
Arya mengantar Hans pulang ke mansion Hans.
"Hans, aku langsung pulang ya nanti om Tante nyariin lagi."
Pamit Arya kepada Hans.
"iya, trimakasih sudah malam tidak usah ngebut dijalan"
"iya crewet banget sih sekeluarga."
Ucap Arya dengan pelan namun masih sedikit terdengar oleh Hans.
"apa kamu bilang tadi!"
"hahaha apaan sih ga ngomong apa-apa juga, efek ngantuk kali lu, dah buruan masuk nanti istri lu nungguin"
Arya lalu pergi meninggalkan mansion Hans menuju rumah pak Jeremy.
Sesampainya dirumah pak Jeremy Arya langsung memarkirkan mobilnya dan masuk ke rumah lalu menuju kamarnya.
saat akan memasuki kamarnya, betapa terkejutnya Arya saat melihat didapur ada seorang wanita yang berdiri di dapur.
"wuaaaaa hantuuu tolooonggg!"
Teriak Arya hingga membangunkan seluruh isi rumah.
Pak Jeremy dan Bu Rosa keluar kamar untuk mengecek.
"pah ada apa sih berisik banget?"
Tanya Bu Rosa yang penasaran karena teriakan dari Arya.
"ngga tau, kita liat aja yuk ma."
Ucap pak Jeremy.
"Arya, kamu yang teriak teriak kenapa sih?"
Tanya Bu Rosa.
"Tante....ada hantu liat Tante."
Ucap Arya lalu bersembunyi dibelakang pak Jeremy dan dan Bu Rosa.
"tuaaannn ganteeengg, ini Saya Minul tuan bukan hantu, iih masa Minul cantik gini dikatain hantu siih"
Kesal Minul sambil manja.
"Minul, kamu lagian malem-malem ngapain sihh kenapa lampu ga dinyalain kalo ke dapur?"
Sahut Bu Rosa.
"maaf nyonya, Minul laper trus bikin mie instan deh. Minul juga ga tau kalo tuan ganteng Dateng nyonya abisnya ga kedengeran"
Minul menjelaskan.
"yaudah kalo gitu, Arya kamu baru pulang ya"
Tanya Bu Rosa.
"hehe iya Tante sama Hans juga baru pulang kok tadi abis aku anter"
"yasudah kamu istirahat sana, besok kamu bekerja kan"
Ucap pak Jeremy.
"siap om, kamu nih minul bikin kaget aja"
__ADS_1
Kesal Arya kepada Minul.
"iih tuan ganteng, masa cantik gini dibilang hantu, heh kalo liat aslinya Minul nanti hati-hati jatuh cinta sama Minul."
Arya lalu pergi meninggalkan mereka menuju kamarnya.
"hah, kenapa cape banget sih hari ini....hah gelang wanita aneh itu
(sambil mengambil gelang yang disimpan di atas nakas, dilihatnya gelang tersebut)
Ck dasar wanita aneh, hmm kira-kira besok dia dateng nggak ya? Kalo dia ga Dateng berarti dia emang ga butuh gelang ini, tapi kalo dia dateng ya syukur deh, heh apaan sih kenapa seneng sih...hah menyebalkan"
Kesal Hans lalu menaruh kembali gelang tersebut ke nakas lalu bersiap untuk tidur.
πππππππππππππ
-
βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
Keesokan harinya di rumah pak Jeremy. Arya, pak Jeremy dan Bu Rosa sedang menikmati sarapan mereka.
"Kamu kenapa sih Arya dari tadi senyam senyum sendiri? lagi jatuh cinta kamu?"
tanya Bu Rosa kepada Arya.
"hahaha Tante kan senyum itu ibadah masa ga boleh sih"
"oh ya Arya, om mau nanya kalo kamu disini, bagaimana dengan perusahaan kamu di Swiss?"
Tanya pak Jeremy kepada Arya.
"semua urusan kantor diselesaikan sama papa om, dan ini juga sebagai alasan agar Stella mau belajar mengurus perusahaan, kan om dan tante tau sendiri bagaimana Stella keras kepala ngga mau ngurus perusahaan."
"iya juga ya, Stella lebih suka jadi MUA sih daripada mengurus perusahaan, tapi kalo bisa dua-dua nya malah lebih bagus. Yah semoga ini yang terbaik ya untuk Stella."
