
(Dirumah Pak Jeremy)
Arya yang baru pulang dengan lalu memarkirkan motor nya dan masuk kerumah dengan hati yang senang.
"Sore om, Tante"
Sapa Arya kepada orangtua Hans.
"sore, sudah pulang ya gimana hari ini di kantor apa ada masalah?"
Tanya pak Jeremy.
"Aman om, tenang aja pokoknya selama ada Arya pasti semua terkendali".
Ucap Arya dengan senyum sumringah.
"Kamu gapapa kan?"
Bu Rosa bertanya kepada Arya.
"gapapa kok Tante, emangnya kenapa sih?"
Tanya Arya yang bingung.
"dari awal masuk rumah senyam senyum sendiri, kamu lagi jatuh cinta ya?"
Ucap Bu Rosa.
"hahaha masa cuma senyum udah pasti jatuh cinta sih, kan senyum itu ibadah Tante."
"yasudahlah terserah kamu, saran Tante kamu buruan cari pacar trus segera nikahin, biar mama kamu ada temennya."
Ucap Bu Rosa.
"mama kan udah ada Stella tante, lagian dikira nyari pacar kaya nyari kucing apa"
kesal Arya.
"ya beda lah, mama kamu itu maunya kamu cepet nikah punya istri trus bisa diajak sharing berdua, kalo Stella kan dia masih labil pembahasannya belum nyambung kalo sama mama kamu."
Ucap Bu Rosa.
"ya, Arya sih mau nya juga gitu tapi belom ada tante."
"yakin kamu belom ada, masa kamu ga ada yang suka gitu cewe disini?"
Tanya pak Jeremy.
"yaah, ada sih om tapi...ya doain aja lah pokoknya."
Ucap Arya malu-malu.
"yaudah buruan mandi, Tante udah siapin makan buat kamu."
"siap Tante"
Arya lalu pergi untuk mandi dan beristirahat sebentar dan makan.
Setelah selesai makan, Arya merebahkan tubuhnya dikasur dengan kepala berpangku tangan sambil memikirkan wanita yang tak lain adalah Diandra.
"dasar wanita aneh, tapi kamu unik hah entah kenapa aku selalu memikirkan kamu. Sungguh gila rasanya. Sepertinya aku harus mencoba untuk dekat dengan dia, oh ya waktu itu kan dirumah Bu Desi dan pak Anton ada dia. Sepertinya aku harus bertanya kepada Bu Desi. Hah besok saja lah setelah pulang ke kantor aku kerumah Bu Desi, sekalian aku juga ingin menemui pak Anton."
Ucap Arya yang kemudian mulai terlelap.
(Dikediaman Hans)
__ADS_1
Diandra menghampiri Hans yang sedang berada di ruang kerjanya.
"Maas kok belum tidur sih?"
tanya Diandra kepada Hans.
"iya sayang, sebentar lagi ya"
Ucap Hans sambil memainkan laptopnya.
Diandra yang kesal lalu mendekat ke arah Hans, dengan lingerie yang dia pakai, serta rambut yang ia biarkan tergerai, Diandra lalu duduk dipangkuan Hans.
"Maas, ayo istirahat besok kamu kerja Lo"
Ucap Diandra dengan manja.
Hans yang melihat Diandra begitu menggoda rasanya ingin memakan Diandra saat itu juga.
"kamu, akhh sekarang?"
"hmm maksudnya"
"kamu jangan buat aku jadi lepas kendali dong"
"oh ya, hmm semudah itu kamu lepas kendali, aku jadi curiga sama kamu. Jangan-jangan selama ini kamu sama mantan kamu."
"hush ngawur kamu, justru aku ga pernah menyentuh dia sekalipun. Cuma Kamu Diandra satu-satunya wanita yang membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama."
Ucap hans yang kemudian mengeratkan pelukannya sambil me***m bi***r indah Diandra.
"mmmpphh Maas, aku ga mau kalo kamu ga segera tidur."
"Hahaha iya sayang, yaudah kita tidur ya."
Diandra mencium pipi Hans dan mendorong kursi roda Hans menuju kamar mereka untuk tidur.
πππππππππππππ
Pagi hari.
(Dikantor Hans)
"pagi pak Arya"
sapa salah satu karyawan.
"hai pagi semua, oh ya baju kamu bagus hari ini, saya suka"
Ucap Arya kepada salah satu karyawan.
Para karyawan hanya saling tatap dan saling heran. Karena selama ini Arya dan Hans dikenal sebagai CEO yang dingin, tetapi hari ini Arya sangat berbeda, dirinya selalu tersenyum setiap saat.
Hans yang baru datang dari kantor pun mendengar percakapan para karyawan tentang Arya.
"ada apa ini, pagi-pagi kalian malah bergosip."
Ucap Hans dengan lantang.
"eh pak Hans, maaf pak"
"cepat kembali bekerja!"
"baik pak"
"Arya, kenapa para karyawan membicarakan kamu?"
__ADS_1
"oh ya, membicarakan apa memangnya?"
"katanya kamu ga normal?"
"ha! ga normal, maksudnya gimana sih?"
Arya terbelalak kaget.
"kamu kenapa senyam senyum ha, mereka berpikir kalau kamu tidak normal, atau memang benar lagi kamu tidak normal"
"haesshh dasar, hah sudahlah lupakan, hari ini kita ada rapat membahas kerja sama dengan perusahaan Korea."
"oke, kamu yakin ga kenapa-napa?"
Hans memastikan.
"Hans, kenapa sih akutu gapapa tau"
"yaudah kalo mau aku ada kenalan psikiater untuk......"
"Hans lu kaya ga pernah jatuh cinta aja deh"
kesal Arya.
"Arya, ini kantor tolong kamu gunakan bahasa formal"
Tegas Hans.
"hah....lagian sih"
"kamu jatuh cinta?"
"hmm sepertinya begitu"
"hah, aku harap kamu jangan bermain-main, sudah cukup kamu bermain. Kali ini serius lah"
"iya, aku juga berpikir begitu, tapi aku baru berjumpa dia, mungkin setelah ini aku akan mencoba untuk mendekatinya lagi, hah tapi akan sedikit sulit."
"sulit? memangnya kenapa, seorang Arya bukankah mudah untuk menaklukan wanita"
"haishh dia itu berbeda dengan wanita lainnya, dia unik dan hah yang pasti dia istimewa."
Ucap Arya sambil tersenyum.
"yah jika kamu memang yakin maka berusahalah, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik semoga kamu segera mendapatkan wanita yang tepat."
"hah kamu mentang-mentang sekarang sudah menikah kenapa jadi sombong begini sih, sudahlah aku mau minum kopi saja."
Arya lalu pergi meninggalkan Hans, Hans kemudian langsung memulai pekerjaannya.
-
(Dimansion Hans)
Diandra sedang menghubungi Bu Desi untuk membicarakan kembali masalah penyewaan tempat.
"hah....akhirnya, aku mau kabarin ke Vika dan Jihan aja kalo nanti aku akan membahas lagi masalah penyewaan tempatnya."
Setelah selesai mengabari temannya. Diandra lalu kembali dengan aktivitas favoritnya yaitu mendesain taman yang dia buat.
...ππππππππππ...
Hai readers, dukung selalu karyaku ya dengan memberikan like, komen dan vote karyaku supaya aku semangat dalam berkarya.
Sehat selalu semua love you all π₯°π₯°π₯°
__ADS_1