Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Menikmati pecel lele


__ADS_3

( Di mansion Hans )


Hans mengetuk pintu kamarnya karena Diandra sedang mempersiapkan diri.


tok....tok...tok...


"Sayang, kamu masih lama ya?". Tanya Hans sambil mencoba membuka pintu namun terkunci rapat.


"iya Maas sebentar lagi selesai." Teriak Diandra dari dalam kamar.


"Yasudah kalau begitu aku sambut mereka dulu ya, segera menyusul saat kamu sudah selesai."


"iyaaaa..."


Hans sudah tidak tau harus berbuat apa, dipikirannya memang wanita itu akan lama saat mereka sudah berdandan.


Tak lama kemudian datanglah Bryan kemudian disusul mobil belakang yang tak lain adalah Erland.


"heii broo....waaah tempat ini masih sama seperti dulu ya ternyata." Ucap kagum Erland.


"Wihh tumben lu ga telat, biasanya kalo ada acara lu suka telat." Erland mengejek Bryan.


"ya iyalah bro, ini demi para sahabat tersayang gua dong, ya kan Hans." Balas Erland.


"ciih, ayo silahkan masuk." Hans menyuruh mereka untuk masuk kedalam rumah.


Namun saat mereka akan masuk, Riko ternyata sudah datang.


"wiih mobil Riko nih, dia ada juga ternyata." Ucap Erland.


Riko keluar dari mobilnya, bukannya langsung menemui mereka tetapi Riko malah membukakan pintu samping dan menuntun Jihan agar bisa berpegangan pada Riko.


"astaga.....sudah berapa lama aku di luar pulau, sampai Riko sudah ada perubahan sebesar ini." Ucap Erland dengan nada memelas.


"wah wah Riko, wiih apa kabar kamu?" Sapa Bryan.


"Baik pak Bryan." Jawab Riko.


"dia ini.....?" Tanya Bryan kepada Riko sambil menunjuk Jihan.


"ah saya Jihan teman dekatnya Diandra. Salam kenal semua, senang bertemu kalian." Sapa Jihan yang terlihat murah senyum dan mencoba akrab dengan mereka.

__ADS_1


"oh hahaha iya, kenalkan saya Bryan dan ini Erland, kamu juga teman dekat Hans."


"Riko, kenapa kamu dan Jihan..." Tanya Hans dengan bingung.


"eh begini tuan, tadi saya sudah menjemput Jihan bersama dengan ibunya, tetapi nona Diandra tidak sengaja menumpahkan susu di baju Jihan, jadi saya membawa Jihan untuk, yah seperti yang tuan lihat." Riko mencoba menjelaskan.


Hans yang langsung paham dengan Riko, karena dia tahu jika istrinya ini pasti sengaja melakukan itu.


"hah astaga, iya Riko aku mengerti sekarang, ayo kalian semua silahkan masuk dan nikmati hidangannya."


"wiihh banyak banget makanannya kayanya enak nih". Ucap Bryan.


"tapi, makanannya Indonesia banget, waah pas banget nih aku lagi kangen masakan indo, wahh sepertinya ini sangat enak, aku ingin makan dulu Hans sebelum acara dimulai aku sudah sangat lapar." Erland dengan semangat untuk melahap semua makannya.


"ayo kalian semua juga makan". Ajak Hans kepada mereka semua.


Bryan dan Riko juga ikut makan.


"maaf tapi Diandra dimana ya?" Tanya Jihan.


"iya ya, kok dari tadi aku ga liat sih". Ucap Bryan.


"dia sedang ada dikamarnya." Ucap Hans.


"silahkan".


"kamu bisa berjalan sendiri?". Tanya Riko yang khawatir kepada Jihan.


"iya, bisa kok, permisi semua."


Erland yang melihatnya sampai berhenti mengunyah makanannya sambil menganga.


Bryan langsung menutupkan mulut Erland agar tidak mengeluarkan liur.


"aduh sakit tau, pelan-pelan kan bisa." Kesal Erland.


"lagian malah nganga gitu, nanti Liur kamu keluar tu" Ejek Bryan.


"wah wah Hans, aku sepertinya ingin ke perusahaan mu saja, sepertinya kalian bertiga banyak perubahan." Ucap Erland.


"bertiga?" Tanya Bryan.

__ADS_1


"iya bertiga, yang pertama Hans, dia bisa berubah sikapnya karena istrinya, kedua Riko, dia yang tak pernah bicara bahkan sekarang dia bicara santai dengan wanita, dan kamu tau Arya, dia sekarang sering senyum-senyum ga jelas." Ucap Erland.


"ck, ngomong apa sih, oh ya bagaimana makanannya apa kalian suka?" Hans mengalihkan pembicaraan.


"wah Hans, kamu tau ini adalah makanan rumahan terenak yang pernah aku makan, rasanya luar biasa." Bryan sangat menikmati makanannya.


"ini namanya apa sih?" Tanya Erland.


"ini ayam lalapan, ini bebek goreng, ini ada gurame bakar dan goreng, dan yang anda makan itu adalah pecel lele." Riko menjelaskan.


"lele? maksudnya ikan yang...."


"iya" tegas Hans.


bukannya jijik tetapi Erland malah semakin suka.


"waah gila! inisih enak banget." Ucap Erland.


"hmm ini restoran mana Hans?" Tanya Bryan.


"hahaha kamu pikir ini dari restoran?" Hans mencoba menggoda mereka.


"ya, dari segi rasa ini sangat enak sekali". Tegas Erland


"kalian tau, ini adalah makanan yang dijual dipinggir jalan setiap malam, dan mayoritas pembeli adalah mereka yang lapar dijalan, dan para sopir truk antar kota." Ucap Hans.


"tapi ini, ini tidak terlihat seperti itu." Erland merasa tidak yakin.


"ya, kalau kalian ingin tau, akan kupanggil chef nya, Riko." Hans memberi isyarat kepada Riko.


Riko yang langsung paham lalu memanggil ibu Jihan.


"ini chef nya" Ucap Riko.


"Bu, restorannya dimana?" Tanya Erland.


"hahaha maaf nak, ibu hanya jualan di warung pinggir jalan, kalian bisa temui ibu di pinggir jalan setiap malam jika kalian ada waktu, silahkan mampir ya. Kalau begitu saya ke belakang dulu ya permisi." Ibu Diandra pergi kedapur kembali.


"bagaimana?" Tanya Hans.


"wah aku pikir makanan jalanan itu sangat tidak enak, ternyata lumayan juga ya." Ucap Erland sambil menikmati kembali pecel lelenya.

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2