(Di mansion Hans)
Hans dan Diandra sedang menikmati sarapan mereka.
"mas nanti sore kan aku mau bahas rencana bisnis toko kue aku Vika dan Jihan, aku nanti pulangnya agak malem ya tapi ga malem banget kok."
Diandra meminta ijin kepada Hans.
"Mau aku antar nggak? kan nanti aku juga kerja ga sampe malem kok"
"ngga usah mas, mas istirahat aja ya, lagipula kan setelah pulang kerja mas masih terapi, aku ga mau mas capek ya, aku gapapa kok sendiri."
"apa pak Anton yang anter kamu aja, nanti biar aku dijemput sama Arya."
"Maas gapapa nanti aku dijemput sama vika, trus nanti pulangnya tinggal naik taksi kok beneran deh gapapa, kamu ga usah khawatir ya aku bisa jaga diri aku kok"
Setelah mereka berbincang, akhirnya mereka selesai dengan sarapan mereka, Hans yang mulai berangkat ke kantor, sedangkan Diandra harus menyiapkan desain untuk interior tokonya agar menarik nantinya.
-
Tak terasa sore telah tiba, Diandra yang dijemput oleh Vika untuk ke cafe tempat Jihan bekerja untuk membahas bisnis mereka.
Ketiga sahabat tersebut sedang asyik membahas rencana bisnis mereka, tanpa terasa waktu berlalu dan pembahasan mereka telah selesai.
"hah akhirnya impian kita akan terwujud, aku udah gasabar deh"
Ucap Vika kepada kedua sahabatnya.
"iya aku juga, akhirnya kita bisa mewujudkan ya, oh ya ini hampir petang, aku ijin pulang ya aku mau ada urusan, kalian ingat kan pria yang curi gelang yang pernah aku ceritain waktu itu.
Nah nanti dia ngajak ketemu di Gardena cafe, katanya kamu ngebalikin gelangnya sih."
__ADS_1
Ijin Diandra.
"mau aku antar nggak di?"
Tawar Vika.
"ngga usah ya, yaudah kalo gitu aku permisi duluan yah dada muuuah muuuah."
Diandra lalu pergi meninggalkan mereka.
(Di cafe Gardena)
Terlihat Arya yang sudah duduk menunggu seseorang.
Sementara itu, Diandra mulai masuk kedalam cafe.
"heii disini"
Teriak Arya sampil mengangkat tangan untuk mengisyaratkan kepada Diandra.
"mana?"
ketus Diandra.
"buru-buru banget sih, duduk aja dulu"
"maaf ya saya tidak ada waktu, tolong segera berikan gelangnya dan urusan kita selesai."
"kalo aku bilang gelangnya ga ada di aku gimana?"
"kamu jangan main-main ya, saya udah Dateng kesini Lo"
"hahaha iya iya santai aja, kenapa sih duduk minum dulu kek"
"anda tidak dengar apa yang saya katakan barusan ya"
Arya sedikit frustasi karena gagal untuk menggoda Diandra.
"nih cewek unik juga, beda dari yang lain kali cewe lain biasanya diajak kek gitu pasti pada mau, kenapa dia enggak ya?"
batin Arya.
"kenapa kamu diem? buruan kasih gelang itu ke saya"
Tanya Diandra.
"hahahaha, kamu ini aneh banget sih katanya ga ada waktu, tapi masih mau kesini cuma buat ngambil gelang ini, lagian orang yang berada di pesta itu bukan orang sembarangan, aku rasa kamu bisa beli gelang seperti ini bukan hanya satu."
Diandra menghela napas sambil berkata,
"saya udah sabar Lo dari tadi"
"hahaha kamu ini memang aneh ya"
Ucap Arya sambil memberikan gelang kepada Diandra.
"trimakasih dan sampai jumpa, saya harap saya tidak akan bertemu kamu lagi"
"Jangan mengharap yang belum pasti, siapa tau kita bertemu lagi"
Goda Arya kepada Diandra.
Karena merasa risih, Diandra lalu pergi meninggalkan Arya.
Arya menatap kepergian Diandra dengan senyum sambil berkata dalam hati,
"kamu unik, saya jadi tertarik dengan kamu, semakin kamu menjauh semakin saya akan mendekati kamu."
__ADS_1
...πππππππππππ...