
"nama kamu siapa biar saya simpan?". Tanya Arya.
"Namaku Diandra."
Sejenak Arya diam karena merasa namanya tidak asing,
"kenapa namanya mirip dengan istrinya Hans, hah tidak mungkin, ini hanya nama yang pasti bukan hanya satu melainkan ada beribu orang di dunia ini dengan nama yang sama. Lagipula mana mungkin Hans membiarkan istrinya untuk keluar." Batin Arya.
Pesan masuk di handphone Diandra.
"nama kamu Arya?". Tanya Diandra.
"iya, itu nomor ku, tolong simpan"
Diandra juga sama seperti Arya,
"Kenapa nama ini, ah aku ingat namanya sangat mirip dengan sepupu mas Hans, ah tapi tidak mungkin masa sepupu mas Hans disini kan mereka sedang sibuk mengurus kantor." Batin diandra.
"Hei, kenapa melamun". Ucap Arya sambil mengibaskan tangannya ke wajah Diandra.
"engga kok, oh ya gimana kita mengurusnya?". Tanya Diandra.
"yah seperti yang kamu tau semua telah diserahkan sama aku, dan karena aku adalah orang kepercayaan Bu Desi, jadi mau ga mau kamu harus selalu berurusan dengan aku."
"ck, yaudah sekarang gimana?"
"Kamu bawa surat sewa dan perjanjiannya?". Tanya Arya.
"iya ini aku udah bawa lengkap semuanya."
"oke, sebaiknya kita bahas di cafe dekat sini tempatnya lumayan nyaman untuk kita bahas ini."
"kenapa ga disini aja sih kan biar Bu Desi dan pak Anton jadi saksi?"
__ADS_1
"hahaha kamu lucu sekali, bukankah aku barusan bilang kalau kamu harus mengikuti apa yang saya ajukan, kalau kita bahas disini, kamu ga liat Bu Desi sedang repot mengurus pak Anton? tentu akan mengganggu bukan?"
"yaudah terserah."
"Oke, nih". Arya memberikan helm kepada Diandra.
"apa ini?"
"haduhh kamu ini sekolah nggak sih? ini helm masa gitu aja ga tau."
"iya aku tau ini helm, tapi buat apa?"
Tanpa berkata apapun Arya lalu memasangkan helm kepada Diandra.
"kamu ini....."
"shuut udah jangan brisik Ayo naik."
-
Setelah sampai di cafe Diandra turun dari motor.
"nah ini cafe nya gimana? enak kan buat ngobrol?". Ucap Arya.
"yah lumayan juga, oke ayo kita masuk dan segera bahas urusan sewa menyewanya."
Arya dan diandra masuk kedalam.
"Mba mau pesan coffe latte satu dan pancake satu ya, oh ya topingnya coklat aja ya, kamu mau apa". Tawar Arya kepada Diandra.
"saya orange jus aja ya mbak"
"oke sebelum kita bahas mengenai penyewaan, aku pengen tau kenapa kamu mau menyewa tempat itu, dan untuk apa kamu menyewa tempat itu?." Tanya Arya.
__ADS_1
"Saya akan membangun toko kue dengan teman-teman saya, saat saya melihat-lihat, saya tertarik dengan tempat itu, selain tempatnya strategis, halamannya juga sangat luas, Dan bangunannya juga masih bagus, hanya akan saya renovasi sedikit nantinya."
"wow kamu hebat juga ya, yah alasannya bisa diterima, jadi mari kita bahas mengenai surat sewa nya."
Diandra dan Arya sedang serius membahas tentang penyewaan toko.
Tanpa terasa hari sudah mulai sore.
telepon Arya tiba-tiba berdering.
"sebentar saya angkat telepon dulu, Hallo iya kenapa tante?"
Ucap Arya di sambungan telepon.
"halo Arya kamu bisa jemput Tante nggak? om kamu tiba-tiba keluar kota, Tante dirumah temen kamu bisa jemput Tante sekarang nggak?". Ucap Bu Rosa dalam sambungan telepon.
"hah, iya nanti Arya jemput Tante, share lok Tante lokasinya."
sambungan telepon terputus.
"bagaimana jika kita bahas lagi lain hari, sekalian kita akan melihat tokonya?". Tawar Arya
"haisshh kamu ini serius ga sih?". kesal Diandra.
"iya saya serius kok, tapi kamu ga denger tadi Tante saya nyuruh saya buat jemput dia. Begini saja, Kita bertemu lagi nanti saya akan tentukan harinya dan saya berjanji saya akan membantu kamu untuk mengurus masalah penyewaan sampai tuntas." Tawar Arya.
"yasudah kalau begitu, terserah anda.". Kesal Diandra
"saya permisi dulu ya, nanti saya hubungi lagi." Ucap Arya sambil berlari keluar.
"ck, dasar aneh, kenapa sih harus dia lagi....hah yasudahlah yang penting urusan sewa sudah beres, tinggal lainnya deh Semangat...."
πππππππππππππ
__ADS_1