
"hmm putri tidur....kenapa dia ini begitu bijak selama di obrolan hanya dia yang bisa mengerti. Siapa ya sebenarnya putri tidur ini" Ucap Arya yang penasaran
...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...
Dirumah Vika, terlihat Vika sedang memainkan ponselnya. Tertera kontak Bernama Mas Arya.
Diputar putar ponselnya lalu tanpa sengaja tangannya menyentuh tombol call dan tanpa Vika sadari, telfonnya telah tersambung
"halo, ada apa?" Jawab Arya
"ah ha...halo...emmm iya sebelumnya aku minta maaf. Aku aku tadi salah pencet sepertinya, maaf ya" Vika yang panik langsung meminta maaf kepada Arya.
"oh aku kira ada apa? Yasudah kalau begitu. Ini sudah malam sebaiknya kamu segera tidur." Ucap Arya
"iya mas Arya, sekali lagi aku minta maaf" Vika meminta maaf kepada Arya
Arya lalu mematikan telfonnya dan pergi tidur.
"haduhhh, kenapa bisa kepencet sihh heran....untung mas Arya ga mempermasalahkan hal ini, sebaiknya aku tidur saja" Ucap Vika.
-
Keesokan harinya, Diandra sudah berada di tempat kerja Jihan, untuk membahas rencana bisnis mereka.
"eh Diandra, udah lama nunggu ya?" Tanya Jihan
"belum kok, kamu gimana udah ijin?" Ucap Diandra.
"emm aku malah disuruh sama bos aku, kamu tau ga sih, akhir-akhir ini tu bos aku sikapnya baik Lo sama aku" Ucap Jihan
"emm memangnya hari hari biasanya bagaimana?" Tanya Diandra
"dia itu ketus banget, sukanya marah marah, aku telat sedikit aja marahnya udah sampe ubun-ubun" Ucap Jihan yang penasaran.
Saat mereka membicarakan bos Jihan, tiba-tiba saja bos Jihan datang menghampiri mereka.
"eh ada temannya Jihan, Jihan kok ga ditawarin makanan sih, tenang saja, khusus temannya Jihan, akan saya gratiskan kok, oh ya Jihan saya denger kamu mau buka toko ya, hah pasti kamu akan resign dari sini, saya sedih Lo kalo kamu resign" Ucap bos Jihan.
Bos Jihan yang sangat ketus kepada Jihan tiba-tiba baik karena Riko yang menyuruhnya.
(flashback Riko dan Bos Jihan)
"eh pak Riko, kenapa bapak kesini? apa mau komplain lagi ya pak? Jihan buat masalah lagi?" Tanya bos Jihan.
"tidak justru saya kesini mau meminta sesuatu dari kamu, kamu tau kan restoran ini dibangun di atas tanah siapa?" Ucap Riko
"ahahaha tentu saja saya tau, ini adalah tanah milik pak Riko yang sudah saya kontrak" Ucap bos Jihan
"bagus, dan saya telah menjadi pelanggan tetap disini, kamu tau mayoritas pembeli disini siapa?" Tanya Riko kembali.
"eh iya pak Riko, mayoritas adalah dari perusahaan SC Company tempat pak Riko bekerja dan para pebisnis lainnya" Ucap bos Jihan.
"ya, sepertinya kamu faham, saya minta sama kamu perlakukan Jihan dengan baik disini, saya tidak mau atau mendengar kamu berteriak atau pun membentak Jihan, kalau perlu jangan biarkan Jihan bekerja terlalu keras" titah Riko yang membuat nyali bos Jihan ciut.
"ah itu...saya....saya minta maaf, baik pak Riko saya akan bersikap baik dengan Jihan, saya janji" Ucap bos Jihan.
"bagus kalau begitu, sponsor dari perusahaan tidak akan sia-sia, bekerjalah dengan baik dan ingat...Jangan..."
__ADS_1
"ah saya ingat, saya ingat"
(flashback off)
Sejak pertemuan itu Bos Jihan menjadi sangat baik kepada Jihan.
"bos, bos ga salah makan atau minum kan, atau kepala bos terbentur sesuatu?" Ucap Jihan.
"ngomong apa sih kamu Jihan, ya enggak lah. Pokonya kalau mau bahas rencana buka toko, disini saja nanti akan saya sediakan tempat yang khusus untuk kalian." Ucap bos Jihan yang tak lama kemudian Datanglah Vika.
"hei Vik, baru Dateng?" Sapa Diandra
"iyanih macet soalnya" Ucap Vika
"ah mbak Vika, silahkan duduk, sialhkan pesan menu yang ada disini gratis tis pokoknya, heii kalian kesini dan layani mereka. Jihan kamu ga usah kerja hari ini, fokus saja dengan meeting kalian ya, hei kalian! cepat" Ucap bos Jihan kepada pelayan disana.
"bos kamu aneh banget sih Jihan" Tanya Vika
"ngga tau juga, akhir akhir ini dia baik banget sama aku" Jawab Jihan
Mereka bertiga membahas mengenai rencana pembangunan toko mereka.
