Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Menuju Markas hans


__ADS_3

(Di kediaman Pak Jeremy yang sedang melangsungkan acara ulang tahun istrinya, yaitu Bu Rosa)


Diandra yang baru saja keluar dari kamar mandi, sedang mencari keberadaan sang suami.


"duuh mas Hans kemana sih, dicari-cari juga ga ada".


Diandra menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu menyadari jika gelang yang dia pakai ternyata tidak ada.


"loh loh gelangku dimana, apa jatoh ya trus jatoh dimana lagi, aduuhh mana gelang dari mas Hans lagi gimana nih, atau jangan-jangan orang tadi itu beneran penjahat, trus dia curi gelang aku. Aduhh gimana ya ini"


Ucap Diandra dengan cemas.


Bu Rosa yang melihat Diandra pun kemudian menghampirinya.


"sayang, kamu disini rupanya mama cariin kamu, oh ya mama mau kasi tau kamu kalo suami kamu itu pergi sama sepupunya, keponakan Tante yang baru pulang dari luar negri, mereka kebiasaan banget kalo udah ketemu pasti magnetnya kuat banget."


Kesal Bu Rosa kepada Diandra.


"hah iya mah?, kok mas Hans ga kasi tau aku atau ngabarin aku gitu?"


tanya Diandra heran kepada mertuanya karena Hans tidak memberitahunya.


"udah biarin aja, mereka emang gitu kok kalo udah ketemu, yuk kita masuk, acaranya udah mau mulai"


Ajak Bu Rosa kepada Diandra.


-


Tak terasa acara ulang tahun ibu Hans yaitu Bu Rosa sudah selesai, para tamu undangan mulai pergi meninggalkan acara, dan hanya tersisa sang pemilik rumah yaitu orang tua Hans, Orang tua Arya, orang tua Diandra, Diandra, dan Riko.


"Jeeng terimakasih banyak ya sudah mau datang kesini repot-repot segala"


Ucap terimakasih Bu Rosa kepada Bu Ratna, ibu Diandra.


"iya jeng, gapapa saya seneng kok bisa diundang kesini dan bisa ketemu sama Diandra juga jeng"


Ucap Bu Ratna sambil memeluk sang putri, yaitu Diandra.


"baik, karena acara sudah selesai, saya dan istri saya pamit dulu ya pak Jeremy Bu Rosa. Marii"


pamit ayah Diandra kepada semua orang.


"Mba Risa dan mas wilhan nginep disini aja, sambil nunggu Arya"


Tawar ibu Hans kepada kakak kandung dan kakak iparnya, orang tua Arya.


"bener, mas wilhan dan Mba Risa tidur dirumah kami saja, kalian pasti capek kan kalo harus balik ke hotel."


Ucap ayah Hans yang juga menawarkan kepada orang tua Arya.


"aku sih terserah mas wilhan aja, gimana mas?"


Tanya ibu Arya kepada suaminya.


"yah kalian bener, kalo balik ke hotel rasanya pasti sangat melelahkan, kita tidur dirumah Jeremy saja ya ma, sekalian nunggu Arya, kita balik ke hotel besok saja."

__ADS_1


Ucap ayah Arya.


"pah ma, om dan tante Diandra pamit pulang duluan yah"


Ucap Diandra sambil berpamitan kepada kedua mertuanya dan kedua orangtua Arya.


"waahh kamu cantik sekali, oh ya Diandra ga nginep aja sekalian disini, om dan tante kan belum kenal sama kamu?"


Ucap Bu Risa yang kagum kepada Diandra.


"ah iya Tante lain kali kita ketemu ya Tante, Diandra harus pulang kerumah nanti kalo Diandra tidur disini mas hans nyariin Tante."


Maaf Diandra kepada orangtua Arya.


"yasudah nak, kamu hati-hati ya, diantar Riko kan pulang nya? Riko kamu jaga menantu saya, antar pulang dengan selamat ya"


Titah pak Jeremy kepada Riko.


"Baik tuan, saya mengerti, mari nona Diandra saya antar pulang, mari semua permisi."


Pamit Riko yang juga mengajak Diandra untuk pulang.


Kedua orang tua Hans dan Arya masuk ke dalam rumah.


