
Malam hari, di mansion Hans. Hans sedang berkutik dengan laptop di kasur miliknya.
Diandra yang baru selesai memakai perawatan karena memang Hans sengaja membelikan agar Diandra selalu memakai perawatan wajah serta tubuhnya.
Hans selalu ingin yang terbaik untuk istri tercinta nya itu.
"Mas Hans, iihh kamu kalo lagi dirumah bisa nggak sih ga usah main laptop, kerja terus. Kalo kaya gini kapak honeymoon nya" Kesal Diandra
"sayang, aku kan kerja juga buat kamu dan....calon anak kita nanti, untuk masalah honeymoon kamu tenang aja, aku sudah mengatur semuanya" Ucap Hans
"beneran? serius...waaahh suami aku ini memang terbaiiikkk" Puji Diandra
Hans lalu merasa tergoda dengan Diandra malam ini, dengan cepat Hans menutup laptop dan ditaruh di nakas lalu membawa Diandra ke pelukannya.
"kamu cantik sekali sayang....malam ini aku mau kamu lagi" Goda Hans dengan gaya se***nya
"hmm boleh kok, tapi....besok aku mau ke kantor kamu, aku mau lihat kamu kerja, sekarang kan kamu sudah sembuh. Siapa tau diluar sana cewek ganjen itu godain kamu" Kesal Diandra
"hahahaha engga lah sayang, kamu tau nggak, saat kita pertama kali bertemu waktu kamu masih kecil, aku itu sudah berencana akan menikahi kamu, dan kita sempat terpisahkan, tetapi takdir berpihak kepada kita, hingga kita dipertemukan lagi. Aku sangat bersyukur." Ucap Hans
"hmm tapi semisal kamu ngga kecelakaan dan lumpuh, pasti kamu ga akan sama aku kan, pasti kamu nikahnya sama mantan kamu itu" Kesal Diandra
"sayang, itu namanya takdir. Aku sempat menyesali atas apa yang terjadi dengan aku, tapi setelah aku bertemu kamu, aku jadi bersyukur dan tau kenapa tuhan memberikan ujian ini kepada ku. Sehingga aku bisa tau, siapa yang benar benar tulus kepada ku" Ucap Hans membuat Dinadra terharu
"mas jangan sedih lagi ya, sekarang mas Hans punya aku" Ucap Diandra membuat Hans semakin gemas dan memulai aksinya dengan Diandra.
Malam ini adalah kedua kalinya mereka melaksanakan kewajiban sebagai suami istri yang sah.
-
Sedangkan dirumah Erland, Erland sedang mengerjakan laporan di ruang kerjanya. Karena merasa haus, Erland lalu pergi ke dapur untuk mengambil minum. Namun ternyata ada Danira di dapur sedang memasak mi instan
"Sedang apa kamu?" Tanya Erland yang membuka termos air panas namun airnya habis
"aduh airnya habis, biar saya masak air nya dulu ya tuan, nanti saya antarkan ke ruang kerja tuan, tuan Erland mau minum apa?" Tanya Danira
"Buatkan aku kopi panas dengan sedikit gula" Ucap Erland sambil melirik mie instan yang dibuat Danira
"ada apa, apa tuan Erland mau mie instan?" Tanya Danira
"tidak...saya tidak makan seperti itu" Ucap Erland
"yaudah" Danira lalu menuangkan mie instan yang sudah jadi di mangkuk dan meletakkan di meja dapur.
__ADS_1
Danira lalu merebus air di termos elektrik. Erland yang mencium aroma mie instan Danira begitu tergoda, rasanya Erland ingin memakannya tapi dia gengsi
Danira sengaja memakan dengan ekspresi yang enak untuk memancing Erland. Karena tidak tahan akhirnya Erland memberanikan diri.
"kamu cuma satu bikinnya?" Tanya Erland dengan kesal
"hmm....ohh iya aku cuma satu, tetapi ini banyak kok lagipula porsinya juga besar, apa tuan Erland......" goda Danira
"aku minta sedikit saja, tidak usah banyak banyak nanti sakit perut" Ketus Erland
Danira lalu mengambil mangkuk kecil dan mengambilkan mie nya untuk Erland.
Erland lalu memakan mie tersebut, karena saking enaknya, mie nya sampai sudah habis dan Erland ingin lagi tapi dia tetap gengsi.
"eh airnya sudah mendidih sebentar ya tuan, nah ini mangkuknya saya ambil, tuan Erland tunggu diatas nanti saya antarkan kopinya" Ucap Danira
Karena Danira sedang membuat kopi, Erland dengan lahapnya memakan mie Danira lalu dengan cepat naik ke atas menuju ruang kerjanya.
"cih, katanya ga makan mie instan buktinya Habis....hadeh ternyata sekaya kaya nya orang itu pasti kalo mie instan itu tetap semua suka" Danira geleng geleng
Setelah selesai membuat kopi, Danira lalu mengantar ke ruang kerja Arya.
"ini tuan kopi panas dengan sedikit gula" Ucap Danira
"terimakasih, taruh saja disitu" Ucap Erland yang masih sibuk dengan laptopnya.
