
"Hah....sabar...mungkin ini adalah ujian cinta yang harus kamu hadapi, Saranku lebih baik kamu jangan ikuti egomu, tapi ikutilah kata hatimu. Lagipula menikah tidak seburuk itu." Hans meyakinkan
"ya kamu yang lebih paham, aku tau Ucap Arya
"Yaudah ayo pulang dan kerjakan tugas kantor, kamu malah pacaran bukannya bekerja" Ucap Hans mencoba menghibur Arya
...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...
Sedangkan Tasya yang baru pulang dari kantornya menggunakan sepeda motornya berpapasan dengan Bryan
"Tasya!"
"eh mas Bryan"
"Emm mau pulang?" Tanya Bryan
"iya nih, memangnya ada apa ya?"
"tidak hanya saja....aku ingin berbicara sesuatu dengan kamu"
"mau bicarakan apa?" Tanya Tasya
"Sebaiknya kita ke taman" Ajak Bryan
Bryan dan Tasya kini sedang duduk berdua di taman.
"Ada apa mas Bryan ajak aku kesini?" Tanya Tasya
"Tasya aku....aku ingin jujur sama kamu...Aku menyukai kamu, kamu mau jadi pacarku?" Tanya Bryan
"Tapi, mas Bryan maaf, aku...aku masih belum bisa"
"kenapa?"
"Karena kita tidak sepadan, mas Bryan itu dari keluarga terpandang sedangkan aku..aku hanya pegawai biasa" Ucap Tasya
"Tasya...Aku tidak peduli, aku hanya mencintau kamu"
"Mas Bryan bisa berkata seperti itu karena mas Bryan tidak berada di posisi aku saat ini, apa mas Bryan tau bagaimana nanti pemikiran orang orang jika aku dengan mas Bryan. Aku minta maaf aku tidak bisa" Ucap Tasya lalu meninggalkan Bryan
"Tasya....akhhh hah" Bryan yang merasa kecewa
-
Sementara itu Erland tengah menyiapkan kejutan untuk Danira.
"Nah kamu duduk disini ya" Ucap Erland lalu berjalan menuju panggung.
Erland kini berada di panggung sambil menyanyikan lagu romantis.
Setelah selesai menyanyi, lampu tiba tiba padam lalu kembali menyala.
Danira terkejut ternyata ada Diandra dan Hans juga disana.
"Danira, Ditempat ini disaksikan banyak orang dan kakak kamu, di hari ini aku ingin melamar kamu, Maukah kamu menerima lamaran ku?" Erland melamar Danira
"Tapi, ini...ini terlalu mendadak, kak..." Danira melihat ke arah Diandra
"Danira, kamu sudah dewasa, kamu berhak menentukan pilihan kamu sendiri" Ucap Diandra
"iya, aku terima lamaran kamu" Ucap Danira sambil tersenyum.
Erland yang bahagia langsung memeluk Danira dan digendong putar karena saking senangnya, Banyak pengunjung yang mengabadikan momen romantis mereka.
__ADS_1
Mereka bahkan mengunggahnya di sosial media.
-
πππππππ
Malam hari dirumah Vika, Keluarga Bryan mendatangi kediaman Vika untuk membahas rencana pernikahan mereka.
"Hahaha saya rasa mereka sudah saatnya menikah" Ucap papa Vika.
"Ya saya terserah Bryan saja" Ucap papa Bryan
Bryan hanya diam dan tidak berkata apapun. Mereka lalu melanjutkan makan malam mereka.
-
sementara itu, Jihan sedang menyiapkan makanan serta camilan untuk besok dibawa kerumah orang tua Riko.
"Besok kan hari Sabtu, nah kita berangkatnya harus pagi supaya sampe sana nggak kesiangan trus pulangnya Minggu gimana?" tanya Jihan
"aku sih terserah kamu aja baiknya gimana"
"okedeh...Kamu tidur duluan aja gapapa kok nanggung banget kalau aku tinggal." Ucap Jihan sambil melanjutkan memasaknya
-
βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
Mentari pagi kini telah bersinar.
Dirumah Pak Abraham, pak Abraham sangat terkejut ketika melihat sebuah kiriman pesan yang dikirim oleh orang suruhannya, pesan tersebut adalah video yang memperlihatkan Danira dilamar oleh seorang pria.
Pak Abraham yang mengetahuinya pun merasa sangat marah karena selama ini Danira telah membuatnya kecewa dengan tidak memenuhi keinginannya
"Ada apa sih pa, pagi pagi juga"
"Danira sudah ditemukan, pokoknya papa harus bisa bawa Danira sekarang!"
"Pa, udahlah tenang Danira itu sudah dewasa, lagipula Danira kabur juga karena dia tidak mau menikah. Apa papa akan tetap akan seperti ini, terus saja memaksa anak anak untuk mengikuti kemauan papa" Tegas Bu Ratna
"Papa tidak peduli, papa akan temui Danira"
"Aduh gimana ini, aku harus telfon Danira" Bu Ratna menghubungi Danira jika ayahnya sudah mengetahui keberadaannya
Di apartemen, Danira merasa cemas karena ayahnya sekarang telah mengetahui keberadaannya.
"Aku harus kerumah kak Diandra, Ini hari libur mereka pasti dirumah" Ucap Danira.
