Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Menginap di rumah nenek Diandra


__ADS_3

"maafin suami saya, kalau tidak keberatan boleh nggak kita nebeng"


"ya boleh lah, anggap saja ini balasan karena tadi kamu sudah menolong saya" Ucap Edward


Akhirnya setelah dibujuk Diandra, Hans mau menaiki mobil Edward meskipun dengan terpaksa namun, demi sang istri. Hans tetap menaiki mobil Edward


...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...


"oh ya Diandra, nenek kamu namanya siapa? Mungkin aku mengenalnya soalnya aku sering sekali mengunjungi bibiku dan tidur di rumahnya jadi aku sedikit mengenal warga sekitar" Tanah Edward kepada Diandra yang duduk dibelakang sendiri, karena Hans lah yang duduk disamping Edward


"emm namanya nenek mustika, Mustika Sari" Jawab Diandra


"oh ya, astaga aku mengenalnya, apakah kamu anak dari tante Ratna Sari?" Tanya Edward


"iya, kok kamu tau?" Tanya Diandra


"ya karena Nenek kamu sering cerita kalau dia itu punya 3 anak tapi anak satu satu nya cewek namanya Ratna Sari itu tinggal di Jakarta gitu trus katanya juga punya anak cewek seumuran aku." Jawab Edward


"wah kita seumuran ternyata, wah ini benar benar kebetulan yang baik" ucap Diandra


"baik apanya? mobil kita mogok, kita nebeng dengan orang asing" Kesal Hans


"mas, harusnya kita berterimakasih karena Edward itu mau bantuin kita, dan kita beruntung Lo ternyata Edward mengenal nenek" sambung Diandra


"Terserah lah!" Hans yang makin cemburu


"nah ini rumah nenek mustika, dan rumah warna biru itu rumah bibi ku" Ucap Edward yang ternyata sudah sampai di desa tersebut.


"wah ternyata dekat juga ya" Ucap Diandra.


Mereka kemudian turun dan membawa barang mereka.


"oh ya masalah mobil kalian, aku akan menyuruh teman ku untuk membelikan bahan bakar, tapi besok baru bisa, oh ya boleh minta kuncinya? supaya teman saya bisa membawa mobilnya kesini?" Ucap Edward


"nih, dan ini uangnya" Hans melempar kunci tersebut kepada Edward lalu memberikan sejumlah uang


"ah maaf tapi kita belum tau harganya, jadi bisa disimpan dulu uangnya" Ucap Edward yang masih sopan. Lalu pamit untuk kerumah bibinya


"ih mas, kamu jangan kek gitu dong, kamu itu sedang di tempat lain, bukan di kantor, kalo dikantor kamu bisa angkuh tapi aku mohon lah kamu jaga sikap ya" Bujuk Diandra


"sayang, aku tu kesel sama dia, dia tu sengaja pasti mau deketin kamu" Hans semakin kesal.

__ADS_1


"hah udahlah terserah, susa banget dibilangin. Tapi nenek dirumah tidak ya sebentar aku ketuk pintunya" Diandra mengetuk pintu, kemudian neneknya membuka pintu


"Iya sebentar, loh Diandra kamu kemari astaga nenek kangen sama kamu nak" Ucap nenek Mustika


"iya nek, Diandra juga kangen sama nenek, nenek sekarang jarang banget ke Jakarta. Oh iya nek kenalin ini mas Hans suami Diandra."


"Oh iya, jadi kamu suami Diandra, tampan sekali seperti artis ya" Ucap nenek Diandra yang kagum dengan Hans


"ah tidak, nenek bisa saja, oh ya maaf ya nek kalau pernikahan kita mendadak dan nenek tidak bisa hadir, ya karena ada suatu hal lah Nek, tapi saya berjanji Nek saya akan menjaga Diandra sampai kapanpun" Ucap Hans


"iya iya...yaudah ayo masuk, nenek senang sekali, akhirnya kamu kesini sayang" Nenek Mustika yang terus memeluk Diandra karena saking rindunya


Setelah melepas rindu, kini Diandra, Hans dan nenek pun makan malam, kemudian mereka lanjut beristirahat dirumah nenek Mustika.


Dikamar, Hans terus melihat disekeliling kamar.