"apa maksud kamu, kamu mau bilang saya hantu gitu?" Kesal Erland
"engga kok, aku ga bilang begitu, tapi yasudahlah...emmm apa itu laporan perkembangan perusahaan?" Tanya Danira yang melihat proposal Erland
"kok kamu tau, ya ini perkembangan perusahaan saya. Oh ya saya curiga siapa kamu sebenarnya,. dulu kita pernah bertemu saat itu di bandara kan, dan aku lihat pakaian yang kamu kenakan waktu itu harganya cukup mahal pasti. Dan kamu dikejar sama orang, siapa sih kamu ini sebenarnya." Erland penasaran
"ah tuan ngomong apa sih, saya dulu naik pesawat itu karena saya menabung tuan, dan baju saya waktu itu dikasih sama temen saya, Saya naik pesawat karena saya harus buru buru tuan. Dan masalah saya dikejar itu, saya mau dijodohkan sama lelaki tua yang jelek, saya ga mau lah. Makanya saya minta tolong sama tuan" Ucap Danira
"oh begitu ya, oh ya Juminten(nama samaran Danira) pasti kamu dijodohkan Karena yang mau dijodohkan sama kamu itu orangnya kaya trus keluarga kamu banyak hutang, jadinya kamu dijodohin deh buat ngelunasin hutang, Waaahh memang kebanyakan orang kampung itu seperti itu ya" Erland geleng geleng kepala.
"hehehe iya, emm tuan Erland saya bisa kok bantuin tuan Erland kalau tuan Erland mau" Ucap Danira
"maksud kamu?" Tanya Erland
"ya saya bisa bantuin tuan Erland menyelesaikan tugasnya, saya janji saya ga akan bikin tuan kecewa" Ucap Danira yang membuat Erland hanya menghela nafas.
"yaudah awas kamu ya kalau sampai kamu buat masalah" Ancam Erland
__ADS_1
Danira lalu membantu Erland menyelesaikan tugas kantornya.
Malam semakin larut, kini Danira mulai mengantuk dan tertidur di sofa ruang kerja Hans sambil memegang laporan
"hah, hampir selesai, oh ya Danira terimakasih karena telah membantu sa......ya. Astaga dia tertidur".Ucap Erland lalu mendekati Danira
"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa saya merasa kalau ada yang kamu sembunyikan dari saya....hah ada apa dengan aku. Harusnya aku tidak peduli." Batin Erland lalu mencoba membangunkan Danira namun tak kunjung bangun
"astaga wanita ini....hooaammam kenapa aku mengantuk ya" Ucap Erland tanpa sadar tidur di sofa sebelah Danira dengan posisi duduk
...ππππππππ...
Pagi hari di mansion Hans, Diandra baru bangun dari tidurnya. Namun Diandra sulit bergerak karena Hans yang begitu erat memeluk Diandra.
"enghhh mas ayo bangun udah pagi, kamu hari ini ke kantor kan" Ucap Diandra sambil menggoyangkan tubuh Hans
"lima menit lagi ya sayang, aku masih ngantuk" Hans menawar
"udah ga ada lima menitan lagi, ayo bangun mandi"
Hans tidak bangun juga tapi malah mempererat pelukannya dengan Diandra
"huft....Mas ayo bangun kita mandi bareng" Diandra mencoba membangunkan Hans, dan benar saja Hans langsung membuka mata dan terperanjat bangun
"ayok, sekarang" Ucap Hans semangat
"cih, giliran dipancing aja cepet banget, udah kamu mandi duluan, aku mau buatkan sarapan dulu"
"iih kok gitu sayang, katanya mau mandi bareng" Kesal Hans
"mas Hans, kalau kita mandi bareng nanti malah kamunya kelamaan, udah ya sekarang kamu mandi setelah itu sarapan dan tunggu aku, aku mau ikut ngawasin kamu di kantor." Ucap Diandra yang membuat Hans lalu menurutinya untuk bergegas mandi.
Setelah selesai mandi dan sarapan, Hans memanggil Diandra untuk segera berangkat.
Mereka pun berangkat ke kantor dengan mobil pribadi Hans, selama lumpuh Hans memang tidak bisa mengendarai mobil, namun bukan Hans namanya jika tidak bisa dalam sekali percobaan, Saat dinyatakan sembuh dan bisa berjalan, di luar negri Hans meminta Bryan untuk mengajarinya kembali menyetir, benar saja hanya dalam waktu dua hari, Hans sudah kembali pandai menyetir.
Kini Hans dan Diandra selah sampai di kantor. Mereka pun disambut oleh para karyawan yang ada di kantor. Mereka heran, Hans tidak pernah di kantor karena lumpuh kurang lebih satu tahun, namun Hans datang ke kantor dengan kondisi yang kembali sehat dan membawa seorang wanita.
Saat Diandra turun, betapa terkejutnya mereka saat melihat kecantikan Diandra.
Hans lalu menggandeng Diandra untuk masuk ke dalam kantor.
"Dengar semuanya kumpul disini." Teriak Hans di tengah kantor lalu para karyawan pun segera berkerumun menghampiri Hans dan Diandra
__ADS_1
"Kalian dengar semua, wanita disamping saya ini dia adalah istri sah saya, kami menikah sudah lebih dari dua bulan, Tapi ingat! hanya kalian yang tau siapa istri saya, jangan beritahu kepada siapapun atau media manapun tentang istri saya Kalian mengerti!" Tegas Hans kepada semua karyawan.
...πππππππππππ...