Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Mencintaimu dalam diam


__ADS_3

Diandra berjalan dan berlari kecil sepanjang taman.


"jangan berlari, nanti kamu kelelahan" Ucap Arya yang sedikit khawatir.


Ya, Arya sudah tau kondisi Diandra saat Hans akan berangkat Ke luar negri, Hans sudah memberitahu Arya tentang kondisi Diandra.


"cih, kamu sama aja kaya mas Hans, hah andai saja mas Hans ada disini." Ucap Diandra.


"bahkan disaat Hans tidak ada disini, kamu masih memikirkan dia, Diandra....Apa yang harus aku lakukan jika perasaanku ini terlalu dalam? Apa aku harus menyerah? Aku harus bagaimana? Ini pertama kalinya aku jatuh cinta, tapi kenapa seperti ini? Aku bahkan hanya bisa mencintai kamu dalam diam." Batin Arya.


"mas Arya lihat deh tuh ada yang jual bakso, rame lagi pasti enak." Ucap Diandra sambil menunjuk tukang bakso.


"kita kesana" Ucap Arya.


"Pak saya mau pesan baksonya dua ya". Arya memesan baksonya.


"udah?" Tanya Diandra.


"iya, kamu tunggu disini sebentar" Ucap Arya lalu pergi begitu saja.


"eh mau kemana sih, main pergi aja...hah....kalo mas Hans pulang nanti pokonya aku harus jalan jalan sama mas Hans hmm pasti seru" Ucap Diandra dengan tersenyum bahagia.


Tak lama kemudian, Hans datang dengan membawa sebuah boneka kelinci berwarna putih yang kecil tapi sangat menggemaskan, dan diberikan kepada Diandra.


"ini" Ucap Arya sambil memberikan boneka kepada Diandra.


"Loh ini apa? aku kan ga minta" Ucap Diandra.


"ga mau?" Tanya Arya sambil kembali merebut boneka dari tangan Diandra.


"iiih, ya mau kalo dikasih, lucu banget sih...kamu dapet darimana?" Saat Diandra bertanya kepada Arya, tiba-tiba datang seorang kakek tua menghampiri mereka.


"nak, sekali lagi terimakasih ya, sudah memborong dagangan saya, saya sudah membagikan kepada semua orang yang ada di sini, tapi ini uangnya kelebihan, jika lalu semua tidak sampai segini nak, ini saya kembalikan sisanya." Ucap kakek tua renta kepada Arya.


"tidak usah kek, untuk kakek saja, anggap saja ini rezeki ya kek, semoga bermanfaat." Ucap Arya.


"alhamdulilah, nak terimakasih ya nak, semoga Allah SWT. membalas kebaikan kalian, dan saya doakan kalian langgeng ya" Ucap kakek tua yang membuat Diandra melongo dan Arya yang sedikit malu.

__ADS_1


"ee yasudah kek, silahkan pulang dan istirahat ya kek" Ucap Arya kepada kakek tua tersebut.


"langgeng? Emangnya kita ini apa?" Diandra yang kebingungan.


"udahlah namanya juga orang ga tau, lagian ga penting juga kan orang tau kita ini siapa." Ucap Arya.


"iya juga sih, tapi kalo kita jalan berdua gini orang pasti ngiranya kita pacaran." Ucap Diandra.


"ini mbak, mas baksonya....waaah kalian cocok banget ya, mas pinter ya milih cewek secantik mbaknya, buruan nikahin mas nanti direbut orang Lo." Ucap tukang bakso. Yang hanya dibalas senyum manyun oleh Arya.


"tuh kan....hah....kapan sih mas Hans pulang biar aku bisa jalan jalan." Kesal Diandra.


"jadi kamu ga suka jalan sama aku?" Tanya Arya.


"bukan gitu, aku ini wanita yang sudah bersuami, dan mungkin mas Arya punya pacar, aku takut nanti jadi salah paham." Ucap Diandra.


"sudah, makan baksonya keburu dingin." Ucap Arya.


Arya dan Diandra menikmati bakso mereka. Tak butuh waktu lama bakso mereka pun telah habis.


"wahh enak banget sih ini, kayanya aku bakal sering kesini" Ucap Arya.


"ngapain malu, aku kan cuma makan bakso, malu tu kalo aku nyuri." Ucap Arya.


"iyadeh iya, tapi kok kamu bisa kepikiran sih buat borong semua boneka ini?" Tanya Diandra.


"ya aku cuma kasihan aja sama kakek nya tadi, udah tua masih cari nafkah." Balas Arya.


"mas Arya, mas tau nggak Mas Arya Itu kelihatannya aja manja, tapi aslinya mas tu orangnya peduli ya, kalo mas Hans itu orangnya dingin dan terkesan judes tapi dia juga sama kaya mas Arya." Ucap Diandra.


"Bahkan kamu ga bisa sejenak buat ga mikirin Hans. Andai saja ada wanita seperti kamu lagi di, tapi dimana? dimana aku harus mencarinya?" Batin Arya.


"iiiih diajak ngobrol malah bengong, mas Arya. Aku berharap suatu saat kalo mas Arya punya calon istri, dia orangnya bisa mengerti dan sayang sama mas Arya." Ucap Dinadra.


"apaan sih ngomongin calon istri, udah kenyang belom?" Tanya Arya.


"hmm udah sih, tapi belum kenyang banget, tadi aku lihat ada Abang jualan donat gula, sebagai makanan penutup kita beli yuk" Ajak Diandra.

__ADS_1


"Udah deh jangan aneh-aneh, nanti aku kena marah sama si Hans." Ucap Arya.


"ya ga usah bilang ke mas Hans dong ,ini rahasia kita ya" Ucap Diandra.


"tapi sedikit aja ya." Ucap Arya


"iya".


Diandra dan Arya lalu membayar bakso dan pergi ke gerobak donat gula.


"pak mau donat gulanya ya pak" Diandra memesan.


"ini neng 10 ribu."


"ni ya pak makasih" Ucap Diandra lalu langsung melahap donat gulanya.


"kamu mau, kenapa lihatin terus?" Goda Diandra kepada Arya.


"gak, itu banyak kalorinya kalo kamu nanti makan banyak nanti awas kalo ummmm....ummmm" Belum selesai Arya berbicara, Diandra menyumbat Arya dengan donat gula.


"hahahaha liat deh muka kamu hahaha lucu banget" Tawa puas Diandra yang melihat wajah Arya yang lucu karena mulutnya penuh dengan donat gula.


Arya yang melihat Diandra tertawa puas, entah kenapa hatinya begitu senang, dan jantungnya semakin berdegup kencang.


"kenapa ini? apakah aku siap untuk melupakan perasaanku?" Batin Arya. lalu memakan donat gula tersebut.


"udah jangan dihabiskan semua" Arya meraih donat gula dari tangan Diandra.


"hadeh, padahal baru makan sedikit, udah diambil aja. Nyebelin". Kesal Diandra kepada Arya.


"kita pulang yuk, sudah sore". Ajak Arya kepada Diandra.


"iya," Bals Diandra.


Arya dan Diandra lalu berjalan menuju mobil untuk bergegas pulang.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


Menurut kalian, Arya yang baik dan ganteng ini nanti pasangannya siapa ya?


Masa Arya yang baik hati ini ga ada pasangannya sihπŸ˜‚πŸ˜‚ Kalo mau sama author juga gapapa kok...


__ADS_2