Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Arya bertemu Diandra lagi


__ADS_3

Setelah puas menelfon sahabatnya, Bryan telah sampai dirumahnya.


"Sayang, kamu udah pulang nak, maafin mama ya mama gabisa jemput kamu."


Sambut ibu Bryan.


"iya ma gapapa, oh ya aku ada sesuatu untuk mama, taraaa"


Ucap Bryan sambil mengeluarkan paper bag yang berisi tas dan barang-barang mahal lainnya.


"astaga kamu ini, trimakasih ya sayang"


"iya ma, aku istirahat dulu ya ma capek banget,"


"iya sayang, mama sudah siapkan kamar kamu, udah dibersihkan sama bibi, yuk maam antar."


-


(Dikediaman Hans)


Hans sedang duduk santai di taman belakang rumah, sambil memperhatikan sang istri yang sedang berkutik dengan taman yang ia buat.


"sayang menurut kamu gimana? warnanya cocok nggak?"


Tanya Diandra kepada Hans.


"hmm aku rasa semua yang kamu lakuin bagus semua sayang."


"iiih serius tau, tapi kalo air mancur ditengah itu rasanya bakal nonton banget, kita taruh di samping aja ya sayang."


"iya kamu yang lebih jago"


"oke sayang"


Handphone Hans berbunyi.


tuuut....


"halo ada apa Riko?"


"maaf tuan Hans sepertinya ada beberapa masalah mengenai pengaktifkan kembali markas pak, saya sudah mencoba menghubungi pak Arya tetapi tidak diangkat."


Jawab Riko disambungan telepon.


"iya, Arya sedang keluar, saya akan segera kesana tunggu sebentar."


Hans lalu mematikan telepon.


"sayang, aku ada urusan mendadak, aku tinggal sebentar ya"


Ijin Hans kepada Diandra.


"loh katanya kantor libur?"


Tanya Diandra heran.


"iya sayang, tadi tiba-tiba aja ada yang harus diselesaikan, Arya malah pergi jadi aku harus kesana sayang."


"oh yaudah aku ikut yah nemenin"


"ngga usah sayang kamu dirumah aja ya, aku ga lama kok"


"ck, yaudah kalo gitu aku bantu kamu siap-siap ya".


Diandra membantu Hans untuk bersiap. Lalu Hans dan supir nya melaju menuju ke markas.


Huft..selesai juga, eh astaga hari ini aku ada janji sama Jihan dan Vika bahas masalah bisnis. Duuh kenapa tadi ga sekalian ijin sama mas Hans sih, aku telfon aja deh.


tuut...tuut...tuut.


"iih kebiasaan kalo kerja hp ga diperhatiin deh, yaudah aku chat aja deh (Diandra mengirim pesan kepada Hans)


dah huft siap-siap dulu"


-

__ADS_1


Di cafe tempat Jihan bekerja, mereka sedang membicarakan bisnis yang akan mereka kerjakan.


"Jihan menurut kamu gimana?"


tanya Vika kepada Jihan.


"duh Vik, aku mana tau soal ginian sih aku pokoknya tugasnya bantuin kalian di lapangan aja udah."


Kesal Jihan kepada Vika.


"iya juga yah...gimana di menurut kamu?"


tanya Vika kepada Diandra.


"hmm aku rasa ini bakal jadi keren deh bayangin aja, aku yang hobi ngedesain, Jihan yang jago masak, trus kamu yang jago promosi, kita kerjasama pasti bakal seru banget."


Ucap Diandra kepada Vika dan Jihan.


"bener banget, Jadi toko kue kita bakalan jadi toko kue yang terkenal di kota ini, semangat..."


Vika yang penuh semangat.


"iih Vika, malu-maluin deh lu, udah duduk aja ga usah pake berdiri juga".


Kesal Jihan kepada Vika.


"Oke, oke jadi sekarang kita tinggal cari lokasi aja kan, aku punya rekomendasi lokasi yang menurut aku strategis sih"


Saran Diandra kepada kedua sahabatnya.


"kalo itu kamu aja deh di, aku bagian promosi dan lainnya deh"


Ucap Vika dengan semangat.


"iya kalian yang urus-urusin semuanya yah, aku ga tau apa-apa"


Pasrah Jihan.


"ish Jihan kenapa sih gitu, kamu itu hebat tauu"


"sakit ihh aku cuma bisa masak, kalian yang ngerti gitu-gituan."


kesal Jihan.


"iya nanti setelah pulang dari sini aku bakal sek lokasinya, yaudah sekarang aja deh ini juga udah lumayan siang nanti keburu suami aku pulang lagi."