-
Sementara itu, Jihan dan Riko sedang melakukan perjalanan kerumah orang tua Riko, Butuh waktu tiga jam untuk sampai dirumah orang tua Riko.
"Assalamualaikum, pah mah" Riko mengetuk pintu
"Riko, loh sama Jihan juga ternyata" Ucap mama Riko ketus
"Halo ma" Jihan menyalami mama Riko
Mereka masuk ke dalam rumah orang tua Riko. Jihan seharian berada disana, Meskipun kedua orang tua Riko tidak pernah menganggap Jihan, namun Jihan terus berusaha dan bersabar melalui semua ini, Jihan yakin jika ini adalah ujian cinta yang harus ia hadapi.
-
Danira kini berada dirumah Diandra, Erland langsung menuju ke mansion Hans untuk membantu melindungi Danira.
__ADS_1
"Dimana Danira! Diandra, kamu jangan coba coba sembunyika adik kamu, cepat serahkan Danira!" Ucap pak Abraham
"Untuk apa kamu kemari!" Ucap Hans
"Oh menantuku, Tapi maaf aku kemari untuk membawa pulang anak ku, jadi cepat bawa kemari Danira" Ucap pak Abraham
"Anda ini benar benar sudah tidak memiliki hati nurani atau apa? anda datang kemari membawa banyak anak buah seperti ini? Meskipun anda adalah mertua saya, tapi bukan berarti anda bisa seenaknya disini!" Tegas Hans
Para anak buah pak Abraham kini menelusuri rumah Hans, Hans tidak menyangka jika mertuanya akan melakukan hal senekat ini, Akhirnya mereka berhasil menemukan Danira yang berada di kamar Diandra, mereka saling adu tarik hingga Diandra terjatuh, meskipun sakit tapi diandra mencoba kuat.
"Diandra! Sayang, kalian kurang ajar! berani beraninya kalian melukai istriku!" Geram Hans
Mereka seolah tidak memperdulikan perkataan Hans, Pak Abraham beserta anak buahnya belum tau siapa Hans sebenarnya jadi mereka bisa dengan seenaknya melakukan hal itu.
Danira dibawa kedalam mobil pak Abraham dan dipaksa untuk menikah.
"Mas, cepat kejar mereka!" Ucap Diandra
"oke kamu tenang ya, aku akan kejar mereka kamu dirumah saja"
"ngga mau, aku mau ikut, aku mau pastikan papa tidak membawa Danira"
Hans terpaksa membawa Diandra ikut bersamanya. Kini terjadi aksi kejar kejaran, Hans langsung menghubungi melalui pesan kepada para anak buahnya, Erland juga ikut mengejar mobil pak Abraham.
Diandra merasakan perutnya sangat kram, namun Diandra tetap menahannya, Sementara di dalam mobil, Danira mencoba melepaskan diri, Danira semakin berontak hingga sang pengawal yang mengemudikan mobil mereka pun menabrak sebuah pembatas jalan.
saking lajunya mobil mereka, Mobil yang ditumpangi Danira terpental, Beruntung Hans dengan lincah langsung membelokkan mobilnya, Jika tidak mobil Hans akan menabrak mobil depan yang ditumpangi Danira.
Hans, Diandra, Erland, dan Arya melihat langsung bagaimana kecelakaan naas itu terjadi.
Didepan mata kepala mereka, mereka melihat bagaimana pak Abraham terpental keluar.
Mereka diam membeku sementara karena masih tidak percaya dengan kejadian yang mereka lihat.
Hans yang kepalanya tiba tiba terasa sakit karena mengingat bagaimana kecelakaan yang dulu menimpanya.
"Akhh akhh kepalaku" Hans kesakitan
"Mas, kamu kenapa...Mas" Diandra menggenggam tangan Hans dengan khawatir.
"Danira....tidak...tidak mungkin Danira!" Erland hendak menolong Danira
"Erland tunggu, kita tunggu polisi!" Arya mencegah namun Erland tetap memaksa untuk melihat Danira.
Benar saja, kepala Danira berdarah cukup banyak. Erland tidak peduli dan langsung menyelamatkan Danira.
"Arya cepat kamu bawa kami kerumah sakit. Cepatlah!" Ucap Erland dengan nada tinggi
Arya yang juga panik langsung saja membawa mereka menuju rumah sakit untuk segera menyelamatkan Danira.
"Akhh kepalaku" Hans meringis kesakitan
Diandra lalu keluar dan membuka pintu mobil Hans serta melepaskan seat belt nya sembari menuntun Hans untuk keluar dan menenangkan Hans.
"Mas lihat aku, aku disini tidak ada yang perlu kamu takutkan, semua baik baik saja" Diandra menenangkan Hans meskipun Diandra menahan rasa sakitnya.
Hans mulai tenang karena dekapan Diandra, tak lama kemudian polisi dan beberapa ambulans telah tiba di lokasi kecelakaan.
mereka langsung membawa para korban menuju kerumah sakit terdekat.
Hans yang masih trauma dengan kecelakaan yang menimpanya mencoba untuk menenangkan dirinya, Saat Hans melihat Diandra, Hans seperti melihat cahaya yang menenangkan, akhrinya sakit di kepala Hans pun mulai berkurang.
"Mas, kamu jangan bikin aku khawatir dong" Diandra memeluk Hans
__ADS_1
...πππππππππ...