
Jihan dan Riko keluar dari mansion Hans, keduanya lalu masuk mobil dan Riko mulai menyalakan mesin kemudian mulai melajukan mobilnya menuju rumah Jihan.
Sepanjang perjalanan Riko dan Jihan hanya diam dan tak berkata sepatah katapun, hingga Riko mencoba memecah suasana dengan memulai pembicaraan.
"Kamu sariawan ya, diem aja dari tadi."
"pak Riko saya udah coba untuk diem ya tapi dari tadi bapak yang mancing saya Lo. diem salah, ngomong salah, aneh"
"ciih Kamu tuh cewek aneh, masa dari mall ngga bawa apa-apa, pulang tangan kosong"
"saya ke mall itu untuk menemani sahabat saya, bukan untuk belanja, lagian kalo saya mau belanja apa engga kan bukan urusan anda"
Ucap Jihan dengan ketus.
"mau makan nggak, saya laper kalo mau ikut saya turun nanti"
Tawar Riko kepada Jihan.
"perut apa gentong sih, muat banyak banget, tadi di mall udah makan disini mau makan lagi"
Kesal Jihan.
Tanpa menjawab akhirnya mereka telah sampai di sebuah rumah makan.
"kamu mau turun apa engga, ayo turun nanti kamu cerita yang engga-engga lagi sama nona Diandra trus saya yang kena marah sama tuan Hans."
Dengan terpaksa Jihan turun ke mobil. Setelah duduk lalu Riko memesan sejumlah makanan.
"kamu mau makan apa, tenang aja karena saya yang ajak kamu jadi saya bayarin kamu."
Dengan sedikit malu Jihan berkata,
"eemmm saya masih kenyang, kalo boleh bisa nggak saya bawa pulang makanannya"
Ucap Jihan malu-malu.
Riko yang mendengarnya pun merasa heran dengan Jihan, karena merasa aneh akhirnya Riko memesankan beberapa makanan untuk dibungkus.
"loh pak Riko kok banyak banget sih yang dibungkus kan saya..."
"udaaah gapapa, oh iya kamu itu kerja atau apa?"
tanya Riko kepada Jihan.
"Saya bekerja di salah satu cafe dekat rumah saya, dari pagi sampe sore, trus sorenya saya ngajar les privat anak SD, malemnya saya bantuin ibu saya jualan pecel lele dipinggir trotoar"
"hah, jadi kamu hampir seharian bekerja?, trus istirahatnya kapan?"
"ya setelah jualan aku istirahat, trus bangun pagi kerja lagi, ya begitu aja terus"
Riko yang mendengar merasa aneh karena Jihan yang terlihat sangat biasa seperti wanita lain ternyata seorang pekerja keras.
Karena terlalu serius mengobrol,sampai tidak sadar kalau makanan mereka sudah sampai.
__ADS_1
"waah terimakasih ya mbak"
Ucap Riko kepada pelayan.
"niihh makan, daritadi kamu belum makan, cuma minum air putih kan"
Tawar Riko kepada Jihan.
"trimakasih, nanti aku ganti uangnya"
"makan aja dulu"
Riko dan Jihan menikmati makan mereka.
Setelah selesai menikmati Riko pun pergi ke kasir untuk membayar.
"ini, makanan kamu"
Ucap Riko sambil memberikan bungkusan makanan kepada Jihan.
"terimakasih, berapa pak makanannya"
Tanya Jihan sambil mengeluarkan dompetnya.
"apaan sih kamu, cepet masuk mobil saya udah buru-buru ni"
Mobil Riko melaju hingga sampai di rumah Jihan sesuai instruksi Jihan.
"iya, ini rumah saya, kecil kan rumahnya, kalo pak Riko mau mampir silahkan, tapi kalo nggak ya tidak apa-apa lagian bapak mana mau masuk ke rumah yang kecil seperti ini"
Tanpa bicara sepatah katapun Riko turun dari mobil menyusul Jihan.
"loh loh pak Riko, ngapain turun?"
tanya Jihan dengan heran.
"Jihan, kamu udah pulang nak, ini siapa?"
