Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Oh Jumintenku


__ADS_3

"Jihan, aku minta maaf ya pernikahan kita tidak seperti yang kamu impikan"


"udah gapapa kok, sekarang tujuan kita adalah menjelaskan kepada ibu dan meyakinkan kedua orang tua kamu" Jihan meyakinkan Riko.


"Terimakasih, I Love you Jihan" Riko memeluk erat Jihan


"I Love you too Pak suami" Jawab Jihan dengan menyelip di pelukan Riko, Jihan pun tertidur di pesawat di pelukan Riko.


...<\=\=\= Episode Sebelumnya \=\=\=>...


Dirumah Erland, papa Erland sedang menikmati makan malam mereka bersama Danira. Ditengah perjamuan makan, tiba tiba pembantu Erland yang merasa iri dengan Danira pun sengaja menumpahkan air ke baju Danira.


"eh maaf saya tidak sengaja, Loh Juminten kamu ngapain? kok pakaian kamu...dan kenapa kamu bersama dengan majikan kamu sih" Ucap pembantu tersebut


"Apa apaan sih cepat kembali bekerja!" Teriak Erland


"Tapi dia ini kan Juminten, Pembantu nya mas Erland kok bisa disini ya?"


"Saya bilang diam! Atau kamu saya pecat sekarang juga!" bentak Erland


"Erland cukup! sekarang kamu jelaskan sama papa ada apa ini sebenarnya?"


"Maaf om, tapi saya bukanlah seperti yang om tau, saya hanya pembantu dirumah tuan Erland, tapi saya tidak punya maksud apa apa kok om, saya....saya hanya menjalankan tugas saya. Maafkan saya om, seharusnya saya tidak melakukan ini dari awal, Maaf om saya permisi, tuan Erland terimakasih sudah membantu saya selama ini. Maaf tuan.." Danira hendak pergi namun dicegah oleh Erland


"Iya, aku memang berpura pura. Tapi....aku memang sudah jatuh cinta sama kamu. Aku aku juga tidak tau kapan ini. Tapi aku cinta sama kamu. Aku tidak peduli walau kamu seorang pembantu tapi aku menyukai kamu. Dan ini bukan sandiwara" Erland jujur membuat Danira terbelalak.


"tapi tuan sejak kapan? Maaf tuan sebaiknya kita akhiri sandiwara ini"


"Tidak, aku tidak sedang bersandiwara, Juminten....Aku cinta sama kamu" Ucap Erland dengan sungguh sungguh.


"Apa apaan ini, kalian menipuku! hah dasar kamu, papa menyuruh kamu mencari calon istri, bukan malah berpura pura seperti ini. Papa kecewa dengan kamu" Ucap papa Erland lalu pergi ke kamarnya


"Kamu tenang saja, Aku antar pulang ya" Ucap Erland lembut.


"ihh kok malah mas Erland jadi nyatain cinta sih...bukan ini yang aku rencanakan" Batin Sumi


"Tuan apa yang tuan katakan barusan itu benar?" Danira memastikan


"Ya, apa lagi? kamu mau bukti? kamu mau aku melakukan apa?"


"engga bukan begitu, tapi aku hanya merasa"


"sudahlah Juminten, sekarang aku antar pulang ya, dan mulai malam ini kita resmi jadian oke"

__ADS_1


"Emm aku ..aku..."


"kenapa? kamu sudah punya pacar?" Erland menebak


"belum kok, hanya saja ini terlalu mendadak, kita kan juga kenal belum lama"


"Ya aku tau, tapi semenjak kita sering bersama, entah kenapa aku merasa ada yang berbeda. Juminten aku tau aku ini pria brengsek yang sering bergonta ganti wanita, tapi percayalah, aku benar benar serius kali ini, hanya kamu yang mampu membuat aku percaya bahwa cinta itu memang ada" Ucap Erland dengan sungguh sungguh


"Iya, aku mengerti aku akan mencoba sebaik mungkin untuk mencintai kamu juga" Jawab Danira yang membuat Erland begitu bahagia.


Erland tengah mengantar Danira pulang ke apartemennya.


Setelah puas bersama Danira, Erland lalu pulang dengan rasa bahagia melupakan kemarahan ayahnya seketika.


