Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Mencari Qila Sekalian bersenang senang


__ADS_3

"Qila, maafin Tante sayang, maafin Tante" Vika panik


Arya refleks memegang tangan Vika untuk menenangkannya.


"tenang ya, pasti ketemu kok udah ya...aku dan Hans juga sudah menyuruh anak buah kita untuk membantu mencari Qila" Arya menenangkan


Vika langsung tenang ketika Arya memegang tangannya. Tak lama setelah itu, Arya mendapat telefon dari Hans jika anak buahnya sudah menemukan Qila yang sedang berada di taman bermain.


Para pengawal Hans dan Arya pun akhirnya menemukan Qila, tetapi mereka tidak bisa membujuk Qila, saat mereka meyakinkan Qila, Qila tetap tidak mau berbicara bahkan disamping mereka.


Akhrinya Arya dan Vika pun kesana. Sesampainya di taman bermain, Vika langsung berlari memeluk Qila.


"Qila maafin Tante ya"


"nggak mau! aku mau sama om ganteng, Tante jahat!" Qila berlari dan memeluk kaki panjang Arya, Arya langsung mensejajarkan tingginya dengan Qila.


"Sayang, Anak cantik ngga boleh kaya gitu sama Tante Vika, Tante Vika tu sayang Lo sama Qila buktinya sekarang Tante Vika nemuin Qila disini" Arya menenangkan Qila


"Tapi Tante Vika ngga sayang sama Qila, dia tadi marahin Qila cuma karena Qila mau sama om ganteng" Ucap Qila sambil merengek khas anak kecil


"Kan sekarang udah ada om ganteng, jadi Qila udah ngga marah lagi kan sama Tante Vika? peluk dong tantenya" Ucap Arya


"Tante maafin Qila ya udah bikin Tante khawatir" Qila sambil memeluk Vika


"iya Tante juga minta maaf ya udah bentak Qila tadi"


Qila dan Vika akhirnya berbaikan. Arya lalu menggendong Qila dan mereka malah bermain di taman tersebut


Kedua pasangan yang sudah menikah itu pun merasa senang saat melihat Vika dan Arya bersama.


"Mas mumpung kita disini, kita main yuk....aku pengen" Rengek Diandra


"Sayang tapi aku harus balik ke kantor"


"Oh jadi kamu lebih mentingin urusan kantor daripada aku dan calon anak kita?" Kecam Diandra


"oke oke kita akan bermain disini oke....Riko kamu kembalilah ke kantor"


"enggak! Ngga ada yang dikantor hari ini, kalau perlu liburkan semua karyawan kamu, Kita harus senang senang disini!" Tegas Diandra


"Sayang tapi.... yasudah asal kamu senang" Hans hanya bisa pasrah.


Mereka menyusul Vika Arya dan Qila untuk bersenang senang menikmati berbagai wahana yang ada disana. Mereka seolah melupakan beban yang mereka tanggung.


Mereka saling bercanda tertawa dan sangat gembira.


Tanpa terasa hari mulai sore, karena sudah lelah, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang, Riko mengantar Jihan pulang, Hans dan Diandra juga pulang, sedangkan Arya mengantar Qila dan Vika.


"Kalian belum tinggal serumah?" Tanya Vika


"emm belum" Jawab Jihan


"Trus kalian juga belum....anu...." Vika sambil memainkan jarinya yang dibalas gelengan oleh Jihan


"Kalian kan sudah sah, kenapa tidak tinggal bersama saja sih?" Ucap Hans

__ADS_1


""Maaas, mungkin mereka punya alasan sendiri, udahlah jangan ikut campur rumah tangga mereka" Diandra membisikan kepada Hans


Mereka pun kembali ke rumah masing masing.


Arya harus mengantar Vika kerumahnya, Sesampai dirumah Vika, semua anggota keluarga sudah menunggu Vika dan Qila pulang, begitupun dengan ayah dan Ibu Qila.


"Qila sayang, yaampun nak kamu bikin Mama khawatir deh" Ibu Qila langsung memeluk Qila


"Vika! kamu ini gimana sih, disuruh jagain Qila malah teledor, ini pasti gara gara dia kan!" bentak papa Vika sambil menunjuk ke arah Arya


"Pa! papa apa apaan sih papa jangan nuduh sembarangan gitu dong" Vika kesal


"Opaaahhh.....opah jangan marahin om ganteng, ini semua salah Qila, Qila yang ngga nurut sama Tante, justru tadi om ganteng yang nemuin Qila" Ucap Qila


"Sarah, kamu bawa masuk Qila" Ucap papa Vika kepada Sarah, menantunya


"iya pa, sayang kita masuk yuk!" Ajak ibu Qila


"Dengar! Kamu itu calon tunangan keluarga Wijaya, Kamu jangan sembarangan bergaul, apa lagi dengan dia!" Papa Vika kesal kepada Arya


"Pah cukup! Vika udah gede, Vika udah bisa nentuin sendiri siapa yang akan jadi calon suami Vika, lagipula aku dan Bryan sudah tidak ada hubungan lagi pa!"


