
Sementara itu, Dikantor Hans. Terlihat Arya sedang serius berbicara di telefon sampai sampai tak melihat Erland datang.
"dia serius sekali Riko, bicara dengan siapa?" Tanya Erland yang penasaran.
"saya juga tidak tau pak, sudah dari tadi pak Arya terlihat sangat serius" Jawab Riko.
Setelah memperhatikan Arya, akhirnya Arya selesai menelfon dan Erland langsung menghampirinya.
"ada apa, telepon dari siapa itu?" Tanya Erland.
"dari mata mataku. Mereka bilang 'the cobra' sudah mulai merencanakan sesuatu".
"benarkah? hah astaga para curut itu, mereka tidak bosan membuat masalah, tapi bukankah ketua mereka sudah tumbang?" Tanya Erland.
"masih belum, dia kembali lagi untuk balas dendam, tapi sekarang Hans tidak ada disini dan kekuatan kita belum sepenuhnya utuh seperti dulu, karena hanya Hans yang bisa mengutus pasukan khusus kita." Jelas Arya.
"yaa, selama Hans tidak disini pasukan kita belum sepenuhnya kuat, kita harus memperketat pengamanan agar mereka tidak bisa menata matai kita, aku akan utus beberapa anak buahku untuk memblokir informasi mengenai Hans dan Diandra." Tegas Erland.
"Erland karena kondisi saat ini sedang tidak baik, bagaimana jika Diandra menginap sementara dirumah om Jeremy dan tante Rosa, sampai Hans kembali. Aku takut mereka akan berusaha mencari celah." Arya yang terlihat khawatir dengan Diandra.
"hmm sepertinya kamu benar, coba kamu diskusikan kepada pemiliknya."
"maksudnya?"
"kau bicaralah dengan Hans, tanyakan apakah boleh dia tinggal bersamamu." Tegas Erland.
"oh aku sudah membahas nya dengan Hans, Hans setuju lagipula ada om dan tante, jadi tidak masalah. Dan om Jeremy juga sudah tau tentang kembalinya 'the cobra'."
"wah wah permusuhan turun temurun ini sepertinya tidak akan pernah selesai, baiklah kalau begitu, aku akan ke markas sekarang."
"oke."
-
Diandra dan Bu Rosa sudah selesai menikmati makanan mereka.
"sayang, kita ke rumah mama kamu sekarang yuk" Ajak Bu Rosa.
"iya mah, ayo"
Bu Rosa dan Diandra kemudian pergi meninggalkan mall tersebut lalu menuju rumah orang tua Diandra.
"Assalamualaikum"
__ADS_1
tok tok tok....
"waalaikumsalam...ehh jeng Rosa, Diandra! Sayang mama kangen sama kamu nak...." Ucap Bu Ratna yang langsung memeluk Diandra.
"iya mah Diandra juga kangen."
"jeng silahkan masuk, haduh kok ga ngabarin dulu kalo mau kesini." Ucap Bu Ratna.
"hahah biar surprise dong jeng." Balas Bu Rosa.
Bu ratna lalu membawa Bu Rosa dan Diandra masuk dan menyiapkan minuman serta camilan.
"oh ya ma aku ada sesuatu Lo buat mama." Ucap Diandra lalu memberikan sebuah bingkisan.
"astaga sayang, kamu kenapa repot repot sih." Ucap Bu Ratna.
"gapapa kok ma, oh ya Diandra juga ada sesuatu untuk Danira, kemana dia?" Tanya Diandra.
"eh Danira....dia kabur dari rumah" Ucap Bu Ratna dengan sedih.
"ha! kok bisa sih ma kenapa?" Tanya Diandra.
"hah....ini semua karena papa kamu, kamu tau sendiri kan bagaimana papa kamu, dia memaksa Danira untuk menikah dengan rekan bisnis papa kamu yang usianya hampir sama dengan papa." Tegas Bu Ratna yang membuat Bu Rosa malas mendengarnya, karena dari awal Bu Rosa tidak menyukai pak Abraham.
"astaga papa kenapa masih seperti itu sih ma?"
Setelah mereka mengobrol dengan santai, akhirnya Bu Rosa mengajak Diandra pulang.
"yaudah jeng, kita pulang duluan ya, udah sore nih" Ucap Bu Rosa.
"loh kok buru buru?" Tanya Bu Ratna.
"gapapa jeng, ayo sayang kita pulang." Ajak Bu Rosa kepada Diandra.
