
Arya tengah menyetir mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi, sedangkan Vika dibelakang memegang Diandra sambil mencoba membangunkan Diandra.
"Diandra aku mohon bertahanlah, aku mohon. Ada yang perlu kamu tau, aku mohon bertahanlah" Ucap Arya dengan menangis
Vika yang melihatnya pun menjadi heran, bagaimana bisa sepupu Hans yang baru mengenal Diandra begitu sangat cemas dengan keadaan Diandra. Namun Vika tidak menghiraukan hal tersebut dan hanya fokus kepada Diandra
"Di, kamu kuat ya. Kamu bilang mau nunggu Hans, kamu bilang mau wujudin cita cita kita, ayo di kamu harus bangun" Vika yang mencoba menyadarkan Diandra
setelah menempuh perjalanan, sampailah mereka di rumah sakit. Kini Diandra sedang ditangani oleh petugas medis
"mas Arya, Diandra akan baik baik saja kan, dia akan bangun kan" Ucap Vika sambil menangis
"Diandra, kamu harus bangun, kamu harus tau, Aku cinta sama kamu di, kamu tidak perlu membalas cintaku, tapi setidaknya kamu tau jika aku mencintai kamu, Aku mohon bertahanlah, aku janji aku akan menjaga kamu. Kamu bilang kamu mau menunggu Hans, tolong bangunlah dan tunggu Hans pulang." Ucap arua dalam hati.
(Di Luar negeri)
Hans yang sedang bersama Bryan tiba tiba merasa tidak nyaman
"ada apa?" tanya Bryan.
"tidak, hanya saja aku kepikiran Diandra" Ucap Hans
"oh mungkin kamu terlalu rindu dengan dia, Nanti kamu telfon dia" Saran Bryan yang dibalas anggukan oleh Hans, meskipun Hans masih merasa gelisah sepanjang waktu.
(kembali ke Indonesia )
Riko datang bersama Jihan ke rumah sakit.
"vikaaa, gimana Diandra ?" Tanya Jihan cemas.
"belum ada kabar, Diandra masih ditangani dokter" ucap Vika sambil memeluk Jihan.
Kurang lebih tiga jam Diandra ditangani, akhirnya dokter yang menangani Diandra keluar.
"dokter bagaimana keadaan teman saya dok?" Tanya Jihan
"syukurlah pasien sudah membaik, pasien saat ini butuh istirahat total. Saya sarankan pasien jangan terlalu lelah dan banyak fikiran" Ucap dokter.
"baik terimakasih, apa kami bisa masuk?" Tanya Arya
"maaf untuk saat ini, pasien belum sadarkan diri karena pengaruh bius, nanti setelah pasien sadar baru bisa masuk." Ucap dokter
"terimakasih dok" Sambung Riko.
"pak Arya, saya sudah membereskan perusahaan." Ucap Riko.
"bagus Riko, terimakasih. Oh ya kamu sudah beri tau Hans?" Tanya Arya
"maaf pak Riko, saya belum menghubungi tuan Hans, saya tidak mau jika tuan Hans kepikiran nona Diandra, setelah mendengar keadaan nona Diandra, saya rasa kita tidak perlu memberitau tuan Hans" Tegas Riko.
"yasudah terserah kamu saja, aku hubungi om dan tante dulu" Arya menelfon pak Jeremy
__ADS_1
"aku akan coba hubungi Tante Ratna dulu" Ucap Vika.
Beberapa jam kemudian, pak Jeremy datang bersama Bu Rosa dan di waktu yang sama, datanglah Bu Ratna
"jeng astaga" Ucap Bu Rosa yang langsung memeluk Bu Ratna
"mah, ayo kita segera menemui Diandra" Ucap pak Jeremy
"iya pa, mari jeng" Ucap Bu Rosa.
-
"Tante Ratna...." Jihan langsung memeluk dan menghampiri Bu Ratna
"jihann ada apa dengan Diandra kenapa bisa seperti ini? Tante mau temuin Diandra sekarang" Ucap Bu Ratna yang ingin mencoba masuk kedalam.
"Tante, jangan, biarkan Diandra beristirahat Tante. Kita bisa menemui Diandra setelah Diandra siuman" Arya mencoba menenangkan Bu Ratna
"iya jeng, kita tunggu disini saja" Ucap Bu Rosa
Tak terasa hari semakin sore, mereka setia menunggu Diandra.
"Jihan, kamu saya antar pulang ya besok kesini lagi. Kamu juga harus istirahat. " Ucap Riko.
"tapi aku ingin menemani Diandra" Ucap Jihan
"sudah Jihan, kamu pulang saja, ada Tante disini kok" Ucap Bu Ratna.