"Cukup! cepat masuk!"


"pah udahlah papa kenapa sih marah marah" Kakak Vika membela Vika


"Andre! kamu jangan terlalu membela adik kamu, lihat dia sekarang menjadi pembangkang"


"Pa cukup! Udahlah pa, masalah perjodohan biae itu urusan mereka, lagipula mau dijodohkan atau tidak, bukankah kerjasama dengan keluarga Wijaya akan tetap Dilakukan" Ucap Andre


"Pa, udahlah papa jangan kolot, ini sudah jaman modern pa" Ucap Andre.


"Hah sudah! Pokoknya jangan temui Vika lagi mengerti!" Ucap papa Vika lalu masuk ke rumah.


"Mas Arya aku...."


"iya gapapa aku ngerti kok, Oh ya salam untuk Qila ya"


"Tunggu!" Andre mencegah Arya


"iya? ada apa?"


"Saya seperti tidak asing dengan kamu, Apakah kamu Arya Valentino, Pengusaha muda sukses yang tinggal di Belanda?" Tanya Andre


"ah...Kenapa anda bisa berpikir seperti itu?" Tanya Arya


"iya benar, anda orang nya. Perkenalkan saya Andre. Saya kakak kandung Vika


"iya benar saya Arya Valentino"


"Astaga saya benar benar sangat malu, maafkan sikap papa saya, beliau memang seperti itu, karena yah anda tau sendiri lah....Saya benar benar minta maaf sekali mengenai sikap papa saya"


"tidak apa apa, lagipula saya juga tidak terlalu memikirkan hal seperti itu"


"Kalau begitu, sebagai ucapan terimakasih dan permintaan maaf saya mewakili papa saya, jika tidak keberatan besok malam saya ingin mengundang Anda untuk makan malam dirumah saya, Saya sudah mendengar tentang anda dari anak saya, Dia sangat senang sekali jika bercerita tentang anda" Ucap Andre

__ADS_1


"Iya, akan saya usahakan kabari saya saja waktunya nanti biar Vika yang menyampaikan, kalau begitu permisi ya, Vika saya duluan ya" Pamit Arya


Arya lalu pamit dari rumah Vika.


-


Di sebuah restauran yang cukup mewah, Erland mengajak Danira menikmati makan malam romantis mereka, karena Erland ingin merayakan peresmian hubungan mereka.


"emm enak banget, aku suka makanannya kamu cobain deh" Danira dengan piawai makan layaknya sudah terbiasa makan di restoran mahal.


"Kamu sering makan seperti ini?" Erland memancing


"tentu, aku sering sekali bersama kedua orang tuaku, sejujurnya aku ingin sekali bersama kakakku, tapi sayang papa selalu ngelarang" Danira keceplosan


"Sering?"


"emm maksudnya....ahahahahaha aku hanya becanda, mana mungkin aku sering makan ditempat seperti ini, pasti ini mahal" Danira gugup


Saat Erland akan melanjutkan pembicaraannya, tiba tiba ponselnya berdering, Sang ayah yang menelfonnya dan menyuruhnya untuk pulang, kalau bisa dengan Danira.


"Kenapa?" Tanya Danira


"Papa nyuruh kita kerumah, katanya ada sesuatu yang ingin dibicarakan" Jawab Erland


"Yaudah kita kesana aja, gapapa kok nanti aku yang jelaskan, dan Jika papa kamu memang tidak setuju ya mau apa lagi"


"tidak! aku akan tetap memperjuangkan hubungan kita, bahkan kalau perlu sampai kita menikah" Ucap Erland


Danira merasa sangat senang karena ini pertama kalinya dia diperlakukan tulus oleh lelaki.


Akhirnya Erland dan Danira kerumah Erland untuk menemui papa Erland


"Ada apa pa?" Tanya Erland


"Apa kamu benar benar serius dengan hubungan kamu? atau hanya sandiwara?" Tanya papa Erland


"Pa aku memang awalnya hanya pura pura supaya papa tidak menjodohkan aku lagi, tapi untuk kali ini aku benar benar serius mencintai Juminten pa, aku tidak peduli statusnya pa" Erland mencoba meyakinkan papanya


"Tapi bagaimana jika papa tidak setuju dengan hubungan kalian?"


"pa, meskipun papa seribu kali bilang tidak setuju, tapi aku akan tetap dengan keyakinan ku, aku akan tetap memperjuangkan hubungan kami" Tegas Erland


"Kalian akan menjalani hubungan tanpa restu?"


"Baiklah, berikan aku satu alasan mengapa papa tidak setuju dengan hubungan kami?"


"Hah.....entahlah...Papa rasa papa tidak ada alasan, hah....akhirnya papa senang. Papa sangat puas melihat perubahan kamu yang sekarang ini."


"maksud papa?" Tanya Erland


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


Duh maaf ya aku gantung ceritany soalnya aku sedang sibuk akhir akhir ini, aku akan tetap usahakan update setiap hari kok.


Love you all πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2