Jantung Hatiku

Jantung Hatiku
Diandra hamil


__ADS_3

Setelah cukup lama memeriksa Diandra, kedua dokter tersebut lalu keluar.


"dokter bagaimana kondisi istri saya dok?" Tanya Hans


"Mohon tenang ya pak, kondisi pasien saat ini cukup lemah tapi kami sudah memberikan infus, pasien hanya stress dan selebinya silahkan berbicara dengan dokter obgyn"


"apa ob obgyn?" Hans bingung


"benar pak, selamat ya istri anda sedang mengandung, Apakah semalam anda dan istri?" Tanya dokter dengan memberi kode


"iya dok"


"oh pantas saja, pasien mengalami kelelahan karena sedang mengandung, usianya baru 3 hari, ditambah stress, jadi saya harap, tolong kedepannya dijaga lagi, ya apalagi kondisi pasien sangat lemah, saya permisi dulu ya"


Hans tidak bergeming, Hans hanya diam dan tidak tau harus berkata apa.


"Hans Diandra hamil!" ucap Erland


"apa aku bermimpi?" ucap hans


Erland lalu memukul kepala Hans


"akhh sial apa yang kamu lakukan kenapa memukul kepalaku!" Hans kesal


"Supaya kamu sadar, tadi nanya apa mimpi, sekarang terasa kan berarti ini nyata," Jawab Erland santai.


"Hans kamu sekarang akan menjadi calon ayah untuk anak kamu, sebaiknya berpikirlah dan bersikap lebih dewasa, Jihan kamu nanti bantu menejelaskan kepada Diandra tentang apa yang terjadi barusan" Ucap Bryan


-


Di kantor Hans, Arya sudah menceritakan semuanya kepada Vika.


"Jadi wanita yang kamu maksud itu Diandra? yang sering kamu ceritakan itu Diandra?" Tanya Vika sambil membereskan obat obatan yang digunakan untuk mengobati luka Arya


"Ya, aku memang salah sangat salah, seharusnya dari awal aku tidak menyukainya" Ucap Arya


"kamu tidak salah, Bahkan itu hal wajar, karena kita hanya manusia biasa. Hati manusia itu ga ada yang tau. Aku harap kamu harus tetap semangat, kamu orang baik." Ucap Vika


"terimakasih, hah setidaknya aku sedikit lega karena telah menceritakan kepada kamu. Terimaksih Vika, disaat semua tidak ada yang mempedulikan persaaanku tapi kamu masih peduli" Ucap Arya


"Mas Arya tau kan kenapa alasan aku dan Bryan putus, yah kami memang salah paham, tetapi sekali lagi, hati manusia itu tidak ada yang tau. Dulu aku sangat menyayangi Bryan, tapi entah kenapa sekarang aku sudah tidak mencintainya lagi. Dan aku juga sadar jika cinta itu memang tidak harus memiliki"


"ya kamu benar, aku bisa memendam perasaanku kepada Diandra, aku harap rasa ini segera hilang" Ucap Arya lirih


"kalau begitu, sebaiknya mas Arya kerumah sakit dan jelaskan semua kepada Hans dan Diandra" Ucap Vika


"yah aku mengerti" Ucap Arya

__ADS_1


Kini Arya dan Vika bergegas untuk pergi kerumah sakit menemui Diandra.


Setelah beberapa jam, akhirnya Diandra sadar.


"Sayang...kamu gapapa? ada yang sakit? aku panggil dokter ya"


"mas ngga usah aku udah mendingan kok. Aku mau kamu jelasin ke aku ada apa sebenarnya?" Ketika Diandra menanyakan kepada Hans, Arya yang baru datang langsung masuk ke ruang rawat Diandra


"Semua salahku" Ucap Arya


"Mas Arya, kenapa wajah mas Arya memar semua? Mas...kamu pukul mas Arya tadi?"


Hans membuang muka kepada Arya.


"Diandra, sebelumnya aku minta maaf"


"untuk?"


"Maaf karena aku telah mencintai kamu, maaf karena telah mengagumimu, maaf karena aku begitu lancang menyukai kamu, aku minta maaf" Arya tertunduk


Diandra tidak bisa berkata kata, dirinya hanya diam dan melihat suaminya yang menahan amarahnya.


