Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Senjata makan tuan


__ADS_3

Setelah Arya memberikan minuman, Arya lalu mengirim pesan kepada Sonya.


"Aku sudah melakukannya" Isi pesan Arya kepada Sonya


"bagus sekali calon saudara ipar, temui aku sekarang!" Balas pesan Sonya kepada Arya


"Bagimana?" Tanya Arya


"yah kamu sangat hebat! aku suka dengan pekerjaan kamu" Ucap Sonya


"ini, sebagai perayaan karena rencana kita telah berhasil" Arya memberikan minuman kepada Sonya


"baik, cherrs" Sonya meminum minuman yang diberikan oleh Arya.


"Sonya, kenapa kamu sampai rela melakukan hal sejauh ini?" Tanya Arya


"tentu saja karena aku akan mendapatkan Hans"


"kamu mencintai Hans?"


"Tentu saja uangnya...Hans itu adalah bonusnya, yang paling utama adalah posisi aku dan uang selebihnya itu bonus, sudahlah kamu jangan terlalu percaya cinta, semua itu perlu uang........aku...kenapa kepala ku sangat pusing akhhh.....kenapa ini!" Sonya tiba tiba merasa sangat pusing


"ada apa?" Tanya Arya


"tidak...tidak apa apa, akhh hah pegang ini!" Sonya memberikan minuman tersebut kepada Arya


"Kamu yakin tidak apa apa?" Tanya Arya


"akhh....Hans, hah Hans......" Sonya lalu berlari ke tengah pesta dan membuat suasana gaduh.


"Hans, kenapa kamu banyak sekali sih!" Sonya berhalusinasi membayangkan Hans, setiap melihat pria entah siapapun itu rasanya dia melihat Hans.


Sonya memeluk siapa saja laki laki yang berada di dalam pesta tersebut


"hei, kamu! berani kamu memeluk suami saya, dasar wanita gatal!" Tampar salah satu tamu undangan yang kesal karena Sonya tiba tiba memeluk suaminya


"apa apaan sih, Hans ayo kita ke kamar....ayuukk" Ucap Sonya


"astaga wanita itu benar benar memalukan, untung yang jeng dia tidak jadi menantu kamu" Ucap ibu Bryan kepada Bu Rosa


Sonya semakin menjadi, dia kini berada di tengah tengah pesta


"Kalian semua dengar, aku adalah Sonya model terkenal! Kalian pasti tau siapa aku hahahaahaha....Hans....." Sonya kembali memeluk sembarang lelaki yang bukan Hans, namun Sonya melihat itu adalah Hans.


"hei wanita jal"*ng kamu! Cepat menyingkir!" Ucap Pak Abraham yaitu ayah Diandra.


"sayang, kamu menggoda sekali" Sonya menyentuh dan menggoda pak Abraham, karena merasa sangat malu, pak Abraham lalu mendorong Sonya hingga tersungkur.


"dasar kamu tidak tau malu, mama ayo kita pulang, entah kenapa aku sangat tidak menikmati pesta ini!" Pak Abraham kesal lantaran Sonya tiba tiba memeluk dan merobek kemeja yang dipakai pak Abraham.


Tentu saja hal itu membuat pak Abraham malu lantaran semua kolega nya dan para konglomerat melihat itu semua.


Sonya hanya tersenyum dan kembali bangkit lalu menunjuk Diandra


"kamu! cih, kenapa...kenapa kamu lebih segalanya dariku! kenapa!....aku sudah berusaha untuk menyaingi kamu...tapi apa! semua sia sia, semua orang menyukai kamu!....akhhh kepalaku!" Sonya memegang kepalanya karena kesakitan


Arya yang melihat tingkah Sonya hanya tersenyum ketus.

__ADS_1


(flashback Arya)


"Ini berikan obat ini di minuman Diandra" Sonya memberikan kepada Arya


Arya adalah orang yang cerdas dan tidak mudah terpengaruh, dirinya memberikan minuman kepada Diandra tetapi tidak memberikannya obat tersebut.


Setelah menerima pesan dari Sonya, Arya lalu mengambil minuman dan diberilah obat tersebut ke minuman Sonya


(falshback off)


"akhhh Arya kamu sialan!" Sonya yang sedikit tersadar


"dasar licik! kamu pikir aku akan mengikuti apa katamu! kamu pikir aku bodoh seperti kamu, aku memang belum bisa melupakan Diandra tetapi aku tidak sebodoh dan sehina kamu Sonya, Aku tidak akan melukai orang yang aku sayang. Sekarang rasakan senjata makan tuan" Batin Arya sambil tersenyum sinis kearah Sonya


Tak sedikit awak media yang merekam kejadian memalukan tersebut. Sonya merasa sangat malu.


"Cepat panggil security dan usir wanita ini, dia sudah merusak pestaku!" Ucap konglomerat yang mengadakan pesta tersebut


Tak lama kemudian kedua security telah datang dan membawa paksa Sonya.


"Arya!!! kamu si**an, Dengar Hans kamu harus tau ini! Arya mencintai istri kamu...dia menyukai Diandra.....aaa lepaskan kalian semua telah menghancurkan karirku.....kalian tidak berguna!" Sonya histeris


"Apa maksudnya?" Hans heran


Hans melihat Diandra yang ketakutan di tenangkan oleh Vika dan Jihan.


