
Waktu berlalu begitu cepat, kini Diandra dan Hans sedang mempersiapkan honeymoon mereka, mereka akan pergi honeymoon tepat pagi ini.
"sayang, semua sudah siap?" tanya Hans sambil menyisir rambutnya
"udah dong, semua perlengkapan kita selama tiga hari kedepan sudah aku siapkan semua, mas Hans mau bawa apa lagi?" tanya Diandra
"emm apa ya, sudah cukup sayang yasudah sini, aku bawa ini ke mobil" Hans membawa dua koper dan dua tas sekaligus ke dalam mobil.
Sedangkan Diandra membawa tas kecil lainnya. Mereka kini sudah bersiap untuk berangkat ke bandara diantar oleh supir mereka.
-
Sesampainya di Bandara, Hans lalu mengambil sebuah troli pengangkut koper untuk membawa barang mereka.
"Oh terimaksih pak, ingat ya beritahukan mereka sekali lagi, jangan sampai ada yang sembarangan masuk ke rumah kecuali keluarga dan teman dekat" Ucap Hans kepada supir tersebut
Setelah menunggu jadwal penerbangan pesawat, kini tiba waktu mereka untuk menaiki pesawat.
Di dalam pesawat, Diandra sangat senang karena ini adalah pertama kalinya dia menaiki pesawat. Diandra yang duduk disamping jendela pun menatap indah langit di dalam pesawat.
"Mas lihat deh burungnya, wiihh bagus banget kita sedang berada di awan....coba kamu lihat mas ada pesawat juga di samping kita tapi jauh banget ya jaraknya." Ucap Diandra dengan penuh semangat
"kamu senang?" Hans mengelus rambut Diandra dan dibalas anggukan oleh Diandra
"aku seneng banget, akhirnya aku naik pesawat, biasanya aku cuma bisa lihat pesawat terbang, sekarang aku naik dong" Ucap Diandra
Hans begitu kagum sekaligus merasa iba, bagaimana tidak? seorang Diandra anak dari pengusaha terkenal tidak pernah naik pesawat.
"Pak Abraham benar benar kurang ajar! bisa bisanya tidak pernah mengajak Diandra naik pesawat. Kamu tenang saja sayang, aku akan bawa kamu kemanapun kamu mau" batin Hans
"waaah ini sih keren banget" Diandra begitu senang
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam dari Jakarta, akhrinya mereka sampai di bandara Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Hans dan Diandra turun dari pesawat, di bandara mereka sudah dijemput oleh mobil pribadi khusus yang sudah disiapkan oleh Hans. Hans telah menyewa sebuah mobil agar dia bisa kemana mana dan membawa Diandra kemanapun tanpa harus repot-repot.
Terlihat Bapak-bapak yang sudah menunggu kedatangan mereka, lalu membantu mendorong troli koper dan meletakan ke dalam bagasi mobil.
"ini tuan Hans kuncinya, Selamat menikmati liburan anda di pulau Lombok" Ucap bapak yang membawa mobil yang disewa Hans.
"terimakasih pak, ini tip untuk bapak diterima ya hitung-hitung untuk ongkos pulang" Hans memberikan tip kepada bapak tersebut
"Terimakasih, tuan Hans anda begitu baik, nona...tuan, saya permisi dulu ya, jika ada apa apa atau terjadi sesuatu dengan mobilnya, anda bisa hubungi saya, kartu nama saya sudah tertempel di dashboard mobil" Ucap bapak tua tersebut lalu pamit meninggalkan Hans dan Diandra
"Sayang ayo kita ke hotel dulu ya" Hans membukakan pintu mobil untuk Diandra
__ADS_1
Kini mereka telah sampai di hotel, Hans sudah check in, kemudian mereka menaruh barang mereka di hotel. Setelah selesai, mereka lanjut menuju ke destinasi pertama yaitu kepulauan Gili.
Hans melajukan mobilnya menuju destinasi pertama, tak butuh waktu lama, kini mereka telah sampai di kepulauan Gili.
"nah ini namanya kepulauan Gili sayang" Hans menejelaskan kepada Diandra.
"wah seperti di media sosial ya" Diandra kagum
Kini Hans dan diandra menikmati liburan mereka, Diandra yang bermain bersama Hans dipantai.
"Sayang, aku menyelam ya, disini bagus banget katanya" Hans meminta ijin kepada Diandra
"aku ikut..." rengek Diandra
"gak boleh sayang, aku ga mau kamu kenapa-napa oke, nih kamu duduk disini, pesan makan, minuman atau sebentar tunggu ya" Hans pergi dan tak berapa lama kemudian membawa 5 orang ibu-ibu.
"Mas ada apa ini?" Diandra kaget
"nah lihat ibu ibu ini akan melayani kamu, sampai puas nah ibu-ibu silahkan layani istri saya dengan baik ya, Sayang aku mau menyelam dan bermain ski ya, kamu duduk manis disini dan nikmatilah fasilitas nya ya" Hans lalu kabur untuk pergi menyelam
"nah mbak, saya pedicure ya, saya akan memijat dan membersihkan kaki mbak" Ucap ibu yang membuka jasa pedicure
"nah kalau saya akan mengepang rambut mbak, silahkan dilihat ada beberapa macam kepangan rambut silahkan dipilih ya" Ucap ibu yang membuka jasa kepang rambut.