Ijin Diandra kepada kedua temannya.


"iya iya yang punya suami, sekarang bucin banget, yang udah baikan nih yeee"


Goda Vika.


"tau nih yaudah lu juga pulang Sana, daritadi ditelfon nyokap lu kan disuruh pulang."


Usir Jihan kepada Vika.


"siiihh ngusir, lu udah kaya Mak tiri tau, dah aku juga mau pulang deh, bye semua Jihan semangat kerja nya muuaaah."


Pamit Vika.


Setelah selesai Diandra lalu menaiki taksi kemudian menuju ke lokasi yang akan dijadikan sebagai toko kuenya nanti.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak membutuhkan waktu lama, Diandra kemudian sampai di lokasi. Diandra turun dan membayar taksi.


"waah ini nih tempatnya, disewakan. Pas banget ada nomor telfonnya, aku hubungi aja deh kalo gitu."


Diandra mencoba menghubungi nomor yang tertera dan akhirnya bisa, kebetulan sekali pemilik bangunan tersebut rumahnya tidak jauh dari lokasi, dan hanya beberapa menit mereka bertemu.


"Hallo, mbak Diandra ya?"


tanya pemilik bangunan.


"ah iya, ibu...Desi?"


"ah iya saya Desi, mbak Diandra mari masuk kerumah saya kita bahas."

__ADS_1


"baik Bu, terimakasih."


Disaat yang sama Arya sedang berada di tempat yang sama dengan Diandra. Dan memasuki sebuah rumah dimana didalam rumah tersebut ada Diandra yang sedang bertamu untuk membahas masalah sewa bangunan tersebut.


"Assalamualaikum"


Salam Arya kepada pemilik rumah.


Saat asyik mengobrol Bu Desi dan Diandra mendengar salam dari seseorang.


"ah non, saya keluar sebentar ya mau ngecek siapa yang datang."


ijin Bu Desi menuju ke depan pintu.


ceklek....


pintu terbuka.


"assalamualaikum Bu, apa kabar? inget saya nggak Bu?"


tanya Arya sambil menyalami Bu Desi.


"siapa yah maaf ibu lupa?"


"hahaha saya Arya Bu, dulu Arya sering kerumah ibu karena menunggu jemputan dari ibu saya dulu, setelah latihan bela diri, saya kan sering terlambat dijemput trus pak Anton yang selalu menemani saya, dan sejak saat itu mama saya nitipin saya ke pak anton dan setiap pulang latihan bela diri pak Anton membawa saya kerumah karena kasihan kalau harus menunggu sendiri Bu"


ucap Arya menjelaskan panjang lebar kepada Bu Desi.


"yaampun nak Arya, sudah lama sekali nak kamu tidak kesini"


Bu Desi sambil memeluk Arya.


"hehehe iya Bu, saya kangen dengan pak Anton, apa pak Anton ada ya Bu?"


"oh ada nak, mari silahkan masuk nak"


Arya dan Bu Desi masuk, alangkah terkejutnya Arya saat melihat Diandra berada di rumah Bu Desi dan pak Anton.


"kamuu, cewek aneh itu kan"


"oooo jadi kamu penjahat itu kan, dasar ya penjahat mau apa kesini hah, jangan-jangan kamu mau ngrampo ya disini, ha ngaku kamu ngaku."


Diandra sambil memukul Arya dengan tas nya.


"aduduh mbak mbak udah ya ini dia dulu anak didik suami saya, mbak. Dia ngga jahat kok"


"tapi lihat aja deh Bu pakaiannya"


Diandra sambil memperhatikan pakaian yang dikenakan oleh Arya. Memakai jaket kulit hitam, kaos putih, sepatu.


"ck dasar wanita aneh, kenapa sih di tempat yang seluas ini ketemu kamu lagi kamu lagi"


kesal Arya.


"ho ho harusnya saya yang heran kenapa saya sial nya harus ketemu kamu lagi."


saat Arya dan Diandra berdebat tiba-tiba saja terdengar suara...


akhh Buu ibuuu....


"bapak"


Ucap Bu Desi sambil berlari ke kamar, di susul Diandra dan Arya.


"pak Anton, mari saya bantu Bu"


Arya yang membantu Bu Desi untuk mengangkat pak Anton.


"trimakasih, mereka siapa Bu?"


tanya pak Anton.


"oh mereka tamu kita pak. Coba tebak pak siapa anak lelaki ini?"


tanya Bu Desi kepada pak Anton sambil menunjuk Arya.

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2