"mah aku titip ini untuk papa ya, semoga papa suka." Diandra memberikan sebuah kotak kecil.
"Diandra, mama sayang sekali sama kamu. Mama selalu berdoa agar kamu bahagia nak, mama senang sekali kamu berada di keluarga yang tepat, selama ini mama sudah tidak becus merawat kamu. Akhirnya doa mama terkabul, kamu memiliki suami yang sangat menyayangi kamu dan mertua yang memperlakukan kamu dengan baik." Ucap Bu Ratna sambil menangis terharu.
"maaa jangan ngomong gitu, aku justru bersyukur bisa punya mama yang hebat seperti mama. Aku sayang mama" Diandra lalu memeluk Bu Ratna. Membuat Bu Rosa terharu.
"maafin mama Diandra, mama harus memisahkan kamu dengan mama kamu, karena mam ga mau bertemu dengan lelaki bejat itu, yah papa kamu Diandra." Batin Bu Rosa.
Setelah mereka saling bertukar kerinduan, Diandra dan Bu Rosa lalu pergi dari rumah Bu Ratna dan kembali ke rumah pak Jeremy.
__ADS_1
-
(Dirumah pak Jeremy)
Arya baru pulang dari kantornya.
"Sore om, sendirian aja, Tante Rosa kemana?" Tanya Arya.
"lagi pergi sama Diandra."
"oh, ya om tadi aku habis telfonan sama Hans, dia bilang lebih baik Diandra tinggal disini saja om sampai hans kembali?" Usul Arya kepada pak Jeremy.
Pak Jeremy yang semula fokus membaca koran, tiba-tiba terhenti dan melihat Arya.
"Hans bilang begitu?" Tanya pak Jeremy dengan menaikan alisnya.
"emmm sebenarnya Arya yang kasih saran om, lagipula kan ini demi kebaikan Diandra. Dan asal om tau the cobra sudah kembali om" Bisik Arya kepada pak Jeremy.
"apa kamu bilang! kurang ajar! belum puas juga mereka, hah...aku kira setelah aku tua aku bisa tenang...haisshh yasudah untuk sementara, Diandra tinggal disini, tapi...dia tidak tinggal dikamar tamu." Ucap pak Jeremy.
"loh, kenapa om?" Arya terbelalak.
"Ya karena kalau Diandra tidur di kamar tamu, kamar kalian bersebalahan. Diandra akan tidur di kamar lama Hans, sekalian supaya Diandra bisa tau seperti apa suaminya dulu." Tegas Pak Jeremy.
"ya, kalau itu mau om ya tidak apa-apa" Ucap Arya dengan lemas.
Saat Arya akan masuk ke rumah, pak Jeremy menghentikannya.
"tunggu Arya!" Cegah pak Jeremy kepada Arya.
"ada apa om?" Tanya Arya.
"Kamu dengarkan orang tua kamu, jangan buat masalah. Dan sebaiknya kamu segera nikahi wanita yang sudah membuat kamu senyum seperti orang gila beberapa Minggu ini." Tegas Pak Jeremy kepada Arya.
"maksud om?" Arya yang belum mengerti ucapan pak Jeremy.
Pak Jeremy lalu mendekat ke arah Arya sambil memegang pundak Arya.
"Arya, kamu itu keponakan om, yang berarti anak om juga, om tidak mau kamu membuat masalah dan membuat hidup kamu sulit." Ucap pak Jeremy lalu pergi meninggalkan Arya.
"Apa maksud om Jeremy? Apa dia.....apa om Jeremy tau jika aku menyukai Diandra?....hah! aku juga tidak mengerti kenapa bisa menyukai seorang wanita yang jelas jelas sudah punya suami, Aku juga tidak ingin seperti ini, tapi entah kenapa aku tidak bisa mengatur perasaanku, andai saja aku bisa melakukannya, aku akan melupakan perasaanku kepada Diandra, tapi semakin aku menjauhinya, semakin aku terus memikirkan dia.....hah entahlah". Batin Arya yang merenungi nasibnya, karena saat ini dia tidak bisa mengerti akan hati dan perasaanya.
πππππππππππ
__ADS_1
hai readers tercinta, maaf ya aku gabisa balas komentar kalian satu per satu, tapi aku selalu baca kok, dan akan memperbaiki jika ada kesalahan.
Jangan Lupa like dan vote ya, love you all π₯°