Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Ditemani Arya lagi


__ADS_3

(Dirumah Pak Jeremy)


Mereka sedang menikmati sarapan.


"pah, ini hari libur papa ga mau ajak mama kemana gitu?" Ucap Bu Rosa.


"alah ma....kita ini sudah tua, waktu libur itu adalah waktu untuk keluarga" Ucap pak Jeremy.


"Hah papa ini, lagian papa bantuin di kantor juga dikit dikit pulang, ya kan Arya? memangnya di kantor om kamu sibuk?" Tanya Bu Rosa.


Arya hanya diam tak tau harus memihak kepada siapa.


Telepon pak Jeremy tiba-tiba berdering.


"papa angkat telfon dulu ya ma", Ucap pak Jeremy lalu meninggalkan ruang makan untuk menerima telfon.


"Oh ya di, hari ini kamu ada acara nggak?" Tanya Bu Rosa.


"emmm ada sih ma, Diandra mau lihat tempat buat tokonya."


"sama siapa?" sambung Arya.


"ya sendiri lah". Jawab Diandra.


"nggak! hari ini aku yang akan mengantar kamu, aku ga mau ya nanti Hans marahin aku karena ga jagain kamu" Tegas Arya.


Diandra melirik Bu Rosa dan dibalas anggukan oleh Bu Rosa.


-


Selesai sarapan, pak Jeremy sudah terlebih dahulu berangkat ke luar kota karena urusan mendadak. Diandra sudah bersiap untuk pergi diantar Arya dengan memakai celana kulot panjang berwarna putih dan baju dengan sweater senada ungu.


"wahh kamu itu mau dipakaikan apa saja memang sudah dasarnya cantik ya tetap cantik ya." Bu Rosa kagum melihat Diandra yang tampil sederhana namun terlihat sangat cantik.


"mama bisa aja, mama dirumah aja ga mau kemana gitu?" Tanya Diandra.


"emmm kayanya nanti siang mama mau ke butik deh"


"Udah siap bel.....om" Ucap Arya terhenti ketika melihat Diandra yang semakin hari semakin cantik.


"heh Arya, dengerin Tante ya, jagain menantu kesayangan Tante, jangan sampe lecet sedikitpun."


"iya bawel banget sih.." Ucap Arya pelan namun masih terdengar.


"apa kamu bilang!" Teriak Bu Rosa kepada Arya.


"ee enggak Tante, Diandra ayo nanti kesorean lagi." Ucap Arya yang tergesa masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"dasar ya kamu! Untung keponakan Tante, kalo nggak, Tante cincang kamu!"


"udah dulu ya ma, aku mau berangkat, assalamualaikum." Pamit Diandra sambil menyalami Bu Rosa. dibalas dengan salam.


Diandra lalu masuk ke mobil.


"udah siap?" Tanya Arya.


"udah kok"


Arya melajukan mobilnya, setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


"hmm sepertinya tempatnya benar-benar bagus, lahannya cukup luas untuk parkiran. Kawasannya juga strategis dan mudah dijangkau". Celetuk Diandra.


"ya, memang daerah sini adalah daerah yang ramai, dulu aku sering kesini setelah latihan karate." Ucap Arya.


"berarti dulu kamu itu mantan muridnya Pak Anton? sama Hans juga ya?"


"aku yang murid pak Anton, kalo Hans dia ikut taekwondo."


"oh, gimana kalo kita kerumah Bu Desi dan pak Anton, aku pengen lihat kondisi pak Anton sekarang." Ajak Diandra.


"oke"


-


"eh, waalaikumasalam, mbak Diandra, nak Arya." Sambut Bu Desi.


"halo Bu, gimana kabarnya?" Tanya Arya.


"sehat nak, sehat, mari silahkan masuk." Ajak Bu Desi.


Diandra dan Arya lalu masuk kedalam.


"oh ya Bu, bagaimana keadaan pak Anton?" Tanya Diandra.


"alhamdulilah mbak, setelah nak Arya membantu untuk biaya operasi suami saya, akhirnya suami saya sudah mulai pulih, sekarang suami saya sudah bisa cari kerja, ya meskipun cuma tukang parkir." Ucap Bu Desi.


