bapak serahkan semua kepada yang maha kuasa, karena Hanya ia lah yang mampu mengendalikan semuanya" Ucap sang dokter.


Hans keluar dengan tubuh yang sangat lemah. Arya dan Kedua orang tua Hans membujuk Hans agar mau makan, namun Hans tetap tidak mau. Hans berdiri di kaca ruang ICU dan menatap Diandra yang terbaring lemah dengan berbagai alat yang menempel ditubuhnya.


"Sayang, kamu bilang mau jalan jalan sama anak kita, kamu harus segera bangun ya kamu harus lihat anak kita sangat tampan, dia mirip aku sayang" Batin Hans

__ADS_1


"Hans, kalau kamu terus seperti ini bagaimana bisa kamu menjaga Diandra dan anak kamu, kamu harus kuat untuk menyemangati mereka. Sekarang kamu makan lalu shalat dan kita berdoa yah" Bujuk Bu Rosa.


Hans dengan lemah berjalan menuju kantin, setelah selesai makan Hans lalu mengambil air wudhu, mereka shalat berjamaah dan berdoa untuk kesembuhan Diandra.


"Ya Allah, hamba tau hamba bukan orang baik, bahkan hamba adalah orang yang sangat berdosa, tapi tolong jangan hukum hamba seperti ini, hamba tidak sanggup. Istri dan anak hamba harus berjuang untuk sembuh, Ya Allah hanya padamu lah aku berserah." Doa Hans dalam hati sambil menangis tersedu.


mereka juga ikut mendoakan Diandra dan sang bayi.


Setelah selesai shalat, mereka kembali ke ruang ICU.


-


Sementara itu Danira kini telah selesai di operasi, Bu Ratna dan Erland kini menunggu Danira.


"Dokter bagaimana kondisi anak saya dok?"


"Alhamdulilah pasien sudah melewati masa kritisnya, namun pasien harus banyak istirahat terlebih dahulu"


"Apa kami boleh melihatnya dok?' Tanya Erland


"Maaf pak, untuk saat ini belum bisa, pasien masih belum sadarkan diri. Setelah sadar baru boleh, saya permisi dulu" Ucap dokter tersebut.


"Alhamdulilah, nak kamu buat mama khawatir, Nak Erland terimaksih ya, jika tidak ada nak Erland tante tidak tau harus bagaimana"


"iya Tante, Oh ya bagaiman kondisi pak Abraham?" Tanya Erland


"Masih diruang operasi"


"Yasudah, Tante Ratna temani saja Pak Abraham biar saya yang menjaga Danira" Ucap Erland


"Iya, Tante permisi dulu ya nak, tolong jaga Danira"


"Baik Tante" Ucap Erland


Bu Ratna ke tempat operasi pak Abraham, tak lama kemudian dokter keluar.


"Apa anda wali pasien?"


"iya dok, saya istrinya"


"baik, begini Bu kondisi pak Abraham saat ini kritis jadi beliau kamu nyatakan koma, Anda tenang saja kami akan berusaha."


"apa? Hah....dokter saya mohon selamatkan suami saya dok saya mohon"


"Iya Bu, akan kamu usahakan, ibu yang tenang dan selalu doakan suaminya ya Bu"


Bu Ratna sangat sedih karena suaminya harus mengalami koma, dia belum tau kondisi Diandra juga sedang kritis. Namun Hans sengaja tidak memberitahu karena Hans tau jika Bu Ratna pasti akan sangat terpukul jika mengetahui kondisi Diandra, apalagi suaminya dan Danira juga sedang dirawat.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


Halo readers tersayang πŸ₯°


Aku mau ngucapin selamat hari raya Idhul Adha ya, Ditempatku baru hari ini nih, kalau ditempat kalian sama juga nggak, tapi apapun itu kita ngga boleh saling membedakan ya, semua sama kok, tetap toleransi yaπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2