-
Sementara itu di perusahaan Hans yaitu SC Company, Arya yang sudah lelah bekerja tiba tiba merasa sangat lapar.
"hah lapar sekali, sepertinya aku harus cari makan" Ucap Arya lalu keluar dari ruangan, saat akan keluar, Arya berpapasan dengan Riko.
"pak Arya, bapak mau kemana?" Tanya Riko.
"oh kebetulan sekali, saya juga ingin makan siang, kalau bapak tidak keberatan, bagaimana jika bapak ikut bersama saya" Tawar Riko kepada Arya
"wah pas banget nih ayo kita makan" Ucap arus yang bersemangat.
Kini Riko dan Arya telah sampai di restoran yang terbilang cukup populer di kawasan tersebut dan menjadi favorit para bos besar lainnya.
"wahh kenapa aku baru tau ada restoran sebagus ini, ramai juga ya sepertinya makanan disini enak, ayo Riko kita masuk"
Riko dan Arya lalu masuk, saat mereka sedang memilih tempat duduk yang kosong, Arya melihat ada Diandra disana.
"bukankah itu Diandra?" Ucap Arya yang lalu dilihat oleh Riko
"ah benar pak, itu Bu Diandra. Mereka sedang membicarakan bisnis sepertinya karena saya sering melihat mereka disini" Ucap Riko.
"mereka apa Jihan?" Goda Arya
"ekhmmm" Riko berpura pura serak
"sudahlah Riko, kenapa tidak langsung tembak saja, sih" Saran Arya.
"Tapi kata pak Erland jangan langsung menyatakan perasaan, tapi dekati dengan mencari tau apa kesukaan dan apa yang tidak disukai olehnya" Ucap Riko yang membuat Arya melongo karena heran, seorang Riko yang merupakan asisten pribadi andalan Hans yang selalu bisa dalam hal apapun, kali ini mau mendengarkan Erland hanya untuk mendekati seorang wanita.
"kamu yakin, kamu percaya sama Erland?" Tanya Arya yang kurang yakin
"benar, pak dan saya akan mencobanya" Tegas Riko
"wah Riko, aku tidak menyangka kamu berubah begitu drastis, jika Hans melihatnya sendiri, pasti dia sangat bangga dengan kamu" Ucap Arya dengan menepuk bahu Riko.
__ADS_1
Vika yang melihat Riko dan Arya lalu memanggil mereka.
"loh itu bukannya mas Arya dan pak Riko ya, mas Arya, pak Riko!" Teriak Vika
"Vik apaan sih" Ucap Jihan
Arya dan Riko lalu menghampiri mereka
"hai, kalian disini juga ya, apa kita boleh gabung?" Tanya Arya
"boleh kok silahkan" Ucap Vika yang langsung memberikan tempat duduk untuk mereka.
"halo, Jihan" Sapa Riko dengan kaku.
Arya yang gemas lalu menepuk lengan Riko sambil berbisik,
"Hei jangan seperti kanebo kering, buat dia nyaman" Bisik Arya
"ehh Jihan kamu apa kabar?" tanya Riko yang masih kaku, membuat Diandra, Vika dan Arya merasa geram.
"astaga, pak Riko ini, apa seperti ini cara mendekati wanita, dasar payah" Batin Vika.
"aku harus bisa membuat mereka bersama" Batin Diandra
"hah dasar, manusia kaku. Pasti karena keseringan bersama Hans jadi seperti ini" Batin Arya.
"emm baik kok, oh ya pak Riko, ibu nanyain pak Riko katanya kok jarang kerumah?" Tanya Jihan dengan polos membuat Riko jadi salah tingkah.
"ahh nanti saya datang" Ucap Riko spontan
"maksud pak Riko nanti malam" Tanya Jihan
"astaga aku bicara apa tadi, hah yasudahlah" batin Riko
"iya..nanti saya akan ke rumah kamu, saya juga kangen sama kamu, ah maksud saya ibu kamu" Ucap Riko dengan gelagapan yang malah membuat Jihan tersenyum.
Mereka berlima sedang menikmati makanan mereka di restoran tersebut, namun tiba-tiba dada Diandra terasa sesak.
"Lo kenapa di, kambuh lagi?" Vika cemas
Diandra hanya bisa mengerang kesakitan hingga membuat Arya begitu cemas
"Diandra, kamu kenapa? kita kerumah sakit sekarang ya, Riko saya pinjam mobil kamu dulu" Ucap Arya yang langsung mengambil kunci Riko dan menggendong Diandra.
"aku ikut" Ucap Vika cemas.
"aku juga" Jihan pun ingin ikut, namun dicegah oleh Riko.
"Jangan, disini saja. Sebaiknya kamu ikut saya, kita ke perusahaan sebentar, kamu bisa bantu saya?" Tanya Riko.
"tapi..."
"tolong Jihan, ini juga demi Dinadra. Kamu bantu saya mengantur perusahaan sebentar, setelah itu kita ke rumah sakit, kamu membantu perusahaan sama dengan kamu membantu Diandra." Riko meyakinkan Jihan
"iya aku mau, tapi setelah itu kita kerumah sakit" Ucap Jihan
ππππππππππ
__ADS_1