"dimana Bu?" Tanya Arya.


"di pasar nak, kalo nak Arya mau ketemu suami saya, harus ke pasar dulu. Tapi biar ibu panggil kesini gapapa kok."


"jangan Bu, tidak usah lain kali saja saya bertemu pak Anton." Ucap Arya.


"oh ya kok bisa kebetulan ya mbak Diandra dan nak Arya kesini bareng, kalian ini pacaran ya?" Ucap Bu Desi.


"ah tidak kok Bu, saya ini adalah istri dari sepupunya mas Arya, jadi kita sudah kenal". Ucap Diandra.

__ADS_1


"tapi waktu itu, kalian kan....." Ucap Bu Desi yang bingung.


"ceritanya panjang Bu" sambung Arya


"ah iya, oh ya bagaimana mbak Diandra sudah mulai dibangun ya tokonya?" Tanya Bu Desi.


"belum Bu, saya tadi baru mengecek, rencana akan saya bangun satu Minggu lagi. Oh ya kalau boleh tau Bu Desi ini kan pintar membuat kue ya, gimana kalo ibu bantuin saya saja Bu, ibu mau nggak kerja ditempat saya, bantu temen saya dan nanti akan ada beberapa koki disana yang akan membantu, Teman saya akan fokus ke kue modern, nah ibu buat kue yang jaman dulu tapi nanti kita modifikasi kuenya supaaya lebih menarik?" Tawar Diandra.


"aduh tapi ibu takutnya ga ada yang suka nak, anak jaman sekarang itu kan sukanya yang kue jaman sekarang." Ucap Bu Desi.


"hahaha justru itu Bu, ibu buat resep kue jaman dulu nanti biar saya dan teman saya yang memodifikasi supaya hasilnya bagus dan diminati, jadi anak jaman sekarang itu tau bagaimana rasanya kue jaman dulu."


"ya kalau mbak Diandra membolehkan, saya mau mau saja mbak, justru saya berterimakasih akhirnya saya mendapat kan pekerjaan." Ucap Bu Desi


"oh ya daripada pak Anton jadi tukang parkir di pasar, bukankah lebih baik jadi tukang parkir di toko kamu?" Arya mengusulkan kepada Diandra.


"bener juga ya, gimana Bu?" Tanya Diandra kepada Bu Desi.


"nanti saya bicarakan dengan suami saya dulu ya." Ucap Bu Desi


Setelah cukup lama mengobrol, Arya dan Diandra lalu pamit kepada Bu Desi.


Arya dan Diandra lalu memasuki mobil dan berjalan, ditengah perjalanan, Diandra melihat sebuah taman yang ramai dan desainnya pun unik.


"mas Arya, boleh nggak kita berhenti sebentar ke taman itu?" Ajak Diandra.


"kamu suka sekali sama taman, yaudah kita berhenti sebentar, aku juga lapar kayanya bakso disana cukup enak, soalnya ramai." Ucap Arya yang membuat Diandra bengong.


"kamu...mau makan bakso ditempat seperti ini?" Tanya Diandra.


"hahahaha emangnya kenapa, ga boleh?". Tanya Arya.


"ya boleh sih, tapi kamu dari luar negri trus kesini, makannya bakso dipinggir taman?" Diandra yang kurang yakin dengan Arya.


"hei, aku ini beda dengan Hans, kalau Hans itu dia orangnya perfeksionis, ya kalo aku apa aja bisa lah" Ucap Arya dengan santai.


"ya ya percaya deh, yuk kita turun."


Diandra lalu turun ke taman, disusul oleh Arya .


Lagi lagi Arya hanya bisa menahan perasaannya, dilihatnya Diandra yang tersenyum cantik saat melihat taman. Hingga Arya diam-diam memotret Diandra tanpa sepengetahuan Diandra.


"Mas Arya, ayo buruan kesini." Ajak Diandra kepada Arya


"ah iya" Arya yang tersadar lalu memasukan ponselnya kedalam saku celananya agar diandra tidak curiga.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2