"Vika, kamu juga pulang ya nak, nanti mama kamu khawatir sama kamu" Ucap Bu Ratna
"iya Tante, Tante jaga kesehatan ya, hubungi Vika jika Diandra sudah sadar ya Tante." Ucap Vika
"Vika, tunggu! Kamu pulang naik apa? mobil kamu kan masih di restoran?" Tanya Arya
"aku naik taksi saja"
"saya antar kamu pulang, ayo" Ajak Arya kepada Vika
Hingga tersisa kedua orang tua Hans dan Bu Ratna.
"Diandra maafin mama sayang, mama belum bisa jadi ibu yang sempurna untuk kamu nak....maafkan mama" Ucap Bu Ratna dengan sendu.
"jeng, sudah ya jangan seperti ini, Kita harus kuat demi Diandra, Diandra butuh support dari kita, Lihat Diandra sedang berjuang. Kita tinggal tunggu Diandra siuman ya, jeng sudah makan? Bagaimana kalau kita makan dulu? biar suami saya yang akan menjaga Diandra.
Dengan terpaksa Bu Ratna akhirnya mau makan dengan Bu Rosa karena bujukan Bu Rosa.
Pak Jeremy yang sedang menunggu Diandra, kini hanya bisa melihat Diandra dari luar.
"Diandra, kamu bertahan ya nak, kamu adalah sumber kekuatan Hans. Papa yakin kamu kuat nak, Jika papa kamu tidak bisa memberikan kasih sayangnya, maka papa yang akan memberikannya untuk kamu. Lihat lah banyak orang yang sayang dengan kamu." Ucap pak Jeremy
-
__ADS_1
Di kantin rumah sakit, Bu Ratna hanya memainkan makanannya.
"jeng, jangan seperti ini, Diandra pasti segera sadar. Sebaiknya jeng Ratna makan, Diandra akan sedih saat tau kalau ibunya sakit, makan ya jeng" Bu Rosa membujuk Bu Ratna
"iya jeng, benar. Saya harus kuat untuk kedua putri saya." Ucap Bu Ratna dengan sendu.
-
Saat Riko sedang berada di perjalanan mengantar Jihan, hp Diandra berbunyi. Hans Sedari tadi merasakan firasat buruk akhirnya menelfon Diandra, Namun karena hp Diandra dibawa oleh Jihan, Jihan tidak tau harus bagaimana.
"aduuhh pak Riko, ini gimana? tuan Hans nelfon terus" Jihan panik
"tenang ya, kamu jangan angkat telfonnya. Biarkan saja nanti setelah tuan Hans tidak menelfon, kamu kirim pesan dan bilang kalau seakan akan nona Diandra itu sedang sibuk dengan toko kalian" Riko menenangkan Jihan.
Jihan melakukan hal yang Riko instruksikan kepadanya.
"sudah pak, apa tuan Hans merasakan suatu firasat mengenai Diandra?" Jihan menerka
"ya saya rasa begitu. Tuan Hans pasti gelisah disana, maka dari itu saya memberitahukan kepada semua orang disini untuk jangan memberitahu Tuan Hans mengenai kondisi nona Diandra." Ucap Riko.
"Pak Riko, kenapa anda begitu khawatir dengan tuan Hans?" Tanya Jihan
"hah...Saya sangat berhutang budi kepada tuan Hans. Jika tidak ada dia, saya tidak tau apakah sekarang saya bisa merasakan kebebasan seperti ini" Jelas Riko
"kebebasan maksudnya?" Jihan penasaran
"suatu saat saya akan ceritakan kepada kamu," Ucap Riko.
"baiklah"
Setelah menempuh perjalanan, kini Riko telah sampai dikediaman Jihan.
"pak Riko, tidak mampir dulu?"
"emm saya minta maaf, lain kali saya akan kesini saya janji. Tapi bolehkah saya meminta satu hal kepada kamu?" Tanya Riko.
"apa itu?"
"kamu jangan panggil saya pak, cukup panggil nama saja"
"tapi kan usia kita berbeda, pak Riko lebih tua dari saya"
"tidak masalah, oh ya Jihan bisa saya minta hp nona Diandra karena saya yang akan mengabari tuan Hans agar dia tidak terlalu khawatir."
"oh ya ini, kata sandinya tanggal lahir Diandra tanggal *****"
"baik, saya permisi dulu ya Jihan. Sampaikan salam saya kepada ibu kamu, dan maaf saya tidak bisa mampir kerumah kamu "
"iya tidak apa apa kok pak Riko, eh maksud saya Riko, sebaiknya anda segera kembali dan selalu berikan kabar mengenai kondisi Diandra."
"pasti"
__ADS_1
πππππππππ