Oh Jumintenku....kenapa kamu sekarang menjadi canduku....hah....sepertinya aku akan seperti Hans dan Riko" Ucap Erland dengan bahagia


-


Malam hari di mansion Hans, Diandra tidak bisa tidur karena tidak nyaman, dadanya entah kenapa begitu sesak. Hans yang menyadarinya pun lalu terbangun.


"Sayang kamu kenapa? Sakit lagi?" Tanya Hans


"aku ngga apa apa, Mas kamu kebangun gara gara aku ya....Maafin aku" Ucap Diandra lemas.


"Mas, aku ngga apa apa kok, nanti juga hilang kalo kamu peluk" Diandra lalu memeluk dada bidang Hans


Hans pun memeluk erat Diandra sambil memijat Diandra.


Selang satu jam, rasa sakit Diandra mulai menghilang, Diandra sangat bahagia karena ternyata Hans benar benar sayang padanya tanpa peduli bagaimana kondisinya


"Mas..."


"hmm? kenapa?"


"Makasih ya kamu udah jadi jantung hatiku" Ucap Diandra lembut.


"Sayang...Kamu adalah hidup aku....Kamu harus tetap bersama aku sampai kapanpun ya" Ucap Hans


"Mas kalau aku boleh minta, aku ingin terus bersama kamu, aku ngga akan ninggalin kamu...Tapi jika kematian yang akan merenggut ku, aku harap kamu akan selalu bahagia dan tetap menjalani hidup kamu ya...Anak kita, dia pasti sangat senang punya papa yang hebat seperti kamu. Ya kan sayang.." Diandra meraih tangan Hans sambil diusapkan ke perutnya


"Sayang, kamu ngomong apa sih? Kamu harus tetap bersama aku sampai kapanpun. Aku ngga bisa sayang kalau tanpa kamu"


"Mas, kamu boleh mencintai aku, tapi jangan terlalu berlebihan, aku ga mau kamu sedih terlalu lama"

__ADS_1


"Sayang, tapi aku benar benar ga bisa tanpa kamu, kamu adalah alasan kenapa aku bisa seperti ini, aku ngga tau sayang kalau nanti tanpa kamu, aku mohon sayang, kamu harus tetap bersamaku. Aku akan lakukan apapun agar kamu tetap disisiku" Ucap Hans sambil memeluk erat Diandra


Mereka pun tertidur lelap sambil berpelukan.


-


Sedangkan dirumah Erland, Erland baru saja menelfon Danira. Kali ini Erland benar benar serius dengan Danira.


-


Lain hal nya dengan Arya yang juga baru saja video call dengan Vika karena keponakan Vika rindu dengan Arya. Arya pun tak segan untuk menggoda Vika sesekali. Sepertinya Arya juga mulai suka dengan Vika, namun Vika seperti belum yakin dengan Arya.


"Qila, udah ya tidur sayang ini udah malem, besok om ganteng jemput Qila ke sekolah gimana? kita main main lagi"


"wahh om Qila mauu oke besok Qila tunggu om ganteng"


"Qila, kamu apa apaan sih, kan Tante bisa jemput kamu" Seru Vika


"tapi aku maunya sama om ganteng" Ucap Qila


"Tapi kan om ganteng sibuk"


"engga kok om ganteng malah yang nawarin Qila"


"Tapi...."


"Udah Vika kamu tenang aja, besok aku akan jemput Qila nanti aku antar ke toko"


"Yaudah deh kalo gitu, tapi ngga ganggu mas Arya kan?"


"engga kok, yaudah byee Qila Selamat tidur, Eh tunggu Qila tolong bilangin ke Tante kamu ya, jangan judes judes" Ucap Arya menggoda Vika.


"apaan sih aku ngga judes tau udah ...aku tutup ya telfon ya"


Vika lalu menutup telfonnya dan merasa sedikit aneh dengan Arya.


"Mas Arya kenapa sih, Hah Vika udah kamu jangan geer huft capek banget sih hari ini."


-


Sedangkan Jihan, dia baru saja berbicara di telefon dengan Riko. Jihan masih belum tau bagaimana caranya untuk memberi tahu ibunya jika dia sudah menikah dengan Riko.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2