"kenapa? ngga sesuai sama yang kamu bayangin? tempatnya ngga nyaman?" Ucap Diandra yang baru selesai memakai skincare malamnya


"ah engga kok, rumahnya masih asri sekali ya" Ucap Hans


"Rumah ini sudah turun temurun kata nenek, Kedua pamanku tinggal di kota, dan mama pindah ke Jakarta, jadi nenek sendirian disini, tapi paman sering kok mengunjungi nenek, Nenek juga sering ke Jakarta mengunjungi kami" Ucap Diandra


"begitu ya, oh ya sayang kita kira si kucrut itu bisa dipercaya tidak ya?" Tanya Hans


"tadi pria menyebalkan itu"


"astaga, dia namnya Edward, kamu kenapa sih cemburu ga jelas gitu"


"ya jelas aku cemburu lah, bayangin aja istri aku akrab sama orang yang baru dikenal, gimana ngga cemburu coba, mana dia masih muda lagi, tapi masih gantengan aku" Hans membanggakan dirinya, membuat Diandra kesal lalu tertidur


"sayang, kamu tidur? hah nggak seru banget sih, yasudah lah" Hans lalu menyusul Diandra ke alam mimpi.


Namun ketika tengah malam, keringat Hans mengucur deras dan Hans bergerak tidak jelas.


"Arya! Kamu mau bawa Diandra kemana?" Tanya Hans


"Tentu saja membawanya kabur dan berpisah dengan kamu, Diandra tidak pantas bersama kamu, aku yang seharusnya bersama Diandra!" Arya membawa kabur Diandra


"tidak! Jangan! tidakkkkkkkk" Hans terbangun dari mimpinya


"akhh sial, kenapa mimpiku sangat buruk....tidak tidak tenanglah Hans ini hanya mimpi" Batin Hans kemudian mencium puuck rambut Diandra dan pergi keluar mencari udara segar untuk menangkan fikirannya.

__ADS_1


Saat Hans keluar rumah, terlihat Edward yang sedang berada di luar rumah sambil melihat indahnya bintang


Hans yang merasa ada teman, lalu mencoba mendekati Edward.


"ekhmm" Hans berpura pura serak


"eh Hans, ada apa? apa ada masalah?" Tanya Edward


"tidak ada, kamu punya rokok?" Tanya Hans


"oh ada sebentar aku ambilkan" Edward lalu mengambil rokoknya yang berada di dalam mobil dan memberinya kepada Hans


"trimakasih " Hans langsung menyalakan dan menghisap rokoknya


"apa anda tidak bisa tidur disini" Tanya Edward


"sudah tertidur tapi mimpi buruk, jadi saya cari udara segar, anda sendiri kenapa belum tidur juga, malah menyendiri malam malam"


"oh saya memang sering tidur larut bahkan jam 3 saya baru tidur"


"kenapa begitu?" Tanya Hans


"entahlah, semenjak peristiwa dahulu saya jadi susah tidur sampai sekarang"


"hah...Boleh saya bertanya dengan kamu? Kenapa kamu langsung akrab dan terlihat sangat senang bertemu istri saya?" Hans langsung bertanya intinya


"oh, apakah itu yang membuat anda menjadi sangat ketus dengan saya? ahahhaaha kalau begitu saya minta maaf, jujur saya tidak ada maksud apa-apa. Saya hanya rindu dengan seseorang, dan kebetulan istri anda sangat mirip dengan orang yang saya kenal" Ucap Edward


"Anda yakin?" Tanya Hans


"begini, Dulu saya memiliki seorang kekasih, dia sangat cantik, wajahnya hampir mirip dengan istri anda, yah meskipun tidak seratus persen tetapi adalah kemiripan. Kami berencana akan menikah setelah saya lulus kuliah, tetapi ada suatu kejadian yang membuat kami salah paham, lebih tepatnya saya sebenarnya yang salah paham.


Entahlah, kakak saya awalnya memang menyukai kekasih saya, tapi dia hanya sekedar mengagumi saja, dan suatu ketika saya melihat kakak saya menyatakan perasaanya kepada kekasih saya.


Saya yang mengetahuinya merasa sangat marah tanpa mendengarkan penjelasan dari mereka terlebih dahulu, Saya sangat emosional saat itu. Hingga tiba hari kelulusan kami, saya mendapat berita kalau wanita yang saya cintai kecelakaan.


Dan yang lebih menyakitkan adalah, disaat terkahirnya, dia memberikan saya surat yang berisi, jika dia sangat mencintai saya dan dia tidak pernah memiliki perasaan apapun kepada kakak saya.


Dan kakak saya juga membenarkan jika saat itu, dia menolak cinta kakak saya dan lebih memilih saya. Saya sangat menyesal karena saya tidak mendengarkan penjelasan mereka terlebih dahulu saat itu. Ah maafkan saya, saya malah terbawa suasana" Edward mengusap air matanya sambil menceritakan panjang lebar masa lalunya


"tidak apa-apa saya mengerti, menangis lah selagi itu bisa membuat anda lega" Ucap Hans dengan bijak

__ADS_1


"Yah semenjak kejadian itu, sampai sekarang saya belum bisa melupakan dia, saya juga ingin seperti teman saya yang lain,bisa merasakan cinta" Ucap Edward


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2