"Saya dan teman saya akan memijat anda. Silahkan mbak menikmati treatment dulu, setelah itu saya akan memijat anda, dan rekan saya akan melakukan apa yang mbak minta, mbak jika haus bisa bilang ke teman saya nanti akan dicarikan menunya" Ucap ibu tersebut
"Hih dasar, jadi nyogoknya kaya gini, hadeh pak suami emang aneh" Diandra lalu memilih model kepang rambut dan model kutek yang akan dihias
Hans sedang menyelam dan menikmati wahana air, Hans sebenarnya tidak tega melihat Diandra yang ingin bermain, tetapi Hans tidak mau membahayakan Diandra, Hans memilih untuk memanjakan Diandra sambil menunggunya agar tak bosan.
Sementara itu, Diandra sedang menikmati treatment nya di pantai.
"waah jadi seperti ini rasanya treatment, enak sekali ya, mana didepan pemandangan laut indah banget lagi...huuh...Buk pijatannya enak banget" Ucap Diandra
"mbak suka? baguslah kalau begitu berarti pijatan saya cocok, saya sering memijat banyak wisatawan juga disini, mereka juga banyak yang cocok. Oh ya mbak cantik sekali asal dari mana mbak?" Tanya ibu tukang pijat
"Saya asalnya dari Jakarta Bu, tetapi ibu saya asli orang sini. Saya liburan sekaligus mau kerumah nenek saya." Jawab Diandra
"Oalah, tadi itu suaminya ya mbak? dia sangat menyayangi mbak ya...saya jadi iri, kalian pasangan serasi, mbak nya cantik terus suaminya juga ganteng dan sayang lagi sama mbak, Nah sudah selesai mbak." Ucap ibu tadi.
"oh ya Bu tadi ibu ibu yang kepang rambut, pedicure dan cat kuku saya kemana ya?" Tanya Diandra
"oh mereka sedang mencari pelanggan, memang seperti itu mbak, selesai dengan pekerjaan satu langsung dikebut cari pelanggan" Jawab ibu tersebut
__ADS_1
"terus bayarnya gimana?" Tanya Diandra
"mbak tenang saja, sudah dibayar kok sama suaminya tadi bahkan uangnya dilebihkan semua. Terimakasih sekali ya mbak, saya doakan semoga mbak dan suaminya menjadi suami istri yang bahagia sampai maut memisahkan, pokoknya doa terbaik untuk kalian ya mbak, mari saya permisi" Ucap ibu tersebut lalu pergi mencari pelanggan
"hah...aku kira selama ini hidupku sangat sulit, ternyata kehidupan mereka lebih sulit dari yang aku bayangkan, diusia mereka yang dibilang cukup tua, mereka harus bekerja keras bahkan ditengah terik matahari untuk menghidupi keluarganya.
Semoga mereka selalu diberikan kesehatan. Duh panas nya mulai terik, tapi mas Hans belum kelar juga." Ketika Diandra sedang sendiri, seorang pria yang tampan, bertubuh atletis dan tinggi yang sama dengan suaminya menghampirinya.
"halo, permisi boleh saya duduk disini sebentar?" Sapa pria tersebut.
"ehh ada apa ya mas?" Diandra terkejut
"ah maaf, kaki saya terkena karang, apakah mbak punya obat atau lainnya yang mungkin bisa membantu menghentikan darah saya, soalnya teman teman saya masih asyik bermain disana." Ucap pria tersebut yang meminta bantuan kepada Diandra
"aduuh darahnya banyak banget, sebentar ya mas, duduk dulu saya Carikan dulu. Nah ini lap dulu dengan tissuenya mas." Diandra memberikan sekotak tissue kepada pria tersebut
"Udah agak berhenti?" Tanya Diandra
"lumayan sih. Ini tissue nya saya kembalikan" Ucap pria tersebut lalu berdiri
"eh mas duduk dulu, itu lukanya belum diobatin, Saya bawa obat untuk berjaga jaga, Tunggu sebentar ya" Diandra mengambil obat luka dan perban yang memang sudah dia siapkan untuk berjaga jaga.
"Mas ini obat luka nya dikasih dulu baru diperban" Diandra memberikan perban dan obat luka kepada pria tersebut
Setelah pria tersebut selesai mengobati, lalu pria tersebut memberikan obat dan perban kepada Diandra
"ini ya mbak, terimakasih sekali. Saya ngga tau kalo ngga ada mbak...Oh ya perkenalkan nama saya Edward" Pria itu menjabarkan tangan kepada Diandra
"Maaf mas, nama saya Diandra" Ucap Diandra yang menolak halus jabatan tangan dari Edward
"ah iya tidak apa apa, kenapa mbak mau menolong saya. Padahal kan mbak tidak mengenal saya, gimana kalau misal saya berbuat jahat sama mbak?" Tanya Edward
"yah kan niat saya hanya ingin membantu saja, lagipula kan selama niat kita baik dan sopan dengan orang, saya yakin kok orang kalau mau berniat jahat pasti akan berpikir dua kali" Ucap Diandra
"hahahaha benar juga, emm mbak liburan sendirian atau sama teman?" Tanya Edward
"oh saya sama suami saya....nah itu dia suami saya" Diandra melambaikan tangan kepada Hans yang sudah selesai bermain di pantai
"hai sayang...siapa dia" Ucap Hans yang terlihat tidak suka dengan Edward
"oh dia namanya Edward, tadi kakinya luka kena karang, tuh liat aja...trus dia minta tolong sama aku, yaudah aku kasih aja dia obat" Jawab Diandra
"itu benar, saya tadi yang meminta bantuan mas" Ucap Edward
"mas mas....kamu pikir saya mas kamu apa!" ucap Hans dengan kesal sambil membuka botol minum kemudian meminumnya.
__ADS_1
...ππππππππππ...