Sementara itu, Diandra yang berada di dalam mobil hanya terdiam sambil memikirkan suaminya. Dalam hati Diandra berkata,


"mas Hans kenapa sih kok ga ngasih tau aku, nelfon juga engga, chat juga engga"


Riko melihat Diandra dari kaca depan, karena merasa wajah Diandra murung, akhirnya dirinya mulai mencoba untuk sedikit menenangkan dengan mengatakan,


"Nona Diandra, maaf tadi tuan Hans sempat mengatakan kepada saya kalau nona Diandra nanti setelah sampai di rumah langsung tidur saja tidak perlu menunggu tuan Hans"


Ucap Diandra dengan kesal.


"saya juga tidak tau nona, nanti setelah bertemu tuan Hans anda bisa menanyakan sendiri".


Saran Riko kepada Diandra.


-


Sementara itu di lain tempat, Arya dan Hans yang sudah turun dari mobil kemudian keduanya memasuki sebuah bangunan tua yang minim dengan cahaya.


Arya mulai membuka kunci pintu bangunan tua tersebut.


krekkk....


"uhuk..uhukk... Astaga Hans, sudah berapa lama ini tidak dibersihkan?"


Ucap Arya sambil menutup mulut dan hidungnya.


Hans melajukan kursi rodanya untuk masuk kedalam.


"hah, sudah satu tahun aku tidak pernah kesini, semenjak kejadian itu, semua anak buahku aku berhentikan mereka semua untuk sementara."


Ucap Hans.

__ADS_1


"waaah Hans, sepertinya aku harus tinggal disini dan kita aktifkan kembali markas ini".


"ckk yakin? sudah bosan kamu dengan wanita luar negri?"


Goda Hans kepada Arya.


"setelah kupikir-pikir tinggal disini tidak buruk juga, aku bisa tinggal dirumah om dan tante, kalo dirumah nenek jauh harus ke luar kota."


"kalau kamu yakin, aku bisa atur untuk tinggal disini, tapi bagaimana dengan perusahaan di luar negri? yakin mau ninggalin?"


Tanya Hans.


"untuk perusahaan aku serahkan saja ke papa dan mama, lagipula mereka sudah menetap disana, dan Stella juga sudah mulai berkuliah, aku yakin papa pasti bisa mengatur semuanya."


Arya mencoba meyakinkan Hans.


"ya...bagus kalau begitu, meskipun aku ngga tau apa alasan kamu tiba-tiba ingin tinggal disini"


Ucap Hans lalu menjalankan kursi rodanya untuk melihat-lihat ke dalam ruangan.


sambil tersenyum, Arya sambil berkata dalam hati,


"Aku juga ngga tau kenapa Hans, tapi....(sambil mengambil gelang disakunya)


wanita itu...haisshh kenapa aku mikirin cewek aneh itu sih"


"hei, ngapain masih disitu ngga mau liathliat"


Bentak Hans kepada Arya.


Karena bentakan dari Hans membuat Arya tersadar dalam lamunannya yang secara spontan memasukkan gelang tersebut ke dalam saku celananya kembali.


"ah iya, aku rasa kita perlu menyuruh seseorang untuk sedikit merenovasi tempat ini, meskipun ini neraka tapi harus ada beberapa ruangan rahasia yang perlu diperbaiki kan"


Saran Arya kepada Hans.


"ya, aku juga berpikir begitu, mungkin untuk saat ini aku percayakan markas ini kepada kamu, tunggu sampai aku sembuh"


"wah wahh sepertinya ada yang sudah mulai semangat sembuh, apa ini karena istri kamu ya hahaha"


Goda Arya.


Hans lalu menatap tajam Arya sambil berkata,


"diam kamu, aku sembuh bukan untuk dia...aku ingin sembuh karena ingin membalas dendamku kepada orang yang berani mencelakai ku."


"memangnya dari hasil penyelidikan yang dilakukan selama ini belum ada hasil?"


tanya Arya yang heran karena sudah satu tahun kasus Hans belum terpecahkan.


"belum, polisi hanya menduga bahwa ini memang murni karena kecelakaan"


Jawab Hans dengan pasrah.


"tidak apa-apa, karena aku sudah kembali, jadi aku akan bantu kamu ungkap dalang dibalik semua ini."

__ADS_1


Tegas Arya kepada Hans.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2