Tanya ibu Jihan yang sedang menyapu halaman rumah.
"oh ini namanya pak Riko Bu, asisten pribadi tuan Hans, tuan Hans itu suami Diandra bu, yang dulu aku ceritain itu"
"Oalah mari nak Riko silahkan masuk, maaf ya nak Riko rumah kami seperti ini"
"tidak apa-apa Bu"
"oh iya nak Riko mau minum apa nak, biar dibuatkan Jihan?"
Tanya ibu Jihan kepada Riko.
Jihan yang tidak percaya karena Riko begitu sopan dengan ibunya menatap Riko sambil mengedipkan mata dan memberi kode seakan menyuruh Riko untuk segera pulang, bukanya pulang Riko malah tetap disitu.
"saya minum air putih saja Bu"
__ADS_1
"yaudah kalo gitu, Jihan ambilkan air putih dan cemilan di dapur ya"
"baik Bu,"
balas Jihan dengan terpaksa.
Setelah mengambilkan minum, Jihan lalu memberikan kepada Riko.
"oh y nak Riko sudah lama bekerja dengan tuan Hans?"
Tanya ibu Jihan.
"sudah sekitar 5 tahun Bu, sejak tuan Hans kuliah sambil membantu tuan Jeremy mengurus perusahaan, dulu ayah saya juga mantan asisten pribadi tuan Jeremy yaitu ayah tuan Hans pemilik perusahaan SC Company,
dulu saya sering membantu tuan Hans, sejak kuliah kami sudah sering bersama, mengerjakak tugas bersama dan membantu di perusahaan."
"wah ternyata sudah lama ya"
"ibu, sebentar ya Jihan mau kedapur nyiapin bahan buat kita jual nanti malam."
Pamit Jihan sambil berjalan menuju dapur.
"iya, oh ya kalo nak Riko mau nanti malam bisa mampir ke warung ibu, di jalan mawar ibu jualan pecel lele, cobain deh pasti nak Riko suka, kalo sekarang belom siap, jadi ibu ngga bisa bawain buat nak Riko."
"hahahahaha tidak usah repot-repot Bu, nanti kalau saya ada waktu saya mampir kok Bu, oh ya kalo boleh saya tau Jihan itu anak ke berapa ya?"
Tanya Riko dengan penasaran.
"oh Jihan anak pertama, dia punya adik namanya Johan sekarang kuliah di salah satu universitas negri di sini."
"oh begitu, ya Bu trus kenapa Jihan hampir seharian bekerja?"
"kalo itu ibu sebenarnya sudah bilang kepada Jihan agar jangan terlalu memaksakan, ibu takut nanti Jihan terlalu kecapean nanti, tapi Jihan tetap kekeh ingin membantu ibu membiayai sekolah adiknya, terkadang ibu kasihan sama Jihan karena diusianya yang sekarang, teman-teman nya sudah menikmati hidup dengan bersenang-senang, Diandra juga sudah menikah tapi Jihan malah bekerja keras untuk tetap menghidupi keluarga ini, semenjak ayah Jihan meninggal, hidup kami menjadi sangat sulit nak."
Riko yang mendengar penjelasan dari ibu Jihan pun merasa sangat iba kepada Jihan, pasalnya dibalik sikap Jihan yang terkesan cuek dan sangat menyebalkan bagi Riko, ternyata Jihan memiliki sisi lain yang membuat Riko sedikit kagum kepadanya.
"oh ya Bu, saya ijin pamit pulang ya sudah sore."
"oh iya nak Riko, trimakasih ya sudah mau mampir di rumah kami."
"ah iya Bu, kalo begitu saya permisi dulu ya Bu, salam sama Jihan ya Bu."
Setelah Riko pamit, dirinya kemudian pergi dari rumah Jihan.
Jihan yang melihat Riko pergi hanya bisa mendengus kesal,
"ishh cowok kulkas tu nyebelin banget sih, pake mampir segala lagi, ibu juga tadi kenapa sih pake cerita panjang lebar gitu"
......ππππππππππππ......
hai readers, maaf ya kalo masih salah maklum saya baru di dunia novel.
Semoga kalian suka ya
__ADS_1