Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Cinta yang salah


__ADS_3

Diandra baru saja selesai melepas rindu dengan Hans walau hanya melalui panggilan video, Diandra melihat Arya yang tengah duduk malam-malam di taman dari jendela kamarnya.


"Mas Arya malem-malem gini bukannya tidur malah diluar....aku samperin aja deh"


Diandra menghampiri Arya.


"loh Diandra, kamu ngapain kesini? ini sudah malam sebaiknya kamu tidur, diluar dingin nanti kamu sakit". Ucap Arya.


"iiih apaan sih mas Arya, aku tuh kesini mau bilangin mas Arya ini sudah malem ga bagus malem malem keluar rumah, udara malem itu ga baik, ayo kita masuk, kalo mau galau, dikamar aja". Celetuk Diandra.


"Hah, yasudah"


(Baru kali ini aku menurut dengan seorang wanita, hah jika ada, rasanya aku ingin sekali membeli remote yang bisa mengatur hati) Batin Arya.


"Kamu ke kamar dulu saja dan segera tidur." Ucap Arya.


"tapi mas Arya jangan keluar lagi ya, ini sudah malam." Diandra terus mengomeli Arya.


"iya iya kamu ini bawel banget sih". Ucap Arya


Dikamar Arya hanya bisa melihat foto Diandra yang dia ambil tanpa sepengetahuan Diandra.


"hah...rasanya sakit sekali, aku juga ingin merasakan cinta, tapi bukan cinta seperti ini. Kenapa ini begitu sakit" Ucap Arya sambil memandangi foto cantik Diandra.


Tak lama kemudian, Arya mulai mengantuk dan tertidur.


_


Pagi hari dirumah pak Jeremy, Arya pagi-pagi sekali harus ke kantornya tanpa sarapan.


"mah, kok mas Arya ga ikut sarapan?". Tanya Diandra.


"Tadi pagi banget, Arya buru-buru berangkat ke kantor, jadi dia ga sempet sarapan." Ucap Bu Rosa.


"memangnya kenapa?". Tanya pak Jeremy


"ga tau pah, mama mau nanya eh Arya malah udah pergi duluan". Ucap Bu Rosa


"tidak biasanya Arya seperti ini, dia itu kan paling tidak suka jika ada urusan dadakan apalagi sampai pagi-pagi. Hah aku harap apa yang aku khawatirkan tidak terjadi." Batin pak Jeremy.


-


Dikantor Hans, Arya sedang tidur di sofa khusus yang berada di ruangan Hans, Sofa di ruangan Hans memang didesain khusus bisa dijadikan sebagai tempat tidur, supaya dapat digunakan untuk beristirahat sejenak.


Arya memang sengaja berangkat sangat pagi, karena menghindari Diandra. Dia takut tidak dapat mengendalikan perasaannya lagi.


Beberapa jam kemudian saat kantor sudah mulai ramai, Erland datang ke kantor Hans. Mereka dibuat terkejut saat masuk ke ruangan Hans melihat Arya yang tertidur di sofa.


"eh anak monyet cipirit eh cipirit". Erland yang latah karena saking terkejutnya.

__ADS_1


"Ni anak malah tidur di kantor, gila ya". Ucap Erland


"woii bangun kerja". Teriak Erland sambil menggoyangkan tubuh Arya hingga Arya terbangun.


"apaan sih berisik banget, masih ngantuk nih gue" Kesal Arya.


"waah bener-bener ya lu, Hans udah kasih kepercayaan ke lu malah lu tidur-tiduran." Ucap Erland.


"hah, gue tu tadi bangun pagi pagi ke kantor, tadi jam 5 pagi gue udah sampe sini". Ucap Arya


"ngapain lu jam 5 pagi kesini?". Tanya Erland


"hah tau ah ngantuk gua". Saat Arya akan merebahkan tubuhnya, Erland lalu menarik tangan Arya.


"gak Lo harus bangun, ini penting ayo ikut gue". Ucap Erland


"apasih, gue harus bantuin Lo buat nyembunyiin cewek simpenan Lo lagi, ga ah ogah". Ketus Arya.


"bukan itu, ini tentang musuh kita". Ucap Erland yang langsung membuat Arya terbelalak.


"kenapa ada apa?" Tanya Arya yang langsung sadar.


"gue rasa kali ini kekuatan mereka jauh lebih kuat daripada sebelumnya, untuk itu gue lebih perketat keamanan Diandra dan keluarga om Jeremy. Gue rasa kali ini mereka akan bermain halus, gue takut kalo mereka itu gak menyerang kita secara langsung, tapi......" Erland tidak sanggup melanjutkan.


"tapi apa?" Tanya Arya


"hah...gue takut kalo mereka nyerang orang terdekat kita dan orang yang kita sayang. Dan gue ga bisa ngebayangin itu." Ucap Erland lemas.


"tapi gue rasa kita harus bicarakan ini dengan Hans" Usul Erland.


"ya Lo atur aja gimana baiknya, gue mau cuci muka dulu" Ucap Arya.


Erland lalu menghubungi Hans dan Bryan yang berada di luar negri.


-


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 12 siang yang artinya waktu istirahat.


"hah capek juga ya ngurus dua hal sekaligus". Ucap Erland.


"oh ya, gue mau ada urusan sebentar, Lo kalo mau balik ke perusahaan Lo silahkan. Mungkin gue agak lama". Ijin Arya kepada Erland.


"Lo mau kemana?" Tanya Erland


"pengen tau banget sih, udah gue pergi duluan" Arya pergi meninggalkan Erland.


Erland yang kesal lalu kemudian pergi keluar,.saat Erland keluar, dia melihat Jihan dan Riko.


"loh Jihan? ngapain kamu kesini, dan Riko....kamu, kalian?" Erland menerka

__ADS_1


"ah enggak aku kesini cuma mau balikin baju aja kok, maaf ya saya permisi dulu." Ucap Jihan yang terburu-buru meninggalkan mereka.


"wiihh lu ditolak men, tapi kenapa dia nolak Lo ya" ejek Erland


"hah, saya juga tidak tau. Tapi Sepertinya kali ini sedikit sulit". Ucap Riko yang tidak bersemangat.


"gapapa bro, gue yakin kok, Lo pasti bisa taklukin Jihan, Lo mau tau tipsnya nggak? kalo Lo berminat, nanti malem Dateng kerumah gue, gue kasih trik jitu deketin cewe anti gagal". Ucap Erland dengan sumringah yang lalu meninggalkan Riko


Riko tampak berpikir sejenak lalu mengalihkan pikirannya.


-


Sementara itu, Arya sedang menunggu seseorang, Dia adalah Vika, sebelumnya Arya dan Vika memang sudah janjian untuk bertemu di bengkel tempat motor Arya dibenarkan.


"aduuh mas Arya, maafin saya ya lama ya nunggunya? tadi macet banget soalnya. Trus saya naik ojek deh" Ucap Vika yang terlihat kelelahan.


"loh, jadi kamu kesini gak bawa mobil? trus mobil kamu gimana?" Tanya Arya.


"mobilnya aku tinggal, tapi aku udah suruh orang kok tadi buat gantiin mobil aku. Makanya agak lama, sekali lagi saya minta maaf ya" Ucap Vika


"astaga kamu ini, tidak apa-apa kok, lain kali kamu tinggal telfon saya saja, daripada kamu seperti ini malah saya tidak tega" Tegas Arya.


"iya juga sih, soalnya saya ga enak sama AMS Arya. Yaudah kita ambil motornya mas Arya aja yuk" Ucap Vika.


"eh, mas yang kemaren" Ucap tukang bengkel.


"begini mas, mas ini benar yang punya motor, saya yang jamin dan saya pemilik KTPnya." Vika menjelaskan


"mbaknya namanya siapa?" Tanya tukang bengkel.


"nama saya Vika Larasati....." Vika menjelaskan lengkap identitasnya.


"oh iya mbak, ini bener mbak nya, ini KTPnya saya serahkan, dan motornya bisa diambil" Ucap tukang bengkel.


"oh ya mas semua totalnya berapa sekalian biaya nitip barangnya" Ucap Vika


"1 juta mbak, soalnya harus ganti rantai nya, dan karena ini motor mahal jadi rantainya saya belikan yang bagus. Tidak usah pakai biaya penitipan, saya ikhlas bantuin kok mbak" Ucap tukang bengkel


"oh ini ya pak..." Vika memberikan 1,5 juta kepada tukang bengkel tersebut.


"waduh mbak kelebihan ini". Gapapa kok mas buat mas anggap saja itu hadiah karena mas sudah menjaga amanah, kalo gitu terimakasih ya mas, mari". Ucap Vika lalu menghampiri Arya.


"gimana mas, masih ada yang kurang?" Tanya Vika kepada Arya yang sedang mengecek motornya.


"enggak kok ini udah kaya dulu lagi, oh ya semua berapa?" Tanya Arya.


"hahaha udah gapapa kok mas, sudah saya bayar tadi, kalo gitu saya permisi dulu ya mas, sekali lagi maaf ya mas sudah mencelakai mas Arya waktu itu." Ucap Vika lalu meninggalkan Arya.


Belum sempat pergi, Arya memanggil Vika.

__ADS_1


"tunggu dulu, kamu mau aku antar?" Arya menawarkan kepada Vika.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2