"Sayang kita pulang ya, kamu tidak apa apa kan?" Hans khawatir kepada Diandra


"iya Jihan, Vika aku pulang dulu ya" Diandra pamit


Pesta tersebut menjadi kacau karena Sonya, sehingga terpaksa pesta itu dihentikan.


Seluruh tamu undangan yang hadir pun terpaksa pulang.


-


Kini Hans dan Diandra sudah berada di kediaman mereka.


"sayang minum dulu" Hans memberikan air putih kepada Diandra


"Mas...kenapa Sonya bisa senekat itu sih...sebenarnya ada apa?" Tanya Diandra.


"Kamu jangan berpikir macam macam ya, tidak perlu memikirkan apapun, kamu cukup istirahat saja ya. Oh ya kenapa kamu tidak memikirkan toko kamu saja." Hans mencoba mengalihkan pembicaraan


"hah mas aku...."


"sayang, aku janji aku akan menyelesaikan semua masalah ini. Tapi kamu juga harus berjanji kalau kamu harus baik baik saja dan tidak perlu memikirkan hal berat, mengerti?" Hans meyakinkan Diandra dan dibalas anggukan oleh Diandra


"Sekarang kamu ganti baju dan siap siap tidur ya, aku keruang kerja sebentar" Ucap Hans sambil mebuka jas dan melipat kemejanya


Diandra lalu berganti pakaian dan membersihkan diri


Hans kini berada di ruang kerjanya.


Hans terbayang bayang apa yang dikatakan oleh Sonya barusan mengenai Arya yang menyukai Diandra


Hans lalu membuka tabletnya dan melihat berita hari ini, benar saja, Sonya sekarang menjadi trending topik media sosial bahkan televisi.

__ADS_1


Hans lalu menghubungi Riko dan menyuruh Riko mencari tau semua


"hah..sial! awas saja jika hal ini sampai membuat Diandra menjadi banyak fikiran!" Kesal Hans


Hans lalu pergi ke kamarnya. Lalu dengan cepat Hans berganti pakaian, setelah selesai berganti pakaian, Hans menyusul Diandra ke ranjang.


Hans menatap Diandra begitu dalam.


"Sayang, aku takut.....aku takut kehilangan kamu, Aku janji aku menyelesaikan semua permasalahan ini dan kita akan hidup tenang bersama anak anak kita nanti" Ucap Hans pelan sambil membelai lembut rambut Diandra.


Hans kemudian meraih selimut Diandra dan memposisikan tidur senyaman mungkin memeluk Diandra


-


Sementara itu Riko sedang mengantar Jihan pulang kerumah. Berapa terkejutnya Jihan saat melihat ibu dan adiknya berada di luar rumah dengan tas mereka yang berisi pakaian berada di luar


"ibu, Dirga...kalian kenapa diluar?" Tanya Jihan


"nak, rumah kita telah disita" Ucap ibu Jihan


"kok bisa sih?" Tanya Jihan


"Karena...karena ibu belum bisa melunasi hutang, Pak Kemal menagih hutang, dulu sewaktu papa kamu sakit, ibu butuh biaya dan ibu terpaksa berhutang kepada pak kemal. Sekarang dia meminta ibu untuk melunasi semuanya, uang ibu belum cukup lalu mereka meminta sertifikat rumah ini, dan mereka bilang ini masih kurang " Ucap ibu Jihan


"kurang? memangnya hutang ibu berapa?" Tanya Jihan


"Hutangnya 30 juta, tetapi mereka bilang karena ibu lama membayarnya mereka memberikan bunga, jadi hutangnya 35 juta" Ucap ibu Jihan


"benar benar tidak punya hati!" Jihan kesal.


Riko yang mendengar nya pun langsung menghampiri mereka


"begini saja, kalian tinggal dulu di apartemen ku. Nanti aku carikan rumah kontrakan untuk kalian" Tawar Riko


"tidak perlu repot repot nak, kami akan tinggal dirumah saudara dan" Ucap ibu Jihan


"memangnya kita akan diterima mereka, kita saja berhutang pada mereka, mereka tidak memberikan" Ucap Dirga


"Apartemen saya cukup luas, dan ada dua kamar, saya akan tidur bersama Dirga dan Jihan tidur bersama ibu, lagipula saya di apartemen sendiri" Ucap Riko


"Tapi nanti kita merepotkan kamu" Ucap Jihan


"tidak, kamu adalah kekasihku, jadi apapun yang menyangkut masalah kamu, itu menjadi masalah aku juga" Ucap Riko dengan lembut


"terimakasih nak Riko, ibu janji ibu akan segera mencari rumah kontrakan dan akan Menganti uang sewa untuk nak Riko"


"jangan seperti itu Bu, lagipula sebentar lagi ibu akan menjadi ibunya Riko juga kan" Ucap Riko


"maksudnya?" Jihan terbelalak


Riko hanya mengangkat bahunya lalu membawa barang barang Jihan dan ibunya ke dalam mobil.


Mereka pun kini akan tinggal satu atap bersama Riko di apartemen Riko.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


Halo readers tersayangπŸ₯°πŸ₯° Aku mau tanya nih, kalian suka cerita yang happy ending tapi biasa aja atau sad ending tapi berkesan sih?

__ADS_1


__ADS_2