"Kalian tolong pergi, aku ingin sendiri" Ucap Diandra


Mereka pun pergi meninggalkan Diandra. Hans sama sekali tidak melihat Arya. Arya hanya bisa diam dan tak bergeming, dirinya sangat mengenal Hans, Jika Hans sudah marah maka akan sulit untuk membujuknya kecuali rasa marahnya hilang sendiri.


Arya lalu pulang dengan perasaan yang hampa.


"Mas Arya, aku harap kamu bisa menerima semua ini, aku harap kamu bisa segera melupakan Diandra karena kamu orang baik, kamu pantas bahagia" Batin Vika


-


Hari mulai sore, di kediaman pak Jeremy. Arya sedang termenung, tentu saja masalah ini pak Jeremy dan Bu Rosa sudah tau karena Erland mengubungi orang tua Hans dan menceritakan semua.


tok..tok...tok


"Arya, ini Tante. Apa Tante boleh masuk?" Tanya Bu Rosa


"iya sebentar Tante" Arya lalu membuka pintu


"ayo makan, kamu pasti lapar kan baru pulang kantor"


"maaf Tante Arya belum lapar" Arya menutup pintunya namun dicegah oleh Bu Rosa


"tunggu Arya, yasudah kalau tidak mau makan, kamu mau apa? oh iya kamu mau tahu bulat tidak, sepertinya akan lewat kalau mau biar tante belikan ya"


"tidak perlu Tante, Arya ingin sendiri dulu maaf"

__ADS_1


"eh tapi...haishh bagaimana ini? hah Arya Arya kenapa kamu bisa menyukai Diandra. Hah entahlah pusing"


-


Kini pak Jeremy dan Bu Rosa sedang menikmati makan malam tanpa Arya.


"Arya tidak mau makan ma?"


"hah belum pa, dia bilang belum lapar"


Pak Jeremy hanya mengangguk mengerti.


-


Dirumah sakit, Diandra sudah tertidur pulas, Hans yang masih setia menunggu istrinya terus menggenggam tangan Diandra


"Sayang, aku ga mau kamu dimiliki orang lain, kamu hanya milik aku. Aku akan mempertahankan kamu bagaimanapun caranya" Ucap Hans


Hans lalu tertidur disamping Diandra dengan posisi duduk dan kepala disandarkan ke sebelah tangan Diandra


-


Di apartemen Riko


"hah kasihan ya merek" Ucap Jihan


"Siapa?" tanya Riko


"siapa lagi, Hans dan Arya lah. Mereka itu saudara tapi mereka mencintai wanita yang sama, lebih parahnya lagi wanita yang mereka cintai adalah wanita yang sama"


"Aku sudah menduga sejak awal, jika pak Arya menyukai nona Diandra karena dari gerak gerik dan perhatian pak Arya kepada nona Diandra itu berbeda." Ucap Riko


"Pasti Diandra sekarang sedang bingung, dia harus bagaimana, disisi lain dia itu istri Hans bahkan sedang mengandung anak Hans tapi disisi lain dia sudah tau jika Arya itu menyukainya, pasti sulit bagi Diandra dengan situasi seperti ini" Ucap Jihan


"Kamu sendiri? kenapa kamu malah lebih peduli dengan orang lain dibanding diri kamu sendiri?" Ucap Riko


"kamu apaan sih udah lah ngga seru, yang dibahas apa malah bahas yang lain, udah mau tidur" Jihan yang kesal lalu pergi kekamar.


-


Vika sedang berusaha menghubungi Arya untuk memastikan kondisi Arya.


"duh kok ngga dibales sih, apa aku telfon aja ya, duh duh Jangan deh nanti malah ganggu lagi, duh kok aku jadi khawatir gini sih. Hah Sudahlah lagipula saat ini yang ada di hati mas Arya masih Diandra" Ucap Vika


-


Sedangkan Arya terus meratapi kesalahannya . Dirinya tidak tau harus bagaimana kedepannya. Perlahan Arya tertidur di lantai tanpa selimut.

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2