Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Bryan dan Vika kenapa?


__ADS_3

Dengan menatap Arya dan mengerjapakan mata, pak Anton mengingat-ingat siapa orang itu.


"apakah kamu, kamu itu macan kecil?"


Ucap pak Anton yang sedikit ragu.


"hahaha ternyata bapak masih ingat saya rupanya, iya saya macan kecil bapak."


Arya kemudian memeluk pak Anton.


"Bapak gimana kabarnya, sehat?"


tanya Arya.


"sehat nak sehat, bapak kangen nak"


"iya pak saya juga kok, Bapak kenapa bisa seperti ini?"


"mari nak diminum mbak, maaf ya jadi terganggu"


Ucap Bu Desi.


"ah tidak apa-apa Bu".


balas Diandra.


"Jadi ceritanya bapak, itu punya penyakit batu ginjal sudah lama, tapi bapak tidak segera ditangani, ibu baru tau kalau bapak punya penyakit itu setelah bapak berhenti mengajar bela diri lagi."


Cerita Bu Desi kepada Arya dan Diandra.


"jadi selama ini...."


sahut Arya.


"iya nak, kami hanya mengandalkan uang tabungan dan hasil kerja serabutan saya, karena kan kami tidak punya anak, dan uang tabungan yang dipakai telah habis untuk berobat, jadi ibu hanya bisa berjualan gorengan untuk bertahan hidup, hanya satu milik kami yang cukup berharga yaitu bangunan bekas yang dulu ibu gunakan untuk berjualan menajajakan makanan ringan, kamu ingat tidak nak dulu ibu pernah berjualan disitu?"


Tanya Bu Desi kepada Arya.


"iya Bu, saya ingat, dulu saya juga sering diberi makanan dan minuman gratis oleh ibu"


"karena kekurangan modal dan persaingan semakin banyak, ibu tidak dapat melanjutkan jualan ibu, dan dengan berjualan gorengan ini ibu dapat bertahan hidup, lalu ibu sewakan bangunan itu, alhamdulilah ada nona cantik ini yang mau menyewa."


Bu Desi sambil menangis tersedu.


"maafin saya ya pak, Bu, saya baru bisa menjenguk sekarang"


ucap maaf Arya kepada Bu Desi dan pak Anton.


"tidak apa-apa nak, kamu datang kesini saja bapak sudah sangat senang."


ucap pak Anton kepada Arya.


Mereka mengobrol dan mendengarkan cerita dari Bu Desi dan pak Anton, tanpa terasa sore pun tiba.


"maaf Bu, ini sudah sore, saya akan bicarakan masalah ini secepatnya ya Bu saya permisi dulu."


Diandra berpamitan dengan Bu Desi dan pak Anton.


Saat Diandra berjalan keluar tiba-tiba saja Arya membuntutinya dari belakang.


"kamu, mau apa lagi sih?"


kesal Diandra.


"geer kamu aku tuh mau pulang, minggir"


"heh pencuri!"


Arya lalu menoleh dan berkata,

__ADS_1


"kan aku udah bilang aku bukan penjahat atau pencuri"


"ck buktinya setelah aku ketemu sama kamu, gelang aku hilang pasti kamu yang curi ya"


"hoo jadi karena gelang itu, ya aku emang bawa gelangnya tapi aku mau balikin ke kamu, karena aku ada urusan jadi aku simpen . Gelangnya masih ada kok dirumah, kalo kamu mau lusa temui aku di cafe Gardena jam 3 sore."


"hah kamu modus ya"


"maaf ya saya ga ada waktu untuk modusin kamu"


ucap Arya sambil memakai helmnya lalu melajukan motornya.


"kenapa sih sial banget ketemu dia"


kesal Diandra.


-


(Di mansion Hans)


"mbok, Diandra belum pulang ya?"


tanya Hans kepada mbok Jum.


"belum tuan, tadi bilangnya ga sampe malem kok tuan."


"yasudah kalau begitu"


"Assalamualaikum"


Salam Diandra sambil membuka pintu.


"waalaikumasalam"


Ucap serentak mbok Jum dan Hans.


"mas udah pulang? maaf ya mas lama, tadi tu aku ke lokasi penyewaan dulu"


"belum"


"mandi dulu ya nanti kita makan, mbok Jum udah nyiapin makanan"


Diandra bersiap untuk mandi dan makan.


-


(Dirumah Vika)


"duuh ma, kenapa sih ma pake disuruh dandan lagi"


kesal Vika kepada mamanya.


"udah deh yuk kita turun"


Ajak mama Vika untuk turun menuju ruang tamu.


"loh Bryan! ngapain kamu disini?"


"hai, apa kabar Vika"


Sapa Bryan.


"vikaa, kamu jangan gitu dong sam Bryan, dia baru pulang dari luar negri, kesini cuma buat ketemu kamu Lo"


Sentil mama Vika.


Dengan terpaksa Vika duduk berdampingan dengan Bryan.


"oh ya om Tante, saya boleh bicara dengan Vika sebentar nggak om Tante?"

__ADS_1


tanya Bryan kepada orang tua Vika.


"oh yaboleh dong lama juga gapapa"


Goda papa Vika.


Bryan mengajak Vika untuk mengobrol berdua.


"apaan sih tarik-tarik lepasin"


kesal Vika Karena Bryan menariknya.


"kamu masih marah sama aku? ga mau maafin aku?"


"udah ya, aku males bahas itu lagi lagian kita udah putus, ngerti gak P U T U S, putus"


"Vik, kasihlah aku kesempatan lagi aku janji aku gabakal ngelakuin kesalahan lagi"


"udah deh, kamu itu ngga ngerti ya, aku udah ga mau berurusan lagi sama kamu, apalagi sama selingkuhan kamu itu".


"Vik, dia tu bukan selingkuhan aku, aku, aku"


"kenapa, masih mau ngelak lagi, udah jelas ya kamu itu selingkuh masih aja ga ngaku"


"oke, oke, aku akui aku selingkuh sama Rania waktu itu, ya itu karena , karena kamu ga pernah ada waktu buat aku, kamu sibuk dengan kuliah, lah apalah itu."


"aku emang sibuk kuliah ya dan kamu jangan mentang-mentang waktu aku masih kuliah kamu udah bisa kerja kamu seenaknya sama aku."


"tenang aja, masalah ini aku ngga kasih tau orang tuaku dan orang tua kamu"


"plis Vik, aku pulang kesini selain urusan bisnis, aku juga pengen meluruskan masalah kita waktu di Amrik dulu."


"udah deh aku cape tau nggak, kita tu udah ngga bisa bersama lagi, percuma kamu paksa karena memang kita gabakal pernah bisa bersatu, dan kamu ingat ya penghianatan itu adalah hal paling aku benci, dan kamu udah ngelakuin itu semua di belakang aku, aku kecewa sama kamu."


Tegas Vika yang lalu pergi meninggalkan Bryan.


Saat keluarga Bryan dan Vika mengobrol,


"pah mah Bryan ijin pulang dulu, ada urusan sebentar."


ijin Bryan kepada kedua orangtuanya.


"mau kemana sih sayang kan kita belum selesai ngobrolnya"


Ucap ibu Bryan.


"bener nak, oh ya vika diamana?"


tanya ibu Vika.


"Di kamar Tante, saya permisi dulu."


"mereka kenapa sih, semenjak pulang dari Amrik, Vika jadi aneh."


tanya ibu Vika yang penasaran.


"sama jeng, saya juga kaget pas Bryan ngabarin mau pulang.


Sahut ibu Bryan.


"kalian ini, anak sendiri malah digosipin."


Celetuk papa Vika.


"sudahlah biarkan mereka, bagaimana jika kita membahas urusan bisnis kita."


Saran papa Bryan.


Sedangkan di kamar, Vika menangis tersedu mengingat bagaimana hubungannya dengan Bryan yang sudah terjalin selama dua tahun harus berakhir.

__ADS_1


Sementara itu, Bryan menyetir mobil nya sambil frustasi, dirinya merasa sangat bersalah terhadap Vika, karena telah mengkhianati